Tujuh Pak Ogah Diamankan Polsek Pakuhaji

kabar6.com
7 pak ogah yang diamankan Polsek Pakuhaji.(Ver)

Kabar6-Tujuh Preman jalanan yang biasa menjadi ‘Pak Ogah’ diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Pakuhaji, dalam Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno, Kamis (13/9).

Ketujuh ‘Pak Ogah’ yang berinisial W (19), H (34), M (61), J (25), I (48), E (50) dan S (45) berhasil diamankan di kawasan industri dan pergudangan Laksana, Desa laksana, Kecamatan Pakuhaji.

Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno mengatakan, ketujuh ‘Pak Ogah’ itu diamankan menyusul adanya laporan masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaannya.

Mereka diamankan di beberapa ruas jalan disekitar kawasan pergudangan dan industri Desa Laksana. Di antaranya, di ruas pertigaan kampung Lontar, Desa Laksana, Jembatan Kalibaru, dan pertigaan Desa Kramat.

“Jumlahnya ada tujuh orang yang kami amankan dari ruas jalan kawasan pergadangan dan industri Laksana. Kami amankan karena adanya keresahan masyarakat yang dimintai uang saat menyaberang jalan, dengan alasan sebagai upaya mengamankan arus lalu lintas agar lancar,” ujarnya.

Menurut Suyatno, selain mengamankan para ‘Pak Ogah’ itu, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, uang sebesar Rp 340.500 dari hasil meminta kepada pengguna jalan, beberapa bendera untuk mengatur lalu lintas dan satu buah ember.

“Para ‘Pak Ogah’ ini langsung kami bawa ke Mapolsek Pakuhaji untuk didata dan diberi pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang ‘Pak Ogah’ yang diamankan berinisial W (19) mengaku, hasil selama meminta imbalan itu cukup lumayan. Dalam 2 hari, dirinya dan teman-teman mendapatkan Rp 400.000. “Saya ini baru dua hari bisa dapat Rp 400.000 dan dibagi 7 orang. Tapi, tadi anggotanya nambah menjadi 10 orang,” tuturnya.

Namun demikian, dirinya menyangkal, jika dirinya bersama teman-temannya meminta dengan paksa kepada pengendara. Pihaknya yang ingin membantu pengendara yang kesulitan karena jalanan lagi ramai. Kendati demikian, dia menambahkan, dirinya mengaku kapok dengan perbuatannya.**Baca juga: Penderita ISPA di Pasar Kemis Cenderung Meningkat.

“Saya tidak tahu kalau apa yang dilakukan saya dan teman-teman ada yang merasa terganggu. Kami sebetulnya, hanya ingin membantu pengedara untuk mengatur jalan agar lancar. Saya janji tidak akan melakukan lagi,” ujarnya.(Ver)