oleh

Tercatat 479 Pekerja Migran Meninggal dan 169 Ribu Pulang dengan Selamat

Kabar6-Tercatat ada 479 Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal di negara tempat mereka bekerja, sejak Januari hingga akhir Oktober 2020. Sedangkan yang kembali ke Tanah Air dalam kondisi hidup sebanyak 169 ribu.

Jumlah itu terdiri dari pekerja migran yang pulang karena terlibat masalah hukum, karena pandemi Covid-19 hingga selesainya masa kerja mereka. Dari keseluruhan yang tercatat itu, terbanyak ada di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), NTT, dan NTB.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, ada 470 jenazah juga. Baik meninggal karena sakit atau bagian dari menjadi korban kekerasan.

“Kalau berbicara kantong PMI tentu ada di Jabar, Jateng, Jatim, NTT, NTB, itu daerah terbesar penempatan atau korban sindikat, Banten ada di posisi delapan kantung penempatan atau pengiriman secara ilegal,” kata Benny di BP2MI Kota Serang, Banten, Kamis, (19/11/2020).

Benny mengaku akan memperbaiki pelayanan bagi para PMI, mulai dari penyediaan lounge di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 18 Desember 2020 nanti.

Benny menginginkan di massa kepemimpinannya, tidak ada lagi buruh yang terlantar di bandara saat berangkat maupun kepulangannya. “Yang biasa dinikmati diplomatik dan petinggi negara, bisa juga dinikmati oleh pekerja migran kita. Sedang disiapkan, dikerjakan, diresmikan nanti tanggal 18 Desember oleh presiden,” ujarnya.

Menurutnya, lounge yang biasa dinikmati oleh petinggi negara dan pengusaha, selayaknya juga bisa dirasakan oleh para PMI yang menghasilkan devisa negara mencapai Rp 159,6 triliun.

Lounge itu nantinya bisa digunakan para buruh migran untuk menunggu jemputan dari keluarga atau keberangkatan para PMI. Ruang tunggu tersebut diharapkan bisa meminimalisir pemerasan yang disebut oleh Benny, biasa dilakukan oknum tertentu di bandara.

**Baca juga: Distribusi Logistik Pilkada ke Pulau, Terganggu Cuaca Dampak La Nina

|Tidak boleh ada lagi peristiwa mereka kembali ke tanah air di bandara terlantar, tidak ada tempat yang bisa mereka gunakan rehat, menunggu keluarganya menjemput, apalagi mereka mendapatkan pemerasan dari oknum-oknum tertentu di bandara, ini tidak boleh lagi,” terangnya. (dhi)

Berita Terbaru