oleh

Tak Bisa OP, Disperindag Lebak Sambut Baik Subsidi Minyak Goreng

Kabar6-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Lebak menyatakan operasi pasar (OP) menyikapi mahalnya harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa dilakukan.

Hal itu kata Kabid Perdagangan Disperindagpas Lebak Dedi Setiawan karena tidak adanya minyak goreng di gudang Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang.

“Sebenarnya kami sudah berkoordinasi dengan Bulog, jawaban mereka tidak ada stok minyak, jadi tidak bisa OP dilaksanakan,” kata Dedi saat dihubungi Kabar6.com, Senin (10/1/2022).

Sementara ujar Dedi, OP yang biasanya dilakukan oleh Disperindagpas hanya untuk menstabilkan harga bahan pokok pada saat menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.

“Di luar jadwal itu kami harus berkoordinasi dengan Bulog, sayangnya stok tidak ada,” tutur Dedi.

Di tengah tak bisa melaksanakan OP, Disperindagpas menyambut baik kebijakan Pemerintah Pusat yang memberikan subsidi minyak goreng.

**Baca juga: Ratusan PKL Pasar Rangkasbitung Akan Direlokasi

Saat ini, minyak goreng kemasan Bimoli di Pasar Rangkasbitung dihargai Rp20.000 per liter dan untuk minyak goreng curah masih di harga Rp17.000.

“Kami sangat menyambut baik untuk subsidi harga minyak goreng tersebut, ini sangat baik bentuk perhatian pemerintah membantu masyarakat, tentu kita harapkan itu,” kata Dedi.(Nda)

Berita Terbaru