oleh

Ternyata, Keahlian Matematika Anda Berpengaruh Terhadap Kesehatan Fisik & Finansial

Kabar6-Sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit saat duduk di bangku sekolah, matematika ternyata sangat penting tidak hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga finansial Anda.

Dalam dua penelitian, melansir Womantalk, para peneliti menemukan bahwa kunci sukses dalam keuangan dan menghadapi penyakit yang kompleks adalah kecocokan antara kemampuan matematika seseorang dengan seberapa nyaman dan meyakinkan orang tersebut menggunakan keterampilannya.

Seorang profesor psikologi di University of Oregon bernama Elen Peters mengatakan, kurangnya kepercayaan diri seseorang dalam numerik pada dasarnya dapat menghapus sebagian besar keuntungan yang dimiliki seseorang dengan keterampilan matematika yang baik.

Dalam kedua studi tersebut, peserta mengambil tes yang mengukur kemampuan matematika objektif mereka. Selain itu, mereka juga mengisi kuesioner yang mengukur seberapa percaya diri peserta dalam menggunakan angka.

Mereka yang mendapat skor tinggi dalam kemampuan matematika melaporkan merasa nyaman dengan kemampuan mereka dengan angka. Hal yang paling penting, kelompok ini juga cenderung lebih bertahan ketika dihadapkan pada tugas yang membosankan atau sulit.

Dalam studi pertama, para peneliti menyelidiki hasil keuangan di antara 4.572 orang Amerika yang berpartisipasi dalam Understanding America Study, yang dijalankan oleh University of Southern California.

Peserta melaporkan berbagai hasil keuangan, seperti utang kartu kredit, investasi, dan apakah mereka memiliki pinjaman gaji. Hasil menunjukkan, interaksi antara skor matematika objektif peserta dan kepercayaan numerik mereka meramalkan seberapa baik mereka dalam finansial.

Studi kedua melibatkan 91 pasien di Wexner Medical Center di Ohio State yang dirawat karena lupus. Diketahui, lupus tidak memiliki obat, tetapi intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikannya.

Namun dibutuhkan keterampilan matematika yang baik untuk menavigasi penyakit, seperti memahami risiko dan manfaat obat, menggunakan dosis obat yang benar dan memilih asuransi kesehatan yang baik.

Tetapi yang sama pentingnya, karena ini adalah penyakit kronis, pasien harus bertahan menggunakan keterampilan matematika ini seumur hidup untuk mematuhi beberapa pengobatan berjangka waktu, menavigasi perubahan dosis dan mengadopsi perilaku sehat.

Hasil penelitian menunjukkan, interaksi antara keterampilan matematika objektif pasien dan kepercayaan numerik mereka terkait dengan bagaimana dokter mereka menilai aktivitas penyakit, seperti ruam baru atau kejang.

Mereka yang memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang tinggi menunjukkan aktivitas penyakit yang lebih sedikit daripada mereka yang memiliki keterampilan tetapi tidak percaya diri. Tetapi hasil terburuk datang kepada mereka yang berpikir mereka hebat dalam matematika, tetapi sebenarnya tidak.

Di antara mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, pasien yang pandai matematika hanya memiliki peluang tujuh persen untuk memiliki kejang dan ruam dibandingkan dengan 44 persen yang memiliki keterampilan matematika rendah.

“Jika Anda memiliki kemampuan matematika yang rendah dan kepercayaan diri yang tinggi, Anda mungkin akhirnya membuat kesalahan yang tidak Anda pahami. Anda tidak meminta bantuan orang lain karena Anda pikir Anda tidak membutuhkannya, sehingga Anda berakhir dalam kondisi yang lebih buruk,” kata Elen.

Lantas, berapa banyak orang yang tidak cocok antara kemampuan dan kepercayaan diri mereka? Dalam dua studi ini, 18-20 persen memiliki keterampilan matematika yang baik dan kepercayaan diri yang rendah.

Kemudian, 12-13 persen lainnya memiliki keterampilan matematika yang buruk dikombinasikan dengan kepercayaan diri yang tinggi. ** Baca juga: Bagaimana Cara Aman Buang Obat yang Sudah Kedaluwarsa

Kesimpulannya, pelajari kembali matematika dasar atau setidaknya meminta bantuan orang ahli ketika membuat keputusan finansial dan medis.(ilj/bbs)

Berita Terbaru