1

Silat Lidah Saras Gugat Pilkada Tangsel 2020 ke MK

Kabar6.com

Kabar6-Sehari usai pencoblosan Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara terbuka mengakui keok. Namun yang berkembang saat ini justru sebaliknya.

“Perlu diingat bahwa pilkada ini bukan hanya milik para paslon saja. Pilkada juga milik rakyat, para partai pengusung, relawan dan simpatisan,” kata Saras kepada wartawan, Jum’at (24/12/2020) kemarin.

Catatan kabar6.com dari hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU Tangsel, total selisih angka jumlah dukungan pemilih yang diperoleh kubu permohon dan termohon sebanyak 30.425 suara atau dikisaran 5 persen.

Saras mengaku, keputusan untuk melakukan apapun pasti diambil berdasarkan berbagai hal. Upaya untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak diambil secara ringan dan bukanlah keputusan sepihak.

Ia bilang mendapatkan banyak masukan dari masyarakat terutama dari relawan dan simpatisan tentang temuan kecurangan dan pelanggaran di lapangan yang disertai bukti.

“Inilah proses demokrasi yang kita hormati dan perjuangkan. Suara rakyat patut didengar terutama jika berkaitan dengan keadilan yang harus ditegakkan,” klaim Saras.

**Baca juga: Tahapan dan Jadwal MK Tangani Gugatan Pilkada Serentak 2020.

Permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan yang ditempuh tim Muhamad – Saras pun ditanggapi santai oleh kubu pasangan calon Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan.

“Dalam Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 dijelaskan, syarat gugatan untuk Pilkada setingkat kabupaten atau kota yang mempunyai penduduk lebih dari 1 juta adalah selisih angka 0,5 persen,” timpal Ahmad, juru bicara paslon petahana.(yud)




Reaksi Nama Saras dalam Pusaran Skandal Monopoli Lobster

Kabar6.com

Kabar6- Juru bicara pasangan calon Siti Nurazizah – Ruhamaben, Diska Putri Pamungkas mendukung upaya hukum KPK ungkap skandal eksportir benih lobster. Skandal itu juga diduga menyeret Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Pilkada 2020.

“Kami mengapresiasi langkah berani KPK dalam hal ini, dan meminta agar penyelesaian kasusnya tuntas,” katanya lewat siaran pers, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, Saraswati melalui akun Youtube pribadinya mengakui dapat jatah ekspor benih lobster melalui perusahaannya, PT Bima Sakti Mutiara. Ia telah mengklarifikasi mendapatkannya melalui aturan yang sah.

“Lantas menjadi pertanyaan besar apakah seluruh prosedurnya dilaksanakan secara benar dan sah atau tidak,” ujar Diska.

Ia lanjutkan, pihaknya mendukung tindakan KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Siapa yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

**Baca juga: Ditangkap di Bandara Soetta, Menteri KPP Edhy Prabowo Tersangka.

Terpisah, ketua tim pemenangan pasangan calon Muhamad – Saras, Wanto Sugito menegaskan bakasus monopoli lobster tidak ada kaitan dengan kubunya. Nama Saras selama tercantum hanya di media massa saja.

“Jalan terus kanvasing, door to door tetap sapa rakyat,” ungkap Wanto. Ia pun menyerahkab penanganan kasus tersebut ke lembaga antirasuah.

“Saraswati orang bersih, top, merakyat. Engga ada kaitanya pokoknya,” klaim Wanto.(yud)