oleh

Tantangan Paslon Pilkada Tangsel 2020 Terpilih Benahi Masalah Ini

Kabar6-Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ketiga kandidat pasangan penguasa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihadapkan pada setumpuk persoalan sistem pelayanan publik. Nantinya tugas yang bakal diemban pelik, tak semudah janji kampanye Pilkada serentak 2020.

“Susah mencari pekerjaan paling tinggi, mencapai 27 persen,” katanya saat acara webinar Rilis Hasil Survei ‘Dinamika Elektoral Pilwalkot Tangsel: Dilema Partisipasi Pemilih di Era Pandemi, Selasa (17/11/2020).

Beragam masalah krusial ini terangkum dari hasil simulasi pertanyaan survei. Persoalan besar paling menonjol berikutnya adalah harga-harga kebutuhan pokok yang mahal mencapai 14 persen.

Masalah rumit ketiga yaitu berupa penanggulangan banjir 8,8 persen. Sampah 8 persen. Kemacetan 7,5 persen. Kondisi jalan yang rusak 6,3 persen. Kemudian aspirasi penangangan masalah dampak pandemi Covid-19 yang angka persentasenya mencapai 4,9.

Kedelapan yakni masalah pendidikan yang mahal 3,7 persen. Sederet suara keluhan bernada sumbang lainnya juga telah nyaring disuarakan kalangan masyarakat sekitar.

“Otomatis masalah paling mendesak tersebut menjadi tantangan bagi rekan-rekan paslon yang nantinya terpilih sebagai kepada daerah definitif di Tangerang Selatan,” ungkap Burhanuddin.

Menurutnya, total sampling dari hasil survei yang dilakukan mulai 28 Oktober – 03 November 2020 lalu jumlahnya sebanyak 820 orang. Responden berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah. Berasal dari berbagai etnis tertentu maupun jenjang pendidikan terakhir.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Toleransi tingkat kesalahan atau margin error kurang lebih 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

**Baca juga: Pilkada 2020, Perludem: di Tangsel Lebih Menarik Ketimbang Solo dan Medan.

Burhanuddin pastikan persoalan di atas disampaikan lewat pertemuan tatap muka dengan warga pemilih di tujuh wilayah kecamatan. Proposional dimintai pendapat karena mereka punya hak untuk memilih duet paslon pemimpin Kota Tangsel periode masa bakti 2021-2024.

Sosok yang dipilih tentunya dianggap memenuhi syarat ideal sesuai dengan kriteria versinya masing-masing warga responden. “Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel,” ujarnya.(yud)

Berita Terbaru