oleh

Tolak Proyek Gheothermal, Belasan Orang Jalan Kaki Serang-Jakarta

Kabar6-Belasan orang yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) dan mahasiswa Banten menggelar aksi jalan kaki dari Serang-Tangerang.

Rombongan ini tiba di Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Sabtu, (7/9/2019) malam.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan proyek PLTPB (Pembangkit Listrik Panas Bumi) atau Gheothermal di Desa Kuwung, Padarincang, Kabupaten Serang. “Kami berencana melakukan aksi damai di Jakarta dan menemui Menteri ESDM dan Jokowi untuk untuk melakukan audiensi dengan mereka terkait pembangunan PLTPB,” ujar
Koordinator Lapangan (Korlap) SAPAR, Hendra Wibowo.

Di Jakarta, kata Hendra, mereka juga mengerahkan masa dari Padarincang menggunakan bus.

Para pendemo ini telah berjalan kaki sejauh ratusan kilometer dimulai dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, Serang. Dari Tangerang, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju DKI Jakarta untuk menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Presiden.

Menurut Hendra, pembangunan proyek PLTPB ini sudah banyak merugikan masyarakat sekitar. Ratusan hektar hutan digusur untuk merealisasikan proyek pemerintah yang berdampak pada rusaknya lingkungan sekitar. Bahkan, kekeringan dan gagal panen di Serang dituding sebagai salah satu dampak dari proyek ini.

“Mereka tidak memikirkan nasib masyarakat padahal ini sudah sangat merugikan. Mata pencarian warga menjadi hilang, sawah gagal panen karena kekeringan. Masyarakat ini banyak yang bertani. Makannya kami sangat menolak proyek ini.”

Hendra mengaku, mereka sudah mengadukan masalah ini dan melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah hingga ke Provinsi Banten. Namun, hasilnya nihil.

**Baca juga: Kegiatan Move On di Lapas Pemuda Tangerang Diikuti 200 WBP.

“Kami sudah bertemu Wakil Gubernur Banten Andika katanya Kebijakan provinsi akan berpihak kepada masyarakat Padarincang. Tapi keesokkan harinya, proyek masih dilanjutkan. Pemda Kabupaten Serang pun sama saja mereka tidak bisa berbuat apa – apa,” kata Hendra.

Sementara itu, Mahasiswa Unis Tangerang Ronal Esya Effendi mengatakan sangat mendukung terhadap aksi yang dilakukan SAPAR. “Kami senantiasa siap bersolidaritas atas perjuangan untuk menyelamatkan alam dan kampung halaman yang ingin diberangus oleh kepentingan suatu golongan semat.” (Oke)

Berita Terbaru