oleh

Tim Ilmuwan Ciptakan Perban Bertabur Berlian untuk Kurangi Infeksi dari Bakteri Tertentu

Kabar6-Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr Asma Khalid, wakil rektor dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, mengembangkan perban luka generasi terbaru yang dapat mendeteksi infeksi dan meningkatkan penyembuhan luka bakar.

Bukan sekadar pembalut luka, melansir Sciencedaily, perban yang terbuat dari bahan sutra dan nanodiamond ini sangat mewah karena bertabur berlian. Tim ilmuwan mengklaim, bahan-bahan ini secara efektif mendeteksi suhu luka, tanda awal infeksi, mempercepat penyembuhan serta mengurangi infeksi dari bakteri tertentu.

Seorang peneliti senior bernama Profesor Brant Gibson mengatakan, perban luka ini menawarkan solusi bagi tantangan di dunia medis yang berkaitan dengan perawatan dan penyembuhan luka.

“Perawatan luka tradisional memunculkan tantangan yang signifikan bagi para dokter, yang harus secara teratur memeriksa infeksi dengan mencari tanda-tanda kemerahan, panas dan bengkak,” terang Profesor Gibson.

‘Namun, begitu tanda-tanda visual ini muncul, peradangan dan infeksi akan berkembang jauh, dan membuat terapi atau intervensi lebih menantang. Teknologi baru ini akan membantu dokter untuk mendeteksi infeksi lebih awal dan non-invasif tanpa prosedur pelepasan balutan luka yang akan menyakitkan,” tambahnya.

Sementara spesialis penanganan luka dari South Australian Health and Medical Research Institute (SAHMRI), Dr Christina Bursill, mengatakan bahwa perban luka pintar ini merupakan sebuah terobosan.

“Sebagai pengukuran suhu luka non-invasif, teknologi baru ini memberikan cara yang sangat akurat untuk memantau kualitas luka dibandingkan dengan metode penilaian visual yang sangat subjektif,” jelasnya.

Untuk menggabungkan kemampuan penginderaan panas, tim melirik material berlian yang dikenal dapat mendeteksi suhu biologis ke tingkat yang sangat tepat. ** Baca juga: Intip 5 Makanan Unik yang Disantap Astronaut

“Dengan menanamkan nanodiamonds ke dalam serat sutra menggunakan proses electrospinning, kami mampu mengembangkan perban luka alami yang dapat mendeteksi infeksi,” kata Dr Khalid.

Dipaparkan, “Kemampuan penginderaan panas membuka kemungkinan pemantauan luka tanpa kontak oleh dokter yang dapat memperoleh informasi tentang status luka dari pembacaan suhu nanodiamond.”

Penelitian ini didukung oleh Vice Chancellor Fellowship RMIT University dan ARC melalui CNPB dan hibah Linkage Infrastructure, Equipment and Facilities (LIEF).(ilj/bbs)

Berita Terbaru