oleh

Tak Terawat, Rumah Tua Peninggalan Belanda di Serpong Berhiasan Akar dan Lumut Kering

Kabar6-Serpong tak hanya terkenal dengan peristiwa berdarah perang lengkong. Banyak cerita lain yang bisa kita dapatkan di kecamatan dari kota pemekaran Kabupaten Tangerang tersebut. Termasuk peninggalan-peninggalan sejarah yang ada disana.

Salah satu peninggalan sejarah yang ada di Serpong terletak di Kompleks unit aneka usaha PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) kini menjadi PTP XI kampung Cilenggang.

PTP XI pada masa kolonial Hindia Belanda dikenal sebagai perkebunan karet yang luas. Kini menjadi pemukiman warga.

Menurut penuturan Ketua RT setempat Sulaeman, yang juga anak dari pegawai perkebunan pada masa colonial Belanda menjelaskan, untuk mendukung perkebunan, pihak Belanda saat itu membangun perumahan untuk pengawas perkebunan. Hingga kini masih dapat dilihat sisanya.

“Perkebunan karet disini merupakan pusat komoditi karet bagi pemerintahan Belanda. Awalnya ada 35 perkebunan di Indonesia. Setelah terjadinya nasionalisasi tahun 1950-an menjadi PTP XI dan lahan perkebunan tersisa 70.000meter akibat adanya perkembangan modernisasi kawasan di sekitaran perkebunan karet ini,” jelas RT Sulaeman, Rabu (14/8/2019).

Di era pemerintahan presiden pertama Soekarno, lanjut Sulaeman, PTP perkebunan karet menjadi soko ekonomi bagi bangsa Indonesia setelah di nasionalisasi.

Dan rumah-rumah tua yang pernah ditempati para demang Belanda menjadi saksi bisu bahwa terdapat bukti sejarah dan hebatnya perkebunan karet di Cilenggang ini.

**Baca juga: Lelang SMPN 3 Rajeg, PPKO: Pokja 4 Ngeles.

“Dalam musrembang sering saya sampaikan agar rumah tua di kawasan ini menjadi cagar budaya kota Tangsel, dan bisa dilestarikan sehingga sejarah pra kemerdekaan yang ada di Cilenggang tidak pernah pudar di telan zaman, mengingat rumah milik demang Belanda kian rusak berat banyak akar pohon menjuntai,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, rumah-rumah tua milik demang Belanda saat ini membutuhkan perhatian dari pemerintah setempat.(Aji)

Berita Terbaru