oleh

UMT Gelar Sayembara Lomba Cerpen dan Puisi Taraf Internasional

Kabar6-Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) Indonesia terus menunjukkan kualitas sebagai kampus yang bertaraf internasional. Kali ini, mereka menyelenggarakan lomba sayembara Penulisan Cerita Pendek (Cerpen) dan puisi tingkat internasional. Sebanyak 302 peserta mengikuti helatan tersebut.

UMT bekerjasama dengan MoRa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Victoria Australia dan Kantor Bahasa Provinsi Banten. Kegiatan tersebut selain perayaan bulan bahasa, juga bertujuan meningkatkan daya literasi menulis kreatif serta menginternasionalkan bahasa Indonesia.

Rektor UMT Ahmad Amarullah mengatakan, pada Minggu (30/10) malam adalah malam puncak sebuah event internasional yang bertajuk ‘Indonesia dalam perspektifmu’ yang dituangkan dalam lomba penulisan cerita pendek dan puisi. Lomba tersebut melibatkan beberapa negara dan termasuk mahasiswa-mahasiswa Diaspora Indonesia di berbagai manca negara dan dalam negeri.

“Kita berikan ruang mereka bisa menunjukkan kemampuan, sehingga dari hasil proses yang begitu panjang sesungguhnya yang dilaksanakan beberapa hari lalu yang malam ini kemudian juri mengumumkan,” ujar Amarullah saat memberikan keterangan usai malam puncak di Kampus UMT, Minggu (30/10/2022) malam.

Salah satu pemenang lomba tersebut yakni mahasiswa Pascasarjana UMT. Amarullah pun menyampaikan apresiasinya dan selamat kepada pemenang lomba tersebut. “Memang salah satu pemenang secara simbolis dan hadir di acara luring, salah satunya saya ucapkan selamat langsung saya berikan kepada mahasiswa Pascasarjana UMT, ini juga bagian yang bisa menggembirakan kami,” katanya.

“Bahwa Mahasiswa UMT memiliki daya saing dan mampu masuk nominasi kejuaraan ini,” sambungnya.

Juri lomba yang bereputasi internasional yakni Putu Wijaya, Helvy Tiana Rosa, Zen Hae dan Hanna Fransiska. Menurutnya, kegiatan tersebut bagian ikhtiar dari UMT Indonesia, dalam kerangka membangun kembali semangat sumpah pemuda yang pernah mencetuskan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, yang kemudian mampu mendorong founding father memproklamirkan 17 Agustus 1945.

Tidak hanya itu, jika tarik dari sejarah 94 tahun yang lalu sesungguhnya perspektif Indonesia sudah terbangun, semuanya sama-sama untuk memajukan bangsa sampai saat ini apa yang dicita-citakan mungkin belum terlalu begitu terwujud.

**Baca juga:Pemkot Tangerang Dipenuhi Bendera Kuning, Pocong dan Keranda Mayat, Ada Apa?

“Oleh karenanya, untuk membaktikan semangat kembali, kami mengadakan sayembara tidak sekedar internasionalisasi UMT yang memang bukan omong kosong untuk menjadi universitas world class university, yang islami berbasis green industry. Tetapi juga bagaimana semangat menggelora itu muncul kembali sehingga momen Sumpah Pemuda yang kemarin diperingatkan seluruh elemen bangsa, itu terus membara, tidak sekedar tanggal 28 Oktober tapi kobaran semangat mendorong ini bangkit ditengah ancaman krisis. Baik Krisis pangan, energi dan krisis ekonomi,” katanya.

“Kita punya kontribusi untuk membangun bangsa ini melalui tulisan-tulisan kritis dan inspiratif yang akhirnya ini bisa menggugah Pemerintah, DPR dan segala pemegang keputusan negara ini untuk membangun kesadaran, bahwa Indonesia tidak bisa dibangun oleh seorang atau kelompok tapi sinergi dan bersatu,” tandasnya. (Oke)