oleh

Tahun Pertama MEA, UMKM di Pandeglang Bakal Jadi Penonton

Ilustrasi (bbs)

Kabar6-Memasuki tahun pertama pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sekitar 13.291 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pandeglang, diprediksi hanya hanya akan menjadi penonton.

Namun begitu, sejumlah jenis industri diprediksi bakal mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Produk-produk tersebut, antara lain sentra penghasil emping di Kecamatan Jiput yang selama ini telah memenuhi permintaan ke luar daerah bahkan luar negeri. Selain itu, Opak serta tikar pandan juga dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di MEA.

“Mungkin dari produk tertentu ada yang sudah siap bersaing seperti emping di Jiput. Mereka kan sudah bisa ekspor. Adapun yang lain-lain seperti home industri seperti sepatu dan tas, sepertinya belum bisa bersaing dengan luar, karena mereka butuh permodalan yang cukup besar. Mereka belum siap memenuhi permintaan dari luar,” kata Rafiudin, Kepala Seksi Bina UMKM Diskoperindag Kabupaten Pandeglang, Senin (11/1/2016).

Menurut Rafiudin, Diskoperindag saat ini memilih untuk fokus memberi pembinaan kepada pelaku UMKM agar mereka dapat meningkatkan produksi dan kualitas produk unggulannya.**Baca juga: Oknum Wartawan Bantah Peras KKM Pandeglang Rp10 Juta.

Lebih dari itu, pemberian wawasan dan mengubah pola pikir pelaku UMKM juga menjadi sasaran utama Diskoperindag untuk memotivasi mereka menghasilkan karya yang berkualitas.**Baca juga: Pemuda Pandeglang Protes Proyek Jalan Sodong – Kadumula.

“Mereka harus menyiapkan diri untuk meningkatkan produksinya. Dan juga mengubah mindset agar tidak hanya berfikir regional, namun harus nasional bahkan internasional. Di sisi lain, Pemerintah harus memberikan solusi untuk mempermudah pemasaran produk UMKM dengan membuat sentra khusus,” ungkapnya.(zis)

Berita Terbaru