oleh

Udin Cobra, Cerita Kerasnya ‘Ngadu Nasib’ di Muara Karang & Tanjung Priuk

Kabar6-Mengenal sosok Udin Cobra, salah seorang tokoh organisasi masyarakat yang cukup eksis dan dikenal oleh sejumlah kalangan di wilayah Tangerang.

Ya, orang yang kini banyak di percaya oleh perusahaan-perusahaan besar seperti, Paramount dan Moderland ini, ternyata banyak menyimpan kisah duka di masa lalunya.

Perjalanan hidup pria kelahiran Desa Paja, Kecamatan Sajira, Lebak, ini pun di akui penuh lika-liku, baik susah maupun senang.

Udin Cobra mulai menginjakan kakinya ke Tangerang pada Tahun 1990 an, usai kelar dari mondok pesantren dikampung halamannya.

“Abis pesantren dari abah ustadz Sukarna, saya berangkat ke Tangerang sekitar tahun 90 an. Terus saya coba kerja di Muara Karang Tahun 1993,” ungkap Udin Kobra, Ketua BPPKB Kecamatan Tangerang, saat berbincang bersama kabar6.com, Rabu (24/7/2019) kemarin.

Kemudian di Tahun 1995, ia melanjutkan pekerjaan ke Sourum Gunaban, PT Indonesia Matra, sebuah perusahaan yang cukup besar di Senayan, Jakarta.

Dan pernah juga ‘Mengadu Nasib’ di kawasan pergudangan Tanjung Priuk, pada 1998, sebelum akhirnya ia balik ke Tangerang dan mulai ikut bergabung dengan ormas BPPKB, tepatnya di Tahun 2000 an, sampai sekarang.

“Sewaktu awal kerja di Muara Karang saya masih ngalamin dapat upah kerja cuma seribu perak per minggunya. Dan yang masih di ingat sampai sekarang, waktu awal kerja kebetulan pas bulan ramadhan. Saya mau sahur, tapi tidak punya uang sama sekali. Tapi alhamdulillah karena niat dan tekad kuat, jadi saya tetap berpuasa, bahkan pas buka pun saya cuma bisa minta air minum saja sama seorang teman,” katanya bercerita.

Kendati demikian, kini Udin Cobra bersyukur dapat melewati Masa-masa sulit seperti itu. Pasalnya, eksistensi nya di lapangan, membuahkan hasil, karena saat ini ia dapat di percaya oleh banyak perusahaan besar.

Selain perusahaan yang di sebutkan diatas, Udin Cobra juga diketahui ikut di percaya di PT Maze Mart, PT Bamuruci, PT Gama dan PT HDC.

“Ya, alhamdulillah semua itu berkat pertolongan Allah Swt. Semenjak menikah, alhamdulillah rezekinya selalu ada. Kebetulan, isteri saya yang orang asli Cikokol,” ungkapnya, penuh syukur.

Udin Cobra aktif di BPPKB tingkat kecamatan, semasa ormas itu dipimpin oleh TB Rony Khatib yang kemudian beralih ke H. Fahrudin dan sampai saat ini di ketuai H. Saeful Milah.

**Baca juga: Selain Kusam, Ada Plang Penunjuk Jalan Yang Tertutup Ranting Pohon.

“Intinya kalau saya pribadi, insyaallah selalu menanamkan rasa kebersamaan kepada seluruh anggota kami. Di jajaran pun senantiasa mengarahkan agar semua anggota dapat berorganisasi dengan baik, sesuai AD/ART BPPKB. Dan selalu bersinergi dengan seluruh komponen yang ada di masyarakat. Termasuk bersama kawan-kawan di ormas lainnya, di Banten, dan khususnya Kota Tangerang,” tegas dia.

Sebab, tambah dia, menjaga kondusifitas diwilayah merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus sama-sama menjaga kondusifitas di Kota Tangerang. Makanya, alhamdulillah, jalinan saya dengan semuanya cukup baik. Dan kunci kesuksesan itu, kalau kata petuah dari guru dulu adalah, sayang terhadap orangtua, dan selalu masalah dekat dengan guru atau jangan melupakan guru,” pungkasnya.(ges)