oleh

TPS 3R, Kunci Kurangi Beban Sampah di Kota Tangsel

Kabar6-Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan (DLH Tangsel) mencatat pengurangan sampah melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sudah mencapai 13,3 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala DLH Tangsel, Toto Sudarto kepada Kabar6.com melalui keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, pengurangan sampah mulai dari sumber merupakan tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. “TPS 3R adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang sampah pada skala kawasan atau komunal,” ungkapnya.

Saat ini, Toto menjelaskan, pegelolaan sampah TPS 3R agar ditekankan untuk melibatkan masyarakat sekitar. Dengan melibatkan masyarakat, dirinya berharap, dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar yang berpenghasilan rendah.

“Tidak dipungkiri juga kesadaran masyarakat Indonesia dalam memilah sampah dari rumah sangat rendah, oleh karenanya kehadiran TPS 3R diharapkan dapat membantu proses pengolahan sampah kawasan sehingga sampah bisa didaur ulang dan mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” terangnya.

Toto mencatat, saat ini sudah ada 41 unit TPS 3R di Kota Tangsel yang tersebar di 7 kecamatan, diantarnya adalah 3 unit di Ciputat Timur, 9 unit di Ciputat, 3 unit di Pondok Aren, 6 unit di Serpong, 1 unit di Serpong Utara, 7 unit di Setu, dan 12 unit di Pamulang.

“Sampah yang dikelola TPS 3R mencapai 107 ton per hari. Pengurangan sampah melalui TPS 3R sudah mencapai 13,3 persen dari timbulan sampah Kota Tangerang Selatan,” paparnya.

Kabar6.com
Komunitas warga yang tergabung dalam Bank Sampah di Pamulang.(ist)

Toto menjelaskan, pihaknya sangar mendukung program TPS 3R melalui penyediaan sarana dan prasarana kegiatan, pemeliharaan dan renovasi gedung, pemeliharaan mesin dan kendaraan bermotor, serta pendampingan melalui tenaga pendamping TPS 3R.

Diungkapkannya, sarana dan prasarana yang disediakan diantaranya berupa baju kerja, sepatu boot, sarung tangan, masker, desinfektan, ember, sekop, congkrang, garukan, gerobak roda satu, gerobak angkut sampah, motor roda tiga, pembuatan bata berongga untuk pengomposan, dan sebagainya. Selain itu, DLH juga membeli kompos hasil proses pengomposan TPS 3R untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai TPS 3R dan memberi insentif gaji untuk pemilah sampah TPS 3R.

“Kedepannya DLH akan meningkatkan kinerja TPS 3R dengan terus memfasilitasi kebutuhan TPS 3R dan membangun TPS 3R di lokasi yang belum memiliki pengelolaan sampah kawasan. Dengan peningkatan kinerja dan jumlah TPS 3R, diharapkan jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang akan menurun secara signifikan,” tuturnya.

Sementara itu secara terpisah, pengelola TPS 3R Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Aan Bule menerangkan, dampak adanya TPS 3R yaitu mengurangi pembuangan sampah ke TPST Cipeucang, dan masyarakat Pakulonan bisa produksi pupuk untuk tanaman, serta dapat mempercepat pembuangan sampah dari rumah-rumah warga.

Selain itu, secara finansial TPS 3R mampu mempekerjakan empat orang warga yang berpenghasilan rendah untuk bersama-sama mengelola sampah yang tadinya tak berharga, menjadi sesuatu yang sangat berharga dan memiliki nilai jual.

**Baca juga: Pemkot Gelar Lomba Foto Rally Explore Kota Tangerang

Maka dari itu, Aan menerangkan, dirinya sangat setuju apabila masyarakat harus melek terhadap keuntungan dari pengelolaan sampah ini, terlebih adanya potensi keuntungan jika TPS 3R sudah berjalan.

“Sangat-sangat setuju itu tujuan nya biar masyarakat paham terkait penting nya pengolahan sampah,” tutupnya.(ADV)