oleh

Terlalu Lama Berjemur di Bawah Sinar Matahari Miliki 5 Dampak Kesehatan

Kabar6-Berjemur di bawah sinar matahari memang sangat dianjurkan, terutama selama pandemi COVID-19 ini. Selain bisa meningkatkan kekebalan tubuh, Anda juga dibuat segar saat menerima asupan matahari di jam-jam tertentu.

Meskipun demikian, terlalu lama berjemur pun tidak disarankan. Melansir Womantalk, ada sejumlah dampak kesehatan yang terjadi apabila Anda terlalu lama berjemur. Apa sajakah itu:

1. Gatal-gatal kulit
Menurut seorang dokter kulit dan instruktur klinis bernama Melissa Kanchanapoomi Levin, M.D., Anda mungkin melihat sesuatu mulai dari benjolan atau bercak bersisik sampai gatal-gatal setelah seharian di bawah sinar matahari.

Namun yang paling umum, Anda akan melihat benjolan merah atau merah muda pada lengan, dada, dan kaki. Hal ini disebabkan tubuh Anda keluar dari paparan sinar matahari setelah tidak berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama.

“Ini adalah salah satu fotodermatosis paling umum yang biasanya terjadi pada wanita berusia 20 hingga 40 tahun dan dipicu oleh paparan sinar matahari selama berjam-jam setelah lama tidak terpapar sinar matahari,” kata Dr. Kanchanapoomi Levin.

2. Rasa lelah
Menurut Shanna Levine, M.D., seorang internis di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, menghabiskan satu hari penuh di bawah sinar matahari bisa menyebabkan rasa mual serta pusing. Anda mungkin menderita kelelahan panas, suatu kondisi yang bisa muncul ketika Anda terlalu lama terkena suhu panas.

Gejala lain termasuk keringat berlebihan dan kram otot. Rasa lelah ini terjadi karena Anda mengalami dehidrasi selama berjemur. Jadi, pastikan untuk tetap minum saat Anda beraktivitas di bawah sinar matahari.

3. Phytophotodermatitis (bercak hitam pada kulit)
Dikatakan Dr. Kanchanapoomi Levin, ini adalah kondisi kulit berbentuk aneh, merah, bengkak atau lecet yang berkembang menjadi bercak-bercak hitam yang dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Seringkali sepertinya bentuk geografis yang aneh seperti cetakan tangan atau tanda tetes lurus. Ini adalah reaksi “fototoksik” dari interaksi antara sinar ultraviolet A dan bahan kimia yang disebut furocoumarin, yang biasa ditemukan pada tanaman seperti limau, buah jeruk lainnya. Jika ini terjadi pada Anda, sayangnya diperlukan penanganan dokter kulit untuk menghilangkannya.

4. Panas dingin
Tubuh Anda sudah hangat bahkan panas karena terlalu lama di bawah matahari, tetapi Anda merasakan hal yang sebaliknya, seperti seseorang menghidupkan AC dan Anda merasa dingin.

Dijelaskan Dr. Kanchanapoomi Levin, perasaan ‘dingin’ berada di bawah sinar matahari adalah AC otomatis tubuh Anda yang juga dikenal sebagai termoregulasi. “Tubuh Anda memiliki suhu inti yang ingin dipertahankan. Untuk menangkal panas di musim panas, tubuh memproduksi keringat yang menghasilkan kulit yang sejuk dan lembab, sehingga panas bisa hilang,” katanya.

5. Kulit memerah seperti alergi
Apakah kulit Anda pernah memerah bengkak pada kulit yang terpapar sinar matahari (biasanya lengan, kaki, atau dada) yang tidak bertahan lebih dari 24 jam (dan cenderung menghilang secepat kemunculannya)?

Kondisi itu adalah Solar Urticaria yang juga bisa disebut alergi sinar matahari. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi obat anti-alergi dan juga pergi ke dokter. ** Baca juga: Yuk, Hitung Kadar Gula dalam 5 Buah Ini

Jadi, berjemur di bawah sinar matahari cukup 10-15 menit saja.(ilj/bbs)

Berita Terbaru