oleh

Terlalu Banyak Terpapar Sinar UV Berikan Dampak Buruk Bagi Tubuh

Kabar6-Sinar matahari pagi sangat bermanfaat karena memberikan Vitamin D yang membantu pembentukan dan penguatan tulang. Meskipun begitu, terlalu lama terpapar sinar matahari ternyata malah berbahaya bagi kulit.

Karena itulah Anda disarankan untuk menggunakan sun protection atau tabir surya, agar membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari, yaitu UV A dan UV B, yang dapat merusak kulit.

Sebenarnya, apa itu sinar UV A dan UV B? Sinar matahari memiliki tiga3 jenis sinar radiasi yang terbagi berdasarkan panjang gelombangnya. Sinar Ultra Violet A (UV A) dengan gelombang panjang, sinar Ultra Violet B (UV B) dengan gelombang pendek, dan sinar Ultra Violet C (UV C) dengan gelombang sangat pendek.

Bila semakin pendek gelombang, maka tingkat radiasinya semakin besar dan bisa merusak kulit. UV C sendiri menjadi sinar yang paling merusak. Tapi, karena lapisan ozon Bumi bisa mencegah sinar UV C, sehingga hanya sinar UV A dan UV B yang masuk dan berbahaya bagi manusia.

Lantas, apa perbedaan UV A dan UVB ? Diketahui, 95 persen dari sinar UV yang mencapai Bumi adalah sinar UV A. Sinar ini dianggap sebagai sinar UV yang paling kuat dan mampu menembus awan serta kaca.

Sinar UV A juga dapat menyerap lebih dalam bila dibandingkan dengan sinar UV B. Bila sinar UV B hanya mencapai bagian atas lapisan epidermis, sinar UV A menyerap melewati lapisan epidermis hingga ke lapisan dermis.

Bila kulit terpapar sinar matahari terlalu lama, UV A mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan penuaan kulit. Beberapa tanda yang muncul, yakni keriput dan noda hitam bahkan bisa menyebabkan kanker.

Sementar itu, pembentukan vitamin D pada tubuh adalah hasil paparan sinar matahari yang memiliki kandungan sinar UV B. Tapi, bila terlalu lama terpapar sinar UV B akan memberikan banyak dampak negatif bagi kulit, seperti kulit merah, perih, terasa terbakar, hingga merusak melanin, sehingga membuat kulit cenderung lebih gelap.

Apa saja efek sinar UV yang berlebihan bagi kesehatan Anda berdasarkan jenisnya? Melansir alodokter berikut uraiannya:

1. Dampak sinar UV A
Sinar UV Ayang satu ini dapat menyebabkan kerusakan kulit jangka panjang. Pasalnya, sebagian besar paparan sinar matahari merupakan UV A. Sinar UV A dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan seperti keriput, penuaan kulit, dan meningkatkan risiko kanker kulit.

2. Dampak sinar UV B
Sedangkan sinar UV B meski dapat membantu tubuh mendapatkan vitamin D, juga bisa menyebabkan beberapa kondisi. Misalnya saja seperti katarak, kulit terbakar matahari atau sunburn, dan kanker kulit. Intensitas sinar UV yang satu ini akan meningkat pada daerah dataran tinggi, dekat dengan ekuator, dan pada saat tengah hari.

Lantas, bagaimana cara untuk melindungi diri Anda dari paparan sinar UV yang berlebihan?

a. Gunakan krim tabir surya dengan minimal SPF 15
Pilih tabir surya yang tertulis ‘broad-spectrum’ pada bagian kemasan. Ingatlah untuk menggunakannya 15 menit sebelum kulit Anda terpapar sinar matahari, dan gunakan kembali tabir surya setelah sekira satu jam pemakaian.

b. Jangan biarkan kulit Anda terpapar sinar matahari langsung
Selain menggunakan tabir surya, Anda juga dapat menggunakan pakaian yang tertutup untuk melindungi kulit Anda, seperti pakaian lengan panjang, celana panjang, dan topi dengan tepian lebar.

c. Hindari terpapar matahari pada waktu tertentu
Sebisa mungkin, hindarilah keluar atau terlalu lama terpapar sinar matahari pada pukul 10.00-14.00 WIB. ** Baca juga: Penelitian: Keras Kepala Bantu Seseorang Hidup Lebih Lama

d. Gunakan kacamata hitam
Sinar matahari tidak hanya dapat membahayakan kulit Anda, tapi juga mata. Jadi gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV.

Meski sinar UV dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan, bukan berarti Anda menghindari sinarnya sama sekali. Karena pada dasarnya, sinar UV juga memiliki manfaat bagi kesehatan asalkan tidak terpapar terlalu lama dan menghindarinya pada waktu tertentu.(ilj/bbs)

Berita Terbaru