oleh

Tiba di Bandara Soetta Lukas Enembe Lewat Jalur Khusus

Kabar6-Pesawat yang ditumpangi Gubernur Papua, Lukas Enembe, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pukul 20.45 WIB. Ia digelandang menuju gedung KPK tidak lewat jalur seperti pada umumnya penumpang.

Informasi yang diperoleh awak media, mobil untuk mengangkut Lukas Enembe langsung masuk ke apron atau tempat parkir khusus pesawat. Ia tidak lewat terminal penumpang.

“Tidak keluar lewat Terminal Kargo Timur lagi, mereka lewat jalur lain,” kata Sanusi (bukan nama sebenarnya, pegawai di Terminal Kargo Bandara Soetta, Selasa (10/1/2023).

**Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke KPK Diduga Korupsi

Diduga rombongan aparat yang membawa Lukas Enembe Lewat jalur khusus. Akses itu dapat langsung menuju arah ke Jakarta tanpa melewati terminal penumpang.

Terpisah, Kasatlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya hanya melaksanakan pengamanan rutin terkait dengan kedatangan Lukas Enembe di Bandara Soekarno-Hatta.

“Lebih jelasnya silahkan langsung ke Humas KPK,” kata Bambang. Ia menambahkan, pihaknya melakukan pengawalan melalui Terminal Kargo. Namun untuk keluarnya memang melewati jalur lain dari kedatangan awal. “Intinya arah Jakarta Alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Diketahui, Lukas Enembe dari Papua menggunakan Maskapai Trigana Air, kemudian transit di Manado sebelum menuju Jakarta. Lukas terbang dari Manado menuju Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Lion Air JT3749 sekira pukul 18.59 WIB, dan akan tiba sekira pukul 20.41 WIB.

Lukas Enembe terjerat kasus korupsi sejumlah proyek pembangunan di Papua. Pada Kamis 5 Januari 2023 lalu, KPK mengumumkan tersangka pemberi suap proyek pembangunan infrastruktur di Papua, yaitu pemilik PT Tabi Bangun Papua, Rijanto Lakka.

Lukas disebut menerima uang Rp 1 miliar agar memenangkan PT Tabi Bangun Papua. Selain itu, Lukas Enembe bersama sejumlah pejabat lainnya diduga menerima fee 14 persen dari nilai proyek setelah dilakukan pemotongan pajak. Proyek tersebut adalah tiga proyek pembangunan infrastruktur jangka panjang di Papua senilai Rp 41 miliar.(yud)

 

Print Friendly, PDF & Email