1

Hingga H-3 Lebaran, 86 Ribu Penumpang Turun di Stasiun Rangkasbitung

Kabar6-KAI Commuter mencatat pada masa angkutan Lebaran 3 hingga 7 April 2024, sebanyak 86.773 penumpang pengguna Commuter Line Jabodetabek dan Commuter Line Merak turun di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Pada periode tersebut, penumpang Commuter Line Jabodetabek yang turun di Stasiun Rangkasbitung sebanyak 68.531 orang. Sementara, penumpang Commuter Line Merak yang turun 18.242 orang

Peningkatan penumpang yang turun di Stasiun Rangkasbitung dari Commuter Line Jabodetabek dan Merak terjadi pada tanggal 6 April 2024 yakni sebanyak 23.712 orang.

“Pada Minggu (7/4) hingga pukul 13.00 WIB tercatat volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 231.802 orang. Terpantau pergerakan pengguna didominasi di stasiun-stasiun yang terletak di kawasan pusat perbelanjaan atau sentra bisnis lainnya serta stasiun di sekitar Kawasan tempat wisata. Sementara itu di Stasiun Rangkasbitung sebagai stasiun transit untuk pengguna Commuter Line Merak, tercatat 9.558 orang,” kata Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya, Minggu (7/4/2024).

**Baca Juga: Polsek Pondok Aren Bubarkan Gerombolan Remaja Hendak Perang Petasan

Peningkatan terjadi pada pengguna Commuter Line Merak. Jika sebelum libur Lebaran pada Jumat, (5/4) KAI Commuter mencatat volume Commuter Line Merak sebanyak 11.098 orang. Sedangkan pada Sabtu (6/4) tercatat sebanyak 11.934 orang.

“Angka tersebut lebih besar 4% jika dibanding rata-rata volume pengguna hari libur pada minggu kemarin,” katanya.

Pada masa angkutan Lebaran tahun ini, mulai 3-9 April 2024, KAI Commuter bersama Dirjen Hubungan Darat Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Fery (Persero) melakukan penyesuaian operasional layanan Commuter Line Merak untuk mendukung pengaturan lalu-lintas di Kawasan Pelabuhan Merak.

“Pada periode tersebut layanan perjalanan Commuter Line Merak perjalannya hanya sampai Stasiun Cilegon. Bagi pengguna Commuter Line Merak yang akan menuju Stasiun Merak atau ke area Pelabuhan Merak, bisa menggunakan transportasi lanjutan yang disediakan di Stasiun Cilegon secara gratis,” terang Anne.(Nda)

 




Groundbreaking Stasiun Rangkasbitung Direncanakan 30 Oktober, Perlintasan Sebidang Hanya untuk Pejalan Kaki

Kabar6-Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate di Kabupaten Lebak direncanakan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, kemarin, mensosialisasikan pembangunan Stasiun Rangkasbitung yang nantinya akan menampung sekitar 80 ribu penumpang setiap hari.

Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak Ajis Suhendi menyebut, groundbreaking stasiun akan dilakukan pada akhir Oktober ini.

“Rencananya tanggal 30 Oktober oleh Pak Menhub. Pembangunannya direncanakan sampai Agustus 2024,” kata Ajis kepada Kabar6.com, Kamis (26/10/2023).

Selama pembangunan berjalan, perlintasan sebidang Jalan RT Hardiwinangun-Jalan Tirtayasa bakal ditutup kembali. Hanya pejalan kaki yang diberikan akses untuk melintasi perlintasan.

“Kenapa itu ditutup dan hanya diberi akses orang melintas, karena pembangunan stasiun include dengan JPO didalamnya untuk mengakomodir pejalan kaki dari dan ke stasiun-pasar,” jelas Ajis.

Sosialisasi yang telah dilakukan diharapkan akan berdampak pada pembangunan yang berjalan lancar dan sesuai rencana.

**Baca Juga: Pedagang di Lebak Bongkar Paksa Penutup Akses Jalan Menuju Pasar dan Stasiun Rangkasbitung

Sebelumnya, penutupan perlintasan sebidang Jalan RT Hardiwinangun/Jalan Tirtayasa menuai protes dari masyarakat dan pedagang. Penutupan perlintasan itu diprotes lantaran menutup akses masyarakat yang akan masuk dan keluar pasar-stasiun Rangkasbitung.

Protes lalu berujung pada pembongkaran paksa pagar penutup perlintasan sebidang oleh massa pada Kamis, 10 Agustus 2023 lalu.

“Kami enggak minta macam-macam hanya minta akses jalan dibuka saja, kan ini mah jalan umum jalan rakyat bukan jalan perusahaan,” kata Ani salah seorang pedagang ikan di Pasar Rangkasbitung.(Nda)




Pedagang di Lebak Bongkar Paksa Penutup Akses Jalan Menuju Pasar dan Stasiun Rangkasbitung

Kabar6-Ditutup oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta DJKA bersama Pemerintah Kabupaten Lebak, pagar penutup perlintasan sebidang di Jalan RT Hardiwinangun/Jalan Tirtayasa Rangkasbitung, dibongkar paksa pedagang, Kamis (10/8/2023).

Mereka kecewa dengan sikap pemerintah daerah dan DJKA yang tetap bersikukuh menutup secara permanen perlintasan kereta api yang menjadi akses jalan warga menuju pasar dan stasiun Rangkasbitung tersebut.

“Kami enggak minta macam-macam hanya minta akses jalan dibuka saja, kan ini mah jalan umum jalan rakyat bukan jalan perusahaan,” kata Ani salah seorang pedagang ikan di Pasar Rangkasbitung.

Diakui Ani, sejak akses jalan itu ditutup, pendapatannya sehari-hari berkurang cukup signifikan. Hal tersebut imbas dari sepinya pengunjung karena harus memutar melalui jalan lain.

“Pembeli harus jadi pada muter dan mereka enggak mau, karena bayar ini bayar itu. Jadi yang kami mohon cuma akses masuk itu dibuka,” ucap Ani.

Rohmat pedagang lainnya menuturkan, pembongkaran paksa tersebut buntut kemarahan warga dan pedagang yang saat berunjuk rasa di Gedung DPRD Lebak beberapa hari lalu merasa dijanjikan bahwa akan dibuka akses untuk pejalan kaki.

Namun nyatanya, pemerintah dan DJKA tetap pada keputusannya menutup perlintasan tersebut dengan berbagai alasan.

“Ini karena pemerintah tidak memberikan kesempatan untuk membongkar agar ada ruang pejalan kaki. Kerena enggak ada kejelasan makanya kami membongkar, kasihan kami para pedagang,” katanya.

**Baca Juga: Dewan Minta Akses Menuju Pasar Rangkasbitung yang Ditutup segera Dibuka untuk Pejalan Kaki

Asda II Pemkab Lebak Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ajis Suhendi, usai rapat dengan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyampaikan, penutupan perlintasan yang secara otomatis menutup akses jalan menuju pasar dan stasiun Rangkasbitung tetap berlanjut.

“Setelah melihat data yang ada, di mana ada kekhawatiran tingkat pengunjung ke pasar berkurang tapi dari seminggu sebelum dan sesudah penutupan justru mengalami kenaikan hampir 150 persen, begitu juga dengan pengguna kereta api yang mengalami kenaikan. Maka dari itu kami bersepakat agar tetap dilakukan penutupan,” kata Ajis, Rabu (9/8/2023).

Pemkab Lebak maupun DJKA juga tidak bisa mengabulkan usulan agar masyarakat pejalan kaki bisa tetap masuk-keluar pasar dan stasiun dengan melewati perlintasan tersebut.

“Iya ada aspirasi misalkan bisa melintas untuk pejalan kaki, tapi terus terang kami tidak bisa menjamin. Karena selama ini pun dengan keadaan perlintasan itu lansiran terhambat, dan memang aspek keselamatan yang juga menjadi pertimbangan kami,” jelas Ajis.

Ditanya soal para pedagang di sepanjang Jalan RT Hardiwinangun dan Jalan Ki Maklum (Gang Kibun) yang kena imbas dari penutupan perlintasan tersebut, Ajis meyakini kebijakan pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate saat ini akan punya dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Basisnya ini untuk kepentingan yang lebih besar. Kalau pembangunan stasiun ini sudah rampung, saya yakin yang pasti akan merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar. Kami yakin dan percaya ini hanya butuh penyesuaian saja,” terang Ajis.(Nda)




Muncul Spanduk Penolakan Penutupan Jalan Menuju Pasar dan Stasiun Rangkasbitung

Kabar6-Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta menutup perlintasan sebidang Stasiun Rangkasbitung di Jalan RT Hardiwinangun/Jalan Tirtayasa, Minggu (31/7/2023).

Penutupan perlintasan kereta api yang dilewati banyak masyarakat untuk menuju pasar dan stasiun Rangkasbitung tersebut dilakukan secara permanen dalam mendukung pembangunan Stasiun Rangkasbitung sekaligus harapan Pemkab Lebak yang menginginkan akses keluar masuk hanya satu pintu melalui Jalan Sunan
Kalijaga.

Akan tetapi, beberapa hari pasca penutupan tersebut, muncul spanduk penolakan ditutupnya perlintasan karena berimbas pada tertutupnya akses jalan menuju pasar dan stasiun.

Dilihat Kabar6.com, Jumat (4/8/2023), spanduk tersebut terpasang di seng yang dipakai untuk menutup perlintasan baik dari arah Jalan RT Hardiwinangun maupun dari arah pasar atau Jalan Tirtayasa.

Tidak kurang ada puluhan tanda tangan yang dibubuhkan di dalam spanduk penolakan tersebut.

“Kami para pedagang di Jl RT Hardiwinangun & Jl Ki. Maklum (Gang Kibun) Menolak Keras Penutupan Jalan Menuju Pasar dan Stasiun Pasar Rangkasbitung,” bunyi tulisan di spanduk tersebut.

**Baca Juga: LRT & KCJB Salah Desain, Kemubaziran dan Berpotensi Pidana

“Dipasang sama pedagang dan warga belakang dekat sini,” kata Joni salah seorang pedagang di Jalan Hardiwinangun kepada Kabr6.com.

Kata Joni, penutupan perlintasan itu justru menjadi masalah berat bagi para pedagang. Penghasilan mereka anjlok karena sepi pembeli efek Jalan Hardiwinangun tak lagi ramai oleh lalu lalang orang.

“Iya orang yang mau ke pasar atau stasiun dan sebaliknya kan sekarang udah enggak lewat sini lagi, tapi harus ke Kalijaga. Bukan cuma pedagang, tapi juga tukang ojek juga sepi penumpang,” ungkap Joni.

Joni maupun pedagang yang lain berharap akses bagi pejalan kaki untuk menuju pasar tetap dibuka.

“Kalaupun memang enggak boleh untuk kendaraan, tapi minimal kasih lah ruang
untuk yang berjalan kaki,” harapnya.(Nda)




Rencana Penutupan Perlintasan JPL, Dewan Minta Akses Masuk Stasiun Rangkasbitung Ada 2 Pintu

Kabar6-Perlintasan sebidang jalan perlintasan langsung (JPL) di Jalan RT Hardiwinangun Rangkasbitung rencananya akan ditutup.

Penutupan perlintasan JPL tersebut untuk mendukung pembangunan peningkatan Stasiun Rangkasbitung.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyebut, jika penutupan itu sejalan dengan upaya untuk mengoptimalkan Terminal Sunan Kalijaga sebagai integrasi antarmoda transportasi dengan memusatkan akses keluar masuk pengguna kereta api hanya melalui pintu yang mengarah ke Kalijaga.

Namun anggota DPRD Lebak Aad Firdaus tak setuju jika akses masuk stasiun hanya melalui satu pintu yakni di Kalijaga.

“Fungsi transportasi massal harus tetap dijaga, karena di jam kerja angka penggunanya itu sangat luar biasa, jadi akses masuk pejalan kaki ke stasiun harus tetap dua, di Timur dan Barat,” kata Aad kepada Kabar6.com, Senin (12/6/2023).

**Berita Terkait: Perlintasan JPL Hardiwinangun Ditutup, Masuk Pasar Rangkasbitung Lewat Jalan Sunan Kalijaga

Menurut Aad meski tetap dibuka akses masuk pengguna jasa kereta di pintu Barat, tidak akan mengakibatkan penumpukan kendaraan angkutan umum di dekat perlintasan sebidang Hardiwinangun yang saat ini menjadi pemandangan setiap hari.

“Kalau hanya akses masuk tidak akan lah Kendaraan kan hanya antar tidak menunggu, yang memicu crowded di sana karena kendaraan menunggu penumpang, dan juga dari Hardiwinangun ke Jalan Ki Maklum itu kan satu arah” tutur Ketua DPD Partai Perindo Lebak ini.

Yang tidak kalah penting ujar Aad, adalah bagaimana penataan alur proses keluar masuk kendaraan masyarakat pengguna jasa kereta api yang bisa bersentuhan dengan aktivitas lain di area tersebut.

“Biar semua terfasilitasi, mulai dari pengguna kereta, terminal dan pasar tidak saling terganggu. Karena sekarang ini kan kita lihat masih semerawut,” ujar Aad.

Seandainya pun masih tetap terjadi penumpukan kendaraan di dekat perlintasan tersebut, maka pemerintah daerah melalui dinas terkait harus berani menertibkan.

“Itu kan bukan jalur ngetem atau terminal, ya harus ditertibkan dong kalau terjadi penumpukan di sana, jangan dibiarkan,” katanya.(Nda)

 




Stasiun Rangkasbitung Diharapkan Bisa Jadi Landmark Kota

Kabar6-Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak Yosep Mohamad Holis menyebut, pemerintah daerah berkepentingan terkait dampak maupun manfaat dari Stasiun Rangkasbitung Ultimate yang akan dibangun.

Yosep mengatakan, selain melayani kebutuhan transportasi masyarakat dari Jabodetabek-Rangkasbitung maupun sebaliknya, Stasiun Rangkasbitung Ultimate yang ke depan bakal memiliki bangunan dan kapasitas lebih besar juga diharapkan jadi tempat promosi pariwisata Kabupaten Lebak.

“Termasuk menyediakan pusat informasi pariwisata dan ada beberapa tempat bagi para pelaku UMKM agar produk-produk lokal Lebak bisa hadir di sana,” kata Yosep kepada Kabar6.com, Kamis (8/6/2023).

“Secara umum Ibu Bupati ingin menjadikan Stasiun Rangkas dan sekitarnya menjadi landmark Kota Rangkas agar in line dengan visi pariwisata,” tambah dia.

Melihat dari beberapa indikator, menurut Yosep, masukan dan harapan Pemkab Lebak telah diakomodir oleh pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Pertama dari desain stasiun terakhir yang mereka rilis sudah mengakomodir kearifan lokal, bentuk dan motif stasiun dengan melibatkan motif-motif dinding dengan batik Lebak. Kemudian bentuk gerbang menyerupai leuit Baduy, begitu juga rancangan alur keluar masuk penumpang,” paparnya.

((Baca Juga: Pemkab Lebak Terus Dorong Integrasi Stasiun Rangkas dengan Terminal Kalijaga

Kapasitas layanan dan area Stasiun Rangkasbitung akan ditambah seiring dengan pertumbuhan penumpang menuju Stasiun Tanah Abang yang semakin kian tinggi.

Dengan lokasi yang strategis dan pola operasi di wilayah Banten dan sekitarnya, juga melayani rute menuju Merak, dan nantinya terkait dengan rencana reaktivasi rute Rangkasbitung-Labuan membuat Stasiun Rangkasbitung akan menjadi stasiun hub atau stasiun sentral.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus Gagok Pudjiono, saat ekspose rencana perluasan pembangunan Stasiun Rangkasbitung, di Gedung Setda Lebak, Rabu (22/6/2022), menyampaikan, perluasan akan dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama pada tahun ini akan dilakukan perbaikan rel, dan pembangunan stasiun pada tahap dua di tahun 2023-2024.

“Tahap satu pembangunan peronnya, yang temporary sekarang bisa permanen. Secara keseluruhan pembangunan terdiri dari 9 track terdiri dari 3 jalur stabling atau jalur parkir kereta, 2 jalur untuk KRL, 2 jalur KA Lokal, dan 1 jalur Depo,” papar Redo.(Nda)




Beda Dewan dan Pemda soal Akses Keluar-Masuk Penumpang di Stasiun Rangkasbitung

Kabar6.com

Kabar6-Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Aad Firdaus, menyarankan, terdapat dua akses masuk penumpang di Stasiun Rangkasbitung, yaitu, melalui pintu barat dari Jalan RT Hardiwinangun, dan pintu timur di Jalan KH Atim dekat dengan Terminal Sunan Kalijaga.

“Saya berharap akses masuk penumpang bisa dari pintu timur dan barat. Nah tapi untuk keluar hanya dari pintu timur,” kata Aad kepada Kabar6.com, Minggu (3/7/2022).

Aad mengatakan, jika akses masuk hanya tersedia di pintu timur seperti yang diinginkan pemerintah daerah (Pemda), maka menyulitkan masyarakat pengguna jasa kereta api yang datang dari arah Jalan RT Hardiwinangun.

“Iya jadi memudahkan masyarakat juga, yang datang dari arah Hardiwinangun dan sekitarnya bisa lewat pintu barat, dan yang dari Sunan Kalijaga bisa masuk dari pintu timur,” ujar politisi Politisi Partai Perindo ini.

Tentu saja untuk mengatasi kesemrawutan di akses menuju pintu barat, Aad meminta pemerintah daerah melakukan penataan dengan penegakkan aturan.

“Ya pemerintah daerah harus melakukan penataan di titik-titik akses masuk-keluar agar alur ini lancar dan nyaman,” ucapnya.

Ini berbeda dengan keinginan pemerintah daerah yang meminta supaya akses keluar-masuk penumpang hanya satu pintu.

Akses keluar-masuk penumpang KRL yang kini di pintu barat diharapkan bisa dialihkan ke sebelah timur bersama penumpang Kereta Api Lokal.

**Baca juga: Hari Bhayangkara, Pemohon SIM Lahir 1 Juli di Lebak Bebas Biaya PNBP

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak Rully Edward, menjelaskan, keluar-masuk penumpang di stasiun hanya satu pintu bertujuan dalam rangka konektivitas antar moda. Penumpang yang keluar dari stasiun bisa langsung naik angkutan umum di Terminal Kalijaga.

“Kita tahu sebelah sini dekat Terminal Sunan Kalijaga tetapi kenapa penumpang tidak keluar lewat sini, tapi malah lewat sana (Dekat pintu kereta). Kan tahu sendiri sebelah sana di pintu kereta sangat-sangat chaos,” kata Rully beberapa waktu lalu.(Nda)




BTP Jakban Pelajari Usulan Pemkab soal Akses Keluar-Masuk Penumpang di Stasiun Rangkasbitung

Kabar6.com

Kabar6-Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta & Banten (Jakban) akan mempelajari usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar akses keluar-masuk penumpang di Stasiun Rangkasbitung menjadi satu pintu.

“Kami pelajari dulu, yang bisa diakomodir apa saja,” kata Kepala BTP Wilayah Jakban, Rode Paulus Gagok Pudjiono, saat penyampaian rencana pembangunan Stasiun Rangkasbitung, Rabu (22/6/2022).

Rode mengatakan, yang disampaikan BTP adalah kondisi saat ini, bukan mendesain akses keluar penumpang.

“Jadi kami belum bisa memberikan jawaban, kami pelajari dulu kami inventarisasi,” ucapnya.

Menurut Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Lebak, Ajis Suhendi, akses keluar-masuk menjadi satu pintu yakni dekat Terminal Sunan Kalijaga diharapkan bisa diakomodir.

**Baca juga: Bulan Imunisasi Anak Nasional di Lebak Ditarget Agustus

Ini masih menjadi PR pemerintah daerah untuk mengatasi kesemrawutan di Jalan Tirtayasa menuju akses pintu keluar-masuk penumpang di stasiun.

“Parkir milik KAI juga akan lebih optimal karena kendaraan harus disimpan di sana. Kalau soal akses jalan masuk mungkin nanti bisa MoU dengan KAI. Begitu juga dengan PKL, Disperindag sudah terbukti membereskan di Kalijaga,” papar Ajis.(Nda)




Stasiun Rangkasbitung Diperluas, Bisa Layani 83.000 Penumpang per Hari

Kabar6.com

Kabar6-Kapasitas Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, untuk melayani penumpang Kereta Api (KA) Lokal dan KRL Commuter Line akan ditingkatkan seiring beban stasiun yang sudah cukup berat dengan pertumbuhan penumpang menuju Stasiun Tanah Abang yang semakin tinggi.

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta dan Banten Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menyampaikan, peningkatan Stasiun Rangkasbitung akan dimulai tahun ini untuk tahap pertama, dan tahap kedua pada tahun 2023-2024.

“Untuk tahap pertama di bulan Mei, masih di dalam stasiun yang peron itu. Nanti tahap dua tahun 2023-2024 untuk pengembangan kawasan gedung,” kata Kepala BTP Wilayah Jakarta & Banten, Rode Paulus Gagok Pudjiono, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Rabu (22/6/2022).

Bangunan stasiun seluas kurang lebih 8.000 meter persegi. Dibutuhkan lahan kurang lebih seluas 3.950 meter persegi untuk pembangunan pada tahap dua

Stasiun Rangkasbitung akan memiliki 2 buah peron dilengkapi eskalator dan lift. Nantinya ada 9 track, terdiri dari 3 jalur stabling, 3 jalur KRL, 2 jalur KA Lokal, dan 1 jalur Depo.

“Peningkatan kapasitas stasiun untuk melayani KA Lokar dan Commuter dari 26.000 ke 83.000 orang per hari,” ucap Rode.

Pembangunan tahap dua juga dalam ranga peningkatan keselamatan untuk menghilangkan penyeberangan penumpang dan perlintasan sebidang.

“Juga mendukung reaktifasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang,” ujar dia.

**Baca juga: Strategis, Rangkasbitung Bakal Jadi Stasiun Sentral di Banten

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terkait lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan di tahap dua.

“Supaya pelaksanaan pembangunan bisa segera dilaksanakan dan bisa selesai dalam waktu dekat. Selama penertiban lahannya belum siap ya sama seperti yang kita rencanakan pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini tidak akan terwujud,” katanya.(Nda)




Pemkab Lebak Berharap Keluar-Masuk Penumpang di Stasiun Rangkasbitung Satu Pintu

Kabar6.com

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berharap penumpang kereta yang keluar-masuk di Stasiun Rangkasbitung hanya melalui satu pintu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak Rully Edward, mengatakan, pemerintah daerah menginginkan seluruh penumpang yang keluar-masuk stasiun hanya melewati pintu barat.

“Kita tahu sebelah sini dekat Terminal Sunan Kalijaga tetapi kenapa penumpang tidak keluar lewat sini, tapi malah lewat sana (Dekat pintu kereta). Kan tahu sendiri sebelah sana di pintu kereta sangat-sangat chaos,” kata Rully bersama Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana usai bertemu dengan Kepala Stasiun Rangkasbitung, Senin (6/6/2022),

Rully menerangkan, keluar-masuk penumpang di stasiun hanya satu pintu bertujuan dalam rangka konektivitas antar moda. Penumpang yang keluar dari stasiun bisa langsung naik angkutan umum di Terminal Kalijaga.

“Tadi kami sudah sampaikan ke pihak stasiun, tapi kami diarahkan untuk menghubungi pihak KCI dan DAOP 1. Jadi nanti kami akan bersurat lah ke beliau-beliau untuk membahas soal ini, karena ini juga dalam rangka melaksanakan perintah Kemenhub terkait konektivitas antar moda ya, antara kereta api dengan angkutan di dalam terminal” ujar Rully.

**Baca juga: Warga Keluhkan Truk Pasir Basah di Jalan Rangkasbitung-Cikande

Orok menambahkan, dari pertemuan singkat tersebut, pihak stasiun sangat menyambut baik permintaan satu pintu untuk keluar-masuk penumpang.

“Prinsipnya mereka setuju, tetapi masalahnya ada keterbatasan lahan karena memang lahan yang mereka punya tidak cukup untuk dibuat selasar pintu keluar-masuk,” katanya.(Nda)