oleh

Usai Jalani Isolasi Mandiri, Satgas Covid-19 Bilang, 78 Santri di Cisoka Bebas

Kabar6-Sebanyak 78 santri yang terpapar positif Covid-19 di dua pesantren modern di wilayah Cisoka dan Sukamulya Kabupaten Tangerang hari ini Minggu (26/10/2020) bebas

Juru bicara satuan tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi mengatakan, puluhan santri itu sudah menjalani isolasi mandiri di pondok pesantren masing-masing karena positif Covid-19 hari ini dinyatakan bebas.

“Sebanyak 78 orang santri yang terpapar positif Covid-19 sudah diisolasi mandiri di pesantren dan besok hari ini (Minggu 26/10/2020) sudah selesai isolasinya,” ungkap dr Hendra Tarmizi kepada Kabar6.com, Sabtu (24/10/2020).

Akibat puluhan santri yang positif Covid-19 itu, wilayah Kecamatan Cisoka menjadi klaster Covid-19 dengan status menjadi zona merah dan peringkat pertama di Kabupaten Tangerang. “Ada cluster pesantren di Kecamatan Cisoka,” kata dr Tarmizi lewat pesan whatsapp.

Camat Cisoka Ahmad Hapid saat dikonfirmasi kabar6.com melalui whatsapp membenarkan perihal sebagian wilayahnya menjadi klaster terhadap penyebaran virus Covid-19. “Iya betul ada klaster pesantren dan besok (hari ini) berakhir masa isolasinya,” ujar Camat Cisoka Ahmad Hapid.

Ahmad Hapid berharap secepatnya wilayah Kecamatan Cisoka bisa kembali lagi menjadi zona hijau seperti sebelumnya. “Setelah puluhan santri ini bebas, mudah mudahan minggu depan grafiknya sudah turun drastis lagi,” harap Camat Cisoka Ahmad Hapid

Berdasarkan data informasi resmi Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kecamatan Cisoka berada pada peringkat pertama itu dengan 64 kasus positif Covid-19, diurutan kedua Kecamatan Curug dengan 60 kasus positif, dan posisi ketiga Kecamatan Kelapa Dua dengan 54 kasus.

**Baca juga: 501 KPM PKH di Pasanggrahan Terima Bantuan Beras dari Kemensos

Sementara keseluruhan kasus positif covid-19 di Kabupaten Tangerang sebanyak 2777 positif covid-19, terkonfirmasi 107 dirawat, 220 diisolasi, 2391 kasus sembuh dan 59 kasus meninggal (han)

Berita Terbaru