oleh

Tim 11 Dorong DPRD Hadirkan Perda Pemajuan Kebudayaan

Kabar6-Sejumlah aktivis menyuarakan aspirasinya di Gedung DPRD Kota Tangerang. Mereka yang tergabung dalam Tim 11 ini mendatangi gedung wakil rakyat untuk mendorong terbentuknya Perda Pemajuan Kebudayaan demi masa depan Kota Tangerang.

Rombongan diterima oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Andri S Permana pada Rabu (5/10/2022). Andri menilai Perda ini harus segera dibentuk, jika tidak proses pembangunan di Kota Tangerang hilang arah.

Seperti yang terjadi saat ini selama pemerintahan Arief R Wismansyah – Sachrudin, mereka yang sudah memimpin selama 2 periode tersebut dinilai gagal dalam pembangunan Kota Tangerang. Bahkan disebut memprihatinkan dengan pekerjaan pembangunan yang sudah ada selama ini.

“Ada 2 perspektif yang gagal dimaknai. Anggaran Rp29 triliun dari tahun 2014 sudah jadi apa dalam pembangunan Kota Tangerang ini?,” ujar Andri dalam keterangan, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya kalau paradigmanya budaya hanya acara, tidak akan maju. Harus mengubah menjadi budaya non fisik atau perilaku.

“Budaya yang dimaksud adalah segala sendi kebudayaan. Menyangkut pembangunan infrastruktur, jangan sampai hanya sekadar ada kegiatan. Menjadi trigger landasan untuk mengukur indeks pembangunan masyarakat,” ucap politisi dari PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui selama pemerintahan Arief R Wismansyah, Pemkot Tangerang kerap menggelar banyak festival. Seperti Festival Cisadane, Festival Al Azhom, Festival Budaya dan lain sebagainya. Namun Andri menyebut kegiatan tersebut hanya sekadar seremoni belaka tanpa adanya arah yang jelas.

“Kalau paradigma kita tidak ubah, budaya harus sebagai penggerak pada perilaku Akhlakul Karimah. Bagaimana budaya menjadi penggerak ekonomi kreatif. Bagaimana budaya menjadi tolak ukur ketepatan penggunaan APBD,” kata Andri.

Sementara, Mukafi Solihin dari Tim 11 mengaku sedih dan terenyuh dengan pembangunan di Kota Tangerang. Terlebih jembatan yang berada di depan Stadion Benteng Reborn.

**Baca juga: Pemkot Tangerang Raih Penghargaan dari KASN, Sejumlah Kepala OPD Masih Dijabat Plt

Menurutnya, bangunan tersebut kerap disebut Jembatan Teletabis, karena bentuknya menyerupai bukit yang menggelembung.

“Belum melihat keterkaitan pembangunan antar bidang dan divisi. Contoh sederhana taman yang tidak ramah difabel dan Jembatan Teletabis itu. Ada 10 pokok kebudayaan bisa menjadi acuan dasar pembangunan. Ruang kebudayaan susah diakses dan bagaimana mendekatkan fasilitas itu dengan masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Miing ini. (Oke)