oleh

Uang Pembinaan Bupati Cup di Pandeglang Rp 95 ribu Jadi Perbincangan, Kadispora Minta Kembalian Rp 1000

Kabar6- Foto amplop uang pembinaan Bupati Cup di Pandeglang bikin geger dan jadi perbincangan. Sebab juara event tersebut hanya berupa lembaran uang pembinaan yang tak lebih dari Rp 95 ribu.

Berdasarkan foto-foto yang beredar ada dua amplop dengan tulisan ‘Juara II Panjat Tebing Bupati Cup Tahun 2021’ dengan isi Rp 165 ribu dan satu amplop dengan tulisan ‘Juara III Panjat Tebing Bupati Cup Tahun 2021’ sebesar Rp 95 ribu.

Ketua pelaksana lomba panjat tebing Rika Kartikasari menjelaskan, jika amplop hadiah yang diberikan kepada para juara diberikan langsung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Itu amplopnya untuk hadiah juara dari Dispora langsung yang ngasih. Malam itu yang hadir Pak Bedi sama Bu Atin dari Dispora, mereka yang menyerahkan langsung amplopnya,” kata Rika, Jumat (17/12/2021).

Rika mengaku tak tahu menahu berapa nominal uang yang diserahkan untuk para juara tersebut. Pasalnya, amplop itu sudah dalam kondisi tertutup rapat dan langsung diserahkan oleh kedua utusan dari Dispora ini kepada pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pandeglang sebagai panitia pelaksana kegiatan.

“Nah si amplop itu udah ditutup udah dirapet, kita mah kan tinggal serahkan aja sama yang juara-juara. Bahkan kita juga enggak tahu kalau isinya berapa, karena salah dong kalau kita membuka amplop itu,” ujar Rika yang juga merupakan pengurus FPTI Pandeglang.

Setelah pembagian hadiah berlalu, esoknya, Rika mengaku baru mendapat kabar soal nominal uang untuk para juara tersebut. Ia pun kaget lantaran jumlah uang dalam amplop itu ikut dikeluhkan peserta yang mengikuti perlombaan panjat tebing.

“Hari ini rame, banyak yang nanya juga ke saya kok ini hadiah kecil amat. Atuh gimana yah, saya aja baru tahu isinya segitu. Soalnya yang nyerahinnya itu dari Dispora ke panitia, mereka (Dua pejabat Dispora) juga ikut nyaksiin sampe pembagian hadiah selesai malam itu,” tuturnya.

Sementara, Kadispora Pandeglang Dadan Saladin mengaku uang pembinaan yang diberikan sesuai anggaran yang telah disusun sebelumnya.

“Itu kami sesuai anggaran, kan segitu, enggeus sakitu (udah segitu) bae anggaranana. Itu juga udah lumayan diadain,” katanya saat dihubungi wartawan via telepon.

Bahkan kata Dadan, uang pembinaan itu ada kelebihan yang harus dikembalikan panitia ke Dispora. Pasalnya, ada pajak yang belum dipotong dalam anggaran bagi juara panjat tebing tersebut.

“Buat juara satu kan Rp 225 ribu, juara dua Rp 175 ribu dan juara tiga itu Rp 100 ribu, itu semua kena pajak 6 persen. Tapi untuk juara tiga kan dikasihnya Rp 95 ribu, harusnya Rp 94 ribu. Ada kelebihan itu seribu, itu dibalikin lagi uang itu ke kami,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai kelayakan anggaran bagi para juara, Dadan malah kembali mengungkit soal kelebihan pembayaran hadiah lomba tersebut. Ia menegaskan panitia lomba harus segera mengembalikan kelebihan pembayaran anggaran itu ke Dispora.

“Kami kan sesuai anggaran yang ada saja, udah yang kami berikan segitu. (Soal anggaran) enggak tahu itu mah, intinya kembaliin seribu rupiah kepada kami, udah, cukup,” singkatnya.

“Kalau soal total anggaran, silahkan hubungi saja Pak Bedi (Ahmad Jubaedi Kasi Pembibitan dan Prestasi Olahraga Dispora Pandeglang),” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Jubaedi juga mengklaim jika anggaran tersebut sudah sesuai dengan perencanaan Dispora. Ia mengaku aneh lantaran persoalan ini mencuat sekarang karena di tahun-tahun sebelumnya tak pernah ada yang mempermasalahkan.

**Baca juga: Pelayanan Jemput Bola Dinilai Efektif Kejar Target Vaksinasi

“Atuh emang udah sesuai, dari tahun-tahun sebelumnya bahkan tidak pernah ada pembinaan. Boleh tanya ke cabor olahraga silat, karate dan panjat tebing, apakah dari dulu mereka diberikan uang pembinaan,” pungkasnya.

Saat ditanyakan mengenai kelayakan uang hadiah pembinaan itu, Bedi menyarankan wartawan untuk datang langsung ke kantor Dispora. Ia bahkan penasaran siapa orang yang pertama menyebarkan foto-foto amplop berisi uang pembinaan itu.

“Kalau mau jelasnya ke kantor aja. Soalnya saya juga pengen tahu siapa yang memviralkan, dari sekolah mana,” pungkasnya.(aep)