Tolak Hasil Pilkada, Anggota Panwaslu di Banten Disandera

Simulasi pengamanan Pilkada 2018.(dhi)

Kabar6-Tolak hasil Pilkada Serentak 2018, anggota Panwaslu di sandera oleh kelompok salahsatu pendukung calon walikota. Bahkan beredar kabar, kantor tersebut telah dipasangi bom. Tim Jihandak dari Brimob Polda Banten pun melakukan sterilisasi.

Sedangkan dua ribu massa mengepung kantor KPU, yang tak terima dengan hasil pemungutan suara. Lantaran di curigai telah terjadi kecurangan.

Pasukan Tri Patra yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP menembakkan water Canon dan gas air mata ke kerumunan massa untuk membubarkannya. Satu orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan satu orang provokator ditangkap.

Beruntung, itu semua merupakan simulasi yang dilakukan oleh Polda Banten bersama KOREM 064/Maulana Yusuf dan Satpol PP. Dalam menghadapi huru-hara Pilkada serentak 2018 yang diikuti oleh empat daerah di Banten.

“Pesta demokrasi yang dilaksanakan secara serentak merupakan bagian yang harus kita amankan, kita harus menjamin Pilkada bisa berjalan dengan aman lancar dan sukses,” kata Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Banten, Kamis (28/03/2018).

Simulasi itu dilakukan oleh tim Tri Patra yang merupakan gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP dalam menjaga keamanan Pilkada 2018, yang di ikuti oleh 985 personil.

“Yang harus kita waspadai bersama setelah kegiatan Pilkada. Nanti kita masuk pileg, pilpres, dan eskalasi gangguan keamanan pun semakin tinggi,” terangnya.**Baca Juga: Plh Bupati: Belum Ada Pendaftaran Pegawai Honorer di Kabupaten Tangerang.

Mantan ajudan Presiden Jokowi ini pun mengaku bahwa personil gabungan bernama Tri Patra itu telah berlatih menangani berbagai persoalan pemilu, pileg dan Pilpres.

“Beberapa persiapan sudah dilakukan, upaya pencegahan, penegakan hukum, dan upaya lainnya,” jelasnya.(dhi)