oleh

Termakan Isu Tsunami, Warga Pandeglang Panik Mengungsi

Kabar6- Bencana Tsunami Selat Banten yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu masih menyisakan trauma bagi warga Pandeglang hingga kini. Lantaran dengan mudah masyarakat mempercayai jika ada informasi yang mengaitkan akan terjadinya tsunami kembali.

Seperti halnya yang dialami oleh sejumlah warga Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Pada Minggu (12/7/2020) malam, warga hendak bersiap-siap mengungsi karena ada yang menyebar informasi akan terjadi Tsunami. Diperparah lagi disaat bersamaan gelombang air laut tengah tinggi.

Kapolsek Labuan Kompol Nono Hartono membenarkan peristiwa tersebut. Namun kondisi di masyarakat kembali normal, bahkan warga yang sebelumnya hendak mengunjungi sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Informasi yang didapat dari masyarakat Cigondang sempat sudah pada persiapan untuk mengungsi cuman sekarang sudah pada kembali lagi ke rumah masing-masing akibat dari isu,” kata Nono melalui pesan singkatnya, Minggu (12/7/2020).

Nono menilai, akibat bencana yang terjadi hampir dua tahun silam itu masih menyisakan rasa trauma bagi masyarakat, sehingga warga mudah percaya dengan isu yang belum dipastikan kebenarannya.

Nono juga menerangkan, golongan air laut di perairan Labuan memang sempat besar. Namun setelah dicek oleh anggotanya ditemukan warga yang tengah asik memancing.

“Iya, sepertinya begitu (masih trauma). Tadi juga anggota cek lokasi, malah ada yang sedang mancing. Sempet ada ombak, tapi langsung reda,”ujarnya. ** Baca juga: Mobil Dinas Diesel Setda Pandeglag Ada Belanja Busi dan Koil

Untuk itu, Warga diminta untuk tidak panik bisa mengkonfirmasi langsung kepada pemerintah jika ada informasi seperti demikian. Sebab, Nono khawatir ada pihak-pihak yang memanfaatkan ditengah kepanikan warga tersebut.

” Masyarakat tetap harus waspada, tetapi tidak boleh panik, laporkan segera kepada instansi terkait agar pengambilan sikap atau keputusan bisa terkoordinir. Waspadai juga pihak-pihak yang mungkin memanfaatkan situasi kepanikan tersebut. misalnya situasi panik akan dimanfaatkan oleh pencuri,”tandasnya. (Aep)

Berita Terbaru