oleh

TRUTH Soroti Dugaan Ketidakadilan pada PPDB di SMA Negeri 5 Tangsel

Kabar6-Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menyoroti adanya dugaan ketidakadilan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Wakil Koordinator TRUTH, Jupry Nugroho menerangkan, persoalan seperti di SMA Negeri 5 Tangsel setiap tahun terjadi, namun baik Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten maupun pihak sekolah selalu bungkam.

“Kejadian seperti di SMA Negeri 5 Tangsel memang setiap tahun terjadi. Namun Dindik Provinsi Banten dan Sekolah selalu bungkam soal ini,” ujarnya kepada Kabar6.com, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu untuk dilibatkan, hal itu tentu untuk meminimalisir praktek jual beli bangku. Paling tidak, jelas Jupry, ada kanal pengaduan untuk masyarakat yang mengetahui praktik menyimpang tersebut.

“Tentu kepala sekolah dan panitia PPDB juga wajib di periksa,” tegasnya.

Dijelaskan Jupry, evaluasi yang tidak pernah di jalankan baik di tingkat dasar yaitu SD dan SMP maupun Menengah SMA SMK.

“Pertama adalah tidak terbuka mengenai jarak para peserta didik, karena pada kenyataannya diduga pihak operator masih dapat merubah jarak,” paparnya.

Terlebih, dijelaskan Jupry, yang menjadi biang keladi adalah para siswa ‘Titipan’ yang semakin membuat kacau, tentu semua orang mengetahui hal tersebut.

“Namun justru para pejabat mengunakan privilage kekuasaan untuk mengintervensi hasil seleksi akhirnya banyak kejadian dilapangan masyarakat yang tidak memiliki akses jadi tersingkir,” terangnya.

“Belum lagi dugaan jual beli bangku semakin terang-terangan, hari ini apakah sekolah berani membuka jumlah siswa yang diterima dengan kuota yang sudah ditentukan, tentu ini tidak akan sama karena dipaksa masuk semua dengan melebihi kuota,” tutupnya.

Tim Kabar6.com telah mencoba menyampaikan pertanyaan melalui pesan singkat kepada Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kota Tangerang dan Tangsel, Suryadi, namun hingga saat ini belum memberikan tanggapan.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah orang tua murid mendatangi serta melakukan protes di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pondok Aren.

Para orang tua tersebut memprotes terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 5 Tangsel yang dianggap tidak adil.

Perwakilan orang tua murid yang melakukan protes, Mariyati mengatakan, ketidakadilan itu terlihat pada ketiga jalur yang telah ditempuh olehnya serta orang tua lainnya.

**Baca juga: PPDB SMAN 5 Tangsel Diduga Tidak Adil, Orang Tua: Mereka Punya Uang Bisa Masuk

Selain itu, Mariyati mengatakan, ketidakadilan lainnya terlihat dari orang tua murid yang memiliki uang bisa masuk ke SMAN 5 Tangsel.

“Yang menjadi titik ketidakadilan, mungkin saya, kami khususnya tidak punya uang, mungkin mereka yang punya uang bisa masuk, karena kami tidak punya uang, itu saja,” ujarnya kepada Kabar6.com di lokasi, Senin (18/7/2022).(eka)