oleh

Tragis, Dokter Austria Bunuh Diri Setelah Dibully Kelompok Antivaksin COVID-19

Kabar6-Seorang dokter asal Wina, Austria, bernama Lisa-Maria Kellermayr (36) mengakhiri hidupnya akibat dibully dan menjadi bulan-bulanan kelompok antivaksin pekan ini. Masyarakat Austria pun terkejut dan marah atas kabar tersebut.

Dr Kellermayr, melansir France24, telah lama menjadi target ancaman pembunuhan karena kritik yang disampaikannya terhadap unjuk rasa anti-lockdown yang meluas di negara itu pada 2021 lalu. Klinik milik Dr Kellermayr yang terletak di wilayah Austria utara, di mana tingkat vaksinasi tergolong rendah, seringkali mengalami perundungan.

“Selama lebih dari tujuh bulan, kami telah menerima ancaman pembunuhan dari mereka yang menentang langkah-langkah pembatasan COVID-19 dan vaksinasi,” demikian tulis Dr Kellermayr suatu waktu, sambil membagikan sebuah pesan dari seorang pengguna internet yang mengatakan bahwa mereka akan berpura-pura menjadi pasiennya agar bisa menyerang Dr Kellermayr dan staf kliniknya.

Wanita menuturkan, dirinya telah ‘mengeluarkan lebih dari sekira Rp1,5 miliar’ untuk langkah-langkah pengamanan bagi pasiennya dan hampir bangkrut. ** Baca juga: Demi Punya Bisep, ‘Hulk Brasil’ Nekat Suntik Tubuhnya dengan Minyak

Kemudian pada akhir Juni, Dr Kellermayr mengumumkan melalui situs profesionalnya bahwa dia tidak akan menerima pasien sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Daniel Landau, yang mengadakan aksi solidaritas dan penghormatan bagi mendiang Dr Kellermayr di Wina mengatakan bahwa Dr Kellermayr menjadi penyendiri selama beberapa minggu. “Ia tidak berani meninggalkan kantornya,” ungkap Landau.

Sementara ketua asosiasi dokter Austria, Johanner Steinhart, menerangkan bahwa meskipun perilaku agresif terhadap tenaga kesehatan sudah sering terjadi, perdebatan soal COVID-19 dan masalah vaksin ‘memicu dan memperparah’ agresi tersebut.

Pihak kepolisian, yang sebelumnya sempat menyebut Dr Kellermayr mengeksploitasi situasi untuk mendapat perhatian, berkukuh mereka telah melakukan segalanya untuk melindunginya.

Kejaksaan setempat juga menolak gagasan bahwa mereka masih bisa berbuat lebih banyak.(ilj/bbs)