1

Disdukcapil Kota Tangerang Prediksi Jumlah Pendatang Turun Hingga 50 Persen

Kabar6-Pascaarus balik Lebaran 2024, fenomena urbanisasi di Kota Tangerang pun tak terelakan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang pun memprediksi jumlah warga pendatang di Kota Tangerang menurun hingga 50 persen

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Irman Pujahendra mengatakan, jumlah pendatang baru pasca Lebaran 2024 mencapai 1.655 jiwa. Hal ini tentunya jauh berbeda dibanding tahun 2023 jumlah pendatang mencapai 3.274 jiwa setelah Lebaran.

Ia pun mengimbau agar warga pendatang yang ingin menetap segera mengurus administrasi kependudukan di Kota Tangerang, dengan membawa surat pindah dr daerah asal (SKPWNI).

**Baca Juga:Sekda Maesyal Rasyid Sidak Kantor 4 Dinas Pasca Nasional dan Cuti Lebaran 2024

“Dengan kesadaran masyarakat pendatang mengurus administrasi kependudukan, tentunya dapat memudahkan dalam pendataan kependudukan di Kota Tangerang. Ayo, kita sama-sama tertib administrasi dengan memproses pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el di daerah tujuan, yaitu Kota Tangerang,” ujar Irman, Selasa (16/4/2024).

Tak hanya itu, Irman juga mengatakan, bagi para pendatang bisa melakukan pendaftaran keberadaannya dengan membuat KK dan KTP-el secara online melalui aplikasi sobatdukcapil.tangerangkota.go.id.

Bisa juga secara offline melalui Kantor Disdukcapil di Jalan Perintis Kemerdekaan II, RT 007/RW 003, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang atau di gerai dukcapil di Mall Tangcity, Mall Icon Walk, Mall Pelayanan Publik (MPP) dan di kecamatan setempat.

“Para pendatang hanya membawa berkas dokumen SKPWNI dari daerah asal dan melampirkan KTP-el asli pemohon, sedangkan apabila melalui online sobatdukcapil bisa pilih fitur ‘Datang WNI’,” terang Irman.(oke)




Mahfuz Sidik Prediksi Hoaks dan Ujaran Kebencian Terjadi Lompatan Besar Mulai November Ini

Kabar6-Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perlu menginisiasi pembentukan Satuan Gugus Tugas Khusus Keamanan Informasi Pemilu 2024.

Hal ini pelu dilakukan untuk menjaga keamanan informasi pemilu dari serangan cyber terhadap proses penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Nampaknya penyelenggara pemilu dalam hal ini, KPU dan Bawaslu perlu menginisiasi terbentuknya satu gugus khusus, yaitu Gugus Tugas Keamanan Informasi Pemilu. Gugus tugas ini tidak hanya untuk mengantisipasi hoaks, framing ujaran kebencian, tetapi dalam pengertian yang luas, yaitu menjaga keamanan informasi pemilu,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Jumat (3/11/2023).

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam diskusi ‘Dialektika Demokrasi dengan tema “Bersama Mencegah Hoaks dan Kampanye Hitam Jelang Pilpres 2024” di Media Center, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2023) sore.

Menurut Mahfuz, gugus tugas ini nantinya bisa melibatkan Dewan Pers, KPI, BSSN, Polri dan pihak terkait lainnya untuk melakukan patroli cyber dalam rangka melakukan penegakkan hukum (Gakkum) terhadap disinformasi Pemilu 2024.

“Saya khawatir banyaknya hoaks-hoaks sekarang ini akan menjadi gangguan besar pada pemilu 2024. Dan yang lebih penting kita bersama punya tanggung jawab sosial memberikan literasi kepada masyarakat. Jangan sampai kita ikut membodohi masyarakat dengan disinformasi di media sosial,” katanya.

Mahfuz menegaskan, gugus tugas tersebut diperlukan, karena regulasi kita yang mengatur dunia digital saat ini sudah tertinggal 10 tahun.

“Dunia digital ini sudah berjalan di tengah-tengah kita, dan merangsek ke semua aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan politik dalam 10 tahun terakhir secara sangat progresif,” ujarnya.

Mantan Ketua Komisi I DPR ini berpandangan bahwa, regulasi penyiaran Indonesia tidak mampu menjangkau penyebaran-penyebaran hoaks yang dilakukan oleh televisi (TV) berbasis internet.

“Sekarang ini banyak TV-TV yang platformnya internet. Ketika dia menyebarkan hoaks, siapa stakholder atau pemangku kepentingan yang bisa menegakkan regulasi, apakah Dewan Pers atau KPI, kan nggak ada sekarang,” ujar Mahfuz.

Akibat regulasi penyiaran yang tertinggal 10 tahun itu, kata Mahfuz, membuat banyaknya sampah-sampah digital, yang bisa ‘digoreng’ menjadi isu hoaks dan ujaran kebencian menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

“Ini sekarang yang menjadi rumit dan menjadi ruwet, karena memang basis regulasinya yang memang tidak lengkap,” katanya.

Dengan banyak hoaks dan ujaran kevencian bertebaran di dunia maya, menurut Mahfuz, KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara akan kesulitan untuk melaksanakan pesta demokrasi ini secara riang gembira.

“Apalagi kalau lihat diksi tentang pemilu sekarang yang telah bergeser dari pesta menjadi kompetisi atau kontestasi. Jadi dua kata diksi ini, yang selalu akrab di telinga kita saat ini” katanya.

Sehingga ketika kata diksi kompetisi dan kontestasi itu, menjadi persepsi besar tentang pemilu, maka faktor yang akan menentukan adalah seberapa kuat dan kerasnya kompetisi dan kontestasi itu, akan berlangsung di lapangan.

“Apa faktornya, menurut saya, adalah adanya power struggle (perebutan kekuasaan) yang ikut pertarungan kekuasaan di Pilpres 2024. Bobot pertarungannya akan semakin sengit, apabila dari satu kekuatan politik itu, adu power strategi. Misalnya kalau saya baca di media ada pertarungan antara Ibu Megawati dan Pak Jokowi,” katanya.

Pertarungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo ini, katanya, merupakan satu kompetisi atau kontestasi power struggle.

“Pertarungan tersebut semakin keras dalam ruang digital, maka rasanya serangan pertarungan di dunia digital ini, menjadi tidak bisa terelakan,” ujarnya.

Karena itu, tidak mengherankan apabila ada peningkatan jumlah hoaksi selama Periode Januari 2023 hingga Oktober 2024 seperti dilaporkan Kementerian Kominfo dan Mabes Polri.

“Saya prediksi pertarungan cyber melalui hoaks, ujaran kebencian akan terjadi lompatan yang sangat tajam dalam perang di dunia digital pada bulan November ini. Saya kira disinilah pentingya kita memahami, menyadari dan memitigasi, karena apa konsekuensi, resiko atau cost yang harus kita bayar secara secara kolektif bisa seperti Pemilu 2019, yakni pembelahan sosial dan polarisasi,” katanya.

**Baca Juga: Neno Warisman Gabung ke Partai Gelora dan Dukung Prabowo-Gibran, Ini Alasannya

Jika melihat tren kenaikan hoaks dan ujaran kebencian saat ini, ada beberapa hal yang melatarbelakangi. Antara lain adanya pemilih di kalangan generasi Z dan milenial yang mencapai 55 persen lebih, yang sehari-hari tidak bisa lepas media sosial atau gadget.

Sementara mereka menjadi target bidikan suara dari para calon presiden, calon wakil presiden, calon legislatif dan partai politik, serta para tim sukses.

“Mereka ini akan disuguhi disinformasi melalui media sosial mengenai power struggle, pertarungan yang keras untuk menggaet pemilih yang 50% dari generasi Z dan milenial ini,” katanya.

Ia melihat penyedia jasa hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024 ini akan hidup lagi, meskipun mereka telah pecah kongsi.

“Kita perlu hati-hati menyikapi hal ini, karena mulai ada narasi yang dikembangkan mengenai potensi kecurangan, terlepas dari situasi dan kontroversi proses politik sekarang. Ini akan menjadi opini umum, akan menjadi bumbu yang paling sedap untuk proses disinformasi di dunia digital,” katanya.

Ia mengingatkan disinformasi digital saat ini telah melibatkan kemajuan kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI) seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika ada informasi tiba-tiba Presiden Jokowi mahir berbahasa Mandarin.

“Ketika hal ini didengar saudara-saudara saya di majelis taklim di masjid, kalau Presiden Jokowi ngomong Bahas Mandarin, persepsinya bisa berbeda. Tun kan bener, dia sangat dekat dengan China, dengan Tiongkok. Tetapi beberapa hari kemudian kita lihat ternyata Presiden Jokowi juga sangat mahir Bahasa Arab, jadi bingung lagi kita,” katanya.

Artinya, penggunaan AI untuk memproduksi hoaks dan ujaran kebencian akan meningkat menjelang Pemilu 2024. Inilah yang membedakan antara Pemilu 2024 dengan Pemilu 2019 lalu.

“Jadi dari sisi produk yang dihasilkan sudah menggunakan Artificial Intelligence (AI). Produknya akan banyak menggunakan produk audio visual atau video yang mulai disebarkan di media sosial untuk merangsang, mestimulasi emosional masyarakat. Kita perlu memitigasi dan mewaspadai bersama, jangan mengambil keuntungan dari situasi ini. Ingat pembelahan politik pasca Pemilu 2019, itu cost yang kita tanggung,” pungkasnya.(Tim K6)




Prediksi Fahri Hamzah Setahun Lalu Terbukti, Koalisi Bubar Sebelum Dimulai Pendaftaran ke KPU

Kabar6-Prediksi Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah setahun lalu, yang menganalisis kalau koalisi partai politik dan pencalonan presiden, tidak bisa dipastikan, dan bahkan bisa bubar, sampai pendaftaran resmi di buka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebut saja, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), pendukung Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024, yang telah mengalami perpecahan alias bubar setelah salah satu partai pengusungnya, yakni Partai Demokrat angkat kaki dan menarik diri mencalonkan eks Gubernur DKI tersebut.

“Orang tdak percaya dengan omongan saya, hanya karena ada seseorang yang mencalonkan diri begitu dini, lalu dengan pencalonan itu dipakai untuk memaksa orang untuk mendukung dia, baik parpol maupun basis-basis masa,” tegas Fahri hamzah melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/9/2023).

Diketahui bahwa KKP yang terdiri dari Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Anies sebagai Capres di Pemilu 2024.

Sayangnya, peta berubah karena Partai NasDem dan Anies meninggalkan dua partai peserta koalisinya dalam menentukan bakal calon wakil presiden (Cawaspres)-nya, yakni mengusung Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Sontak saja, manuver Partai NasDem yang dipimpin ketua umumnya Surya Paloh dan capres Anies itu, membuat Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyoho (SBY) meradang dengan menegaskan keluar dari koalisi dan menarik dukungannya untuk Anies Baswedan.

Kekecewaan Partai Demokrat ini tentunya sangat beralasan, karena sebelumnya Anies melaui surat yang ditulisnya sendiri telah meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Partai Demokrat untuk bersedia mendampinginya sebagai Cawapres di Pilpres 2024 nanti.

Oleh karena itu, lanjut Fahri Hamzah yang juga mantan Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu, mengatakan, bahwa omong kosong kalau koalisi dan pencalonan presiden sebelum dimulai pendaftaran akan berjalan lancar, khususnya diinternal koalisi.

Karena semua itu, adalah manuver yang motifnya bukan untuk pemenangan, tetapi untuk menaikkan posisi tawar, dan mengambil keuntungan jangka pendek sebelum pendaftaran resmi dilakukan.

“Termasuk rekrutmen partai-partai dalam koalisi untuk mencukupi ‘tiket’ dan sebagianya. Itu semua omong kosong, termasuk kombinasi capres-cawapres yang diiming-imingi kepada ketua umum partai politik, itu semua omong kosong. Karena sekali lagi, pada akhirnya semua itu ditentukan tidak berbasis pada angka jumlah ‘tiket’,” katanya lagi.

Sebab menurut Fahri, kekacauan dari penerapan presidential threshold atau PT 20 persen yang dipaksakan ini, maka pertemuan partai dan koalisi-koalisi itu murni hanya untuk kepentingan sesaat, termasuk adalah kepentingan memenuhi ‘tiket’.

**Baca Juga: Deklarasikan Dukungan Partai Gelora, Anis Matta: Prabowo Pemimpin yang Kuat dan Rendah Hati

Dimana, kalau ada kawan baru yang memenuhi kepentingan ‘tiket’, sementara kawan lama terlalu banyak kepentingan dan keinginan, mereka bisa ditendang.

“Atau kalau ada kemungkinan ‘tiket’ itu dikaitkan dengan komposisi jumlah kandidat dalam kombinasi, maka ada pihak yang bsa dikorbankan atau pada akhirnya kalau para pemberi biaya alias bohir-bohir tidak sepakat dengan kombinasi itu, maka kombinasi itu bisa dibubarkan. Jadi prediksi saya setahun lalu itu murni karena saya membaca keseluruhan sistemnya. Itu sebabnya saya kecewa karena ada pemanfatan identitas di dalamnya, seperti pemanfaatan identitas agama yang seolah-olah orang itu akan seterusnya berjuang sebagai kandidat Islam, karena tidak ada lagi seperti itu,” sebutnya.

Pemimpin itu, masih kata Fahri, seharusnya beradu gagasan, bukan klaim-klaim primordial yang dia halang sejak awal, yang memberikan keuntungan kepada kandidat itu dan juga pada partai pendukungnya yang bermetamorfosa untuk mendapatkan ceruk dari basis-basis yang selama ini tidak akrab dengan dia.

“Anda tahu sendiri yang saya maksud. Tetapi intinya adalah kita sebagai rakyat pemilih jangan mau lagi dibohongi, ditipu-tipu oleh rekayasa para elite, untuk mengambil keuntungan bagi mereka pribadi. Tidak ada hubungannya dengan kepentingan dan perjuangan kita, itu hanya penggunaan simbol-simbol identitas saja. Saya kira harus dicermati dan kita baca secara cerdas untuk menyongsong Pemilu 2024 yang akan datang,” pungkas Caleg Partai Gelora Indonesia untuk daerah pemilihan atau Dapil Nusa Tenggara Barat I itu.(Tim K6)




Anis Matta Prediksi Fenomena Saling Bongkar Kasus Jelang Pilpres 2024

Kabar6-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, akan ada fenomena saling bongkar kasus atau ‘dirty job’ menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Fenomena bongkar kasus tersebut, akan mendominasi pemberitaan politik di semua media selama 6 bulan ke depan hingga Pilpres digelar pada 14 Februari 2024.

“Nanti akan kita lihat dalam sisa waktu 6 bulan ke depan sampai Pilpres, akan ada fenomena bongkas kasus yang terjadi terus menerus. Ini akan mendominasi semua berita politik, itu indikatornya sangat kuat,” kata Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/7/2023).

Pernyataan itu disampaikan Anis Matta dalam program ‘Anis Matta Menjawab’ Episode #5 dengan tema ‘Mengapa Saling Bongkar Kasus Jelang Pilpres 2024’ yang tayang di kanal YouTube Gelora TV, Senin (17/7/2023).

Program ‘Anis Matta Menjawab’ ini dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi Organisasi DPN Partai Gelora Dedi Miing Gumelar yang bertindak sebagai host.

Menurut Anis Matta, fenomena bongkar kasus jelang Pilpres 2024, karena bakal calon presiden (Bacapres) yang akan mengikuti kontestasi mengalami krisis ideologi, krisis narasi dan krisis kepemimpinan.

“Jadi kira-kira saya punya empat perspektif untuk membaca, mengapa ada fenomena saling bongkar kasus sekarang jelang Pilpres. Pertama itu, ada efek dosa, kedua ada konflik elite, ketiga sedang krisis narasi dan keempat teori Tumit Achilles,” ujar Anis Matta.

Perspektif efek dosa, kata Anis Matta, sebenarnya tidak terkait dengan proses politik atau Pilpres 2024. Sebab, Islam mengajarkan, bahwa seseorang yang melakukan dosa membuat cahaya dalam hatinya menjadi meredup, hatinya gelap dan mengeras, serta menjadi orang yang kasar, kesepian dan ketakutan.

“Sekarang coba bayangan kalau dosa itu dilakukan berjamaah. Ada satu titik dosa itu, tidak bisa ditutupi dan auratnya akan terbuka. Dan waktu Allah SWT ingin menghinakan seseorang, tidak ada yang bisa menghidarkan. Jadi kita lepaskan dulu dari proses politik, bahwa orang yang melakukan dosa pasti akan dihinakan, cepat atau lambat,” katanya.

Anis Matta lantas mengibaratkan hal itu dengan jenazah yang ingin ditutupi dengan kain kafan, ternyata tidak cukup atau tidak bisa ditutupi dengan kain kafan tersebut, karena telah dihinakan Allah SWT, akibat efek perbuatan dosa yang telah dilakukannya.

“Dalam konteks politik, itu maksudnya satu dosa yang ditutupi dengan perlindungan politik atau hukum itu, ada limit waktunya atau limit dosanya terakumulasi, pasti akan terbuka,” katanya.

Di dalam politik, lanjut Anis Matta, harusnya membawa kesadaran bahwa seseorang itu hendaknya takut kepada Allah SWT untuk melakukan perbuatan dosa, bukan takut dikejar aparat penegak hukum.

“Jadi kalau kita bicara soal efek dosa ini, dosa yang bukan diada-adakan, tapi dosanya sudah ada, tapi dikapitalisasikan secara politik. Kalau takut dikejar hukum, ya jangan melakukan dosa dan kita harus lebih banyak takut kepada Allah SWT,” katanya.

Anis Matta menambahkan, ada satu ulama yang menyatakan, bahwa para pendosa yang melakukan perbuatan dosa, hatinya akan dibutakan. Mereka dikategorikan dalam keadaan ‘mabuk’, dan jika dibiarkan akan membuat kehancuran dan kebinasaan.

“Dan ada satu titik, nanti akan diwariskan satu kehinaan oleh Allah SWT. Jadi apakah nanti ada proses politik atau tidak, ada pemilu atau ada pilpres atau tidak, siapa yang melakukan dosa akan dihinakan suatu saat nanti,” katanya.

Sedangkan perspektif terjadinya konflik antar elite ini, lanjut Anis Matta, biasanya terjadi karena tidak adanya kesepakatan antar elite, sehingga membuat mereka saling bertengkar dan membuka rahasia atau membongkar kasus masing-masing.

“Konflik antar elite ini, bukan konflik dengan rakyat seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu, yang menyebabkan konflik horizontal dan polarisasi ideologi, serta menyebabkan pembelahan, makanya banyak orang yang dipersekusi dan dikriminalisasi. Kalau ini, orangnya tidak saling berhadap-hadapan, jumlahnya tidak besar dan konfliknya senyap. Tapi tahu-tahu si fulan ditangkap, si fulan di penjara,” ungkap Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora ini berpandangan, bahwa upaya saling bongkar kasus yang terjadi di Pilpres 2024, mirip dengan yang terjadi pada Pemilu 2014 lalu, dimana ketika tu muncul kasus skandal Bank Century dan beberapa kasus besar lainnya.

**Baca Juga: Belum Punya Gagasan Kongkrit, Partai Gelora: Ini Lima Harapan dari Warganet untuk Bacapres

“Jadi orang saling bongkar kasus ini sebagai instrumennya untuk melakukan pembunuhan karakter atau menghancurkan sumber daya lawan melalui kasus-kasus,” katanya.

Dalam konflik antar elite ini, menurut Anis Matta, tidak diketahui siapa pelaku sebenarnya, sehingga akan menjadi sekedar gosip belaka.

“Kalau ada konflik di tingkat elite seperti itu, rakyat tidak tahu. Yang tahu elite-elite itu, sebab mereka saling pegang rahasia masing-masing,” katanya.

Sementara perspektif ketiga yang mengindikasikan saling bongkar kasus jelang Pilpres 2024, adalah indikator terjadinya krisis narasi atau ideologi.

“Kalau kita tidak punya senjata ideologi, ya pakai senjata lain, namanya dosa. Karena itu, dalam Pemilu 2024 nanti kita tidak bisa membayangkan akan ada satu pesta demokrasi yang cantik, yang estetika dan kelihatan keindahannya. Tidak akan ada orang yang saling menyampaikan ide-ide atau narasinya dalam perdebatan,” papar Anis Matta.

Fenomena ini, tentu saja sangat menyedihkan, karena kita sedang berada di tengah situasi krisis dunia dan diambang Perang Dunia III antar kekuatan adidaya.

Padahal situasi sekarang telah memaksa setiap negara untuk mencari peta jalan agar bisa bertahan, bahkan bisa melakukan lompatan besar yang akan mengubah tantangan menjadi peluang.

“Semua orang bingung menghadapi situasi seperti ini, karena itu tidak ada pemimpin yang hadir dengan tingkat keyakinan yang kuat. Semua orang gamang, karena orang gamang seperti itu biasanya menghindari perdebatan,” katanya.

Sehingga untuk memenangkan situasi sekarang ini, pilihan senjatanya daripada menggunakan ideologi akan lebih baik memillih dosa (dirty job).

Sebab, calon pemimpin itu tidak ada succes story yang bisa diceritakan, dan juga tidak punya mimpi besar yang bisa menyakinkan orang.

Terakhir, perspektif teori ‘Tumit Achilles’ juga akan digunakan sebagai upaya untuk saling bongkar kasus jelang Pilpres 2024. Teori ‘Tumit Achilles’ ini maksudnya adalah mencari titik kelemahan lawan agar menang Pilpres.

“Achiles itu tidak dibunuh dalam duel, dibunuhnya karena tumitnya dipanah, karena itulah titik lemahnya. Anda tidak bisa membunuh dalam duel, yang dicari itu titik lemahnya. Makanya dia memenangi peperangan, tapi dia mati. Matinya tumitnya dipanah,” jelas Anis Matta.

Jika melihat hasil survei yang dilakukan lembaga survei saat ini, ditemukan fakta bahwa ada emosi dalam setiap proses pemilihan, selain ada harapan.

“Emosi itu ada perasaan takut dan marah. Nah, dari survei-survei politik itu, bahwa di masyarakat itu, memang ketakukan lebih besar daripada harapan. Jadi maksudnya lebih gampang menggunakan efek ketakutan daripada efek harapan,” paparanya.

Efek ketakutan ini, juga digunakan dalam Pilpres di Amerika Serikat (AS). Anis Matta mengatakan, terpilihnya Donald Trump dan Joe Biden sebagai Presiden AS karena menggunakan ketakutan orang dengan pendekatan teori ‘Tumit Archiles’.

“Donald Trump menang itu, menggunakan ketakukan orang, terutama ketakutan kulit putih yang semakin menyusut dan ekonominya semakin marjinal, menjadi kelompok kelas menengah. Biden juga melakukan hal serupa, makanya Donald Trump terus menerus ditimpa kasus. Hal-hal begini tidak pernah terjadi sebelumnya, makanya Pilpres AS sekarang dikenal brutal dan kacau, karena bukan narasi harapan yang ditawarkan seperti Obama (Barack Obama), tapi ketakutan orang,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi di Pilpres AS beberapa waktu lalu, juga akan terjadi di Pilpres 2024 mendatang. Dimana setiap orang akan lebih mencari titik kelemahan lawan, daripada melihat kekuatan narasi yang ditawarkannya.

“Anda tidak akan melihat kesatria atau jagoan Anda berduel dipanggung tinju atau MMA. Yang efektif di sini justru para sniper yang tengah mencari dimana Tumit Achiles itu ada, letak kelemahan lawan. Orang tidak memunculkan kekuatannya, tetapi orang memburu kelemahan lawan,” pungkas Anis Matta.(Tim K6)




Survei LSI, Pilpres 2024 Tiga Nama Menonjol Diprediksi Dua Putaran

Kabar6-Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jajak pendapat seputar pemilihan presiden 2024 mendatang. Ada empat orang sosok paling menonjol sebagai kandidat dalam 0esta demokrasi yang bakal digelar enam bulan kedepan itu.

Jika pemilihan dilakukan saat ini, secara spontan Prabowo Subianto paling banyak dipilih 18,3 persen. Kemudian nama Ganjar Pranowo 16,2 persen. Anies Baswedan 13,1 persen serta Jokowi 6,8 persen.

“Nama lain jauh lebih rendah, sementara 38,8 persen belum memberikan jawaban,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan lewat keterangan tertulis yang diterima kabar6.com, Rabu (3/5/2023).

**Baca Juga: RSUD Kabupaten Tangerang Layani Tes Kesehatan Ratusan Caleg

Sementara pada simulasi terbuka dengan menunjukan daftar 34 nama dan boleh menyebutkan nama lainnya, Prabowo paling tinggi 26,5 persen. Kemudian Ganjar 24,9 persen. Anies 19,8 persen. Nama lain jauh lebih rendah, belum menjawab 9 persen.

Dilanjut pada simulasi tertutup Prabowo, lalu Ganjar dan Anies sementara ini merupakan tiga calon paling potensial. Prabowo dengan dukungan berkisar 27,9 – 51,7 persen. Ganjar dukungannya 27,3 – 46,7 persen. Anies 19,7 – 39,7 persen bergantung jumlah dan nama-nama dalam simulasi.

“Karena tidak ada satupun nama yang memperoleh dukungan lebih dari 50 persen dalam simulasi dukungan terhadap tiga nama teratas, maka besar kemungkinan akan dua putaran,” jelas Djayadi Hanan.

Bila terjadi putaran kedua, lanjutnya, baik Prabowo, Ganjar maupun Anies mereka masih mungkin maju. Alasannya karena elektabilitas ketiganya sangat dekat. Persaingan putaran kedua masih mungkin antara Prabowo vs Ganjar, Prabowo vs Anies, dan atau Ganjar vs Anies.

“Persaingan antarnama dan pasangan potensial calon presiden dan wakil presiden kemungkinan akan ketat, baik untuk putaran pertama maupun putaran kedua,” tutup Djayadi Hanan.

Data sampling diambil pada 12-17 April 2023. Populasi itu diambil secara random (multistage random sampling) 1220 responden.

Tingkat kesalahan (margin of error) dari ukuran sampel tersebut kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.(yud)

 

 




Prediksi Puncak Arus Balik Hingga Diskon 20 Persen di Tol Tangerang Merak

Kabar6-Puncak arus balik di Tol Tangerang-Merak diprediksi terjadi pada Minggu, 30 April 2023. Kendaraan mulai meramaikan tol milik Astra Grup itu pada 20 April hingga 01 Mei 2023.

Saat puncaknya, diperkirakan ada 174.294 unit kendaraan yang melintas di ruas tol Tangerang-Merak.

Mundurnya puncak arus balik ini diprediksi usai pemerintah mempersilahkan pegawai hingga ASN menambah masa liburnya, agar arus balik tidak bisa lebih merata.

“Perkiraan kami pemudik masih akan extend cuti setelah cuti bersama habis, mengingat 1 Mei 2023 ini tanggal merah,” ujar Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Tol Tangerang Merak, Uswatun Hasanah, Selasa (25/04/2023).

Mereka juga menghimbau agar pemudik mengatur perjalanan agar tidak datang bersamaan, sehingga menyebabkan penumpukkan di pelabuhan, jalan arteri hingga jalan tol.

Terlebih saat ini, Presiden Jokowi telah mempersilahkan karyawan menambah waktu liburnya, guna menghindari penumpukkan pemudik saat arus balik Lebaran Idul Fitri 2023.

Tol milik Astra Grup itu akan memberikan diskon 20 persen bagi pelanggannya dengan rute terjauh.

**Baca Juga: Kawal Informasi Pemilu 2024, Diskominfo Tangsel Siapkan Strategi ke Komisi 1 DPR RI

“Diskon tarif jarak terjauh yakni Cikupa-Merak sebesar 20 persen untuk semua golongan kendaraan, juga akan kembali diberikan kepada calon pemudik yang mau menunda perjalanan baliknya pada tanggal 27 April 2023 jam 06.00 wib sampai 29 April 2023 jam 06.00 wib,” ujarnya.

Ruas tol Tangerang-Merak diprediksi akan mengalami puncak arus balik Idil Fitri 1444H pada 30 April 2023. Kemudian estimasi keramaian kendaraan bakal terjadi mulai 29 April hingga 01 Mei 2023.

Selama arus mudik lebaran Idul Fitri 2023, sejak H-10 hingga lebaran kedua ada 1.665.567 unit kendaraan yang melintas, dengan trafik tertinggi mencapai 21.716 unit kendaraan keluar Gerbang Tol (GT) Merak pada Rabu, 19 April 2023. (Dhi)




Polda Banten Gelar Operasi Ketupat Maung 14 Hari

Kabar6-Polda Banten memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 2023 terjadi mulai 17-20 April 2023, kemudian arus baliknya pada 26-28 April 2023.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat Maung selama 14 hari mulai dari tanggal 18 April sampai dengan 01 Mei 2023,” ujar Wakapolda Banten, Brigjen Pol M. Sabilul Alif, dikutip Jumat (14/04/2023).

Hal itu disampaikannya pada rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Maung Tahun 2023 yang bertempat di Aula Serbaguna Polda Banten pada Rabu, 12 April 2023.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah pejabat, yakni Irwasda Polda Banten Kombes Pol Eko Kristianto, Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedy Suhartono, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Firman Darmansyah, dan diikuti oleh seluruh Forkompinda Provinsi Banten.

**Baca Juga: Jalur Mudik Pemotor Arah Pelabuhan Ciwandan Dicek Kesiapannya

Kemudian Sabilul juga menjelaskan bahwa Polda Banten menggelar 39 Pospam, 6 Posyan dan 1 Posko terpadu Merak serta Pos Pantau di jalur tol maupun arteri juga dermaga di pelabuhan, dengan total personel yang diterjunkan mencapai 1.820 orang.

“Operasi ketupat ini merupakan operasi kemanusiaan guna mengamankan salah satu kegiatan besar masyarakat, yakni perayaan hari raya Idul Fitri. Polda Banten akan lakukan pengamanan arus mudik dan arus balik, serta evakuasi fatalitas korban laka lantas,” ucap Sabilul. (Dhi)




Prediksi Kepadatan di Tol Tangerang-Merak Saat Mudik Idul Fitri 2023

Kabar6-Tol Tangerang-Merak akan mengalami kepadatan sebagai puncak arus mudik Idul Fitri 1444 H.

Kepadatan diprediksi terjadi pada Minggu 16 April 2023, dengan jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 184.984 unit per harinya. Sedangkan jumlah kendaraan yang melintas secara umum diprediksi naik dari 156.162 unit menjadi 166.588 unit untuk rata-rata hariannya atau naik 6,68 persen.

“Puncak mudik di Tol Tangerang-Merak diprediksi terjadi pada Minggu, 16 April 2023, dengan lalu lintas mencapai 184.984 kendaraan,” ujar Presiden Direktur Astra Tol Tangerang-Merak, Kris Ade Sudiyono, Selasa (04/04/2023).

Kemudian seluruh kantor Tol-Tangerang Merak juga bisa dijadikan rest area bagi pemudik, untuk beristirahat, ke toilet atau mencarger handphone nya. Daya tampung kendaraan di rest area KM 43 arah Merak, serta KM 35, tepatnya di gerbang tol Balaraja yang sudah tak terpakai, dialihfungsikan menjadi lahan parkir kendaraan pemudik.

Penambahan ruas tol Tangerang-Merak juga sudah dilakukan, tepatnya di segmen Cikande-Serang Timur, dari dua lajur menjadi tiga lajur, yang ditargetkan pada H-10 Idul Fitri 1444H sudah dapat difungsikan.

“Area parkir maupun toilet di seluruh kantor gerbang, dapat digunakan oleh pengguna jalan yang masih menunggu waktu untuk menyeberang ke pelabuhan dari Merak menuju Sumatera,” terangnya.

Pelabuhan Merak dikhususkan melayani kendaraan roda empat saja, sedangkan truk akan disebrangkan melewati Pelabuhan Pelindo di Ciwandan.

**Baca Juga: Mudik ke Sumatera dari Pelindo, Beli Tiket di Ferizy 

Jika terjadi antrian lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Merak atau Pelabuhan Merak, maka kendaraan dikeluarkan dari gerbang tol sebelumnya, yakni Cilegon Barat, Cilegon Timur, dan seterusnya. Kemudian dilakukan opsi melakukan pengaturan bukaan lajur transaksi di GT Cikupa.

Pemudik hanya bisa berada di dalam rest area selama 30 menit dan harus keluar untuk bergantian dengan yang lainnya. Ratusan toilet telah disiapkan di seluruh rest area Tol Tangerang Merak.

“Kendaraan barang (truk) yang menyeberang ke Pulau Sumatera keluar di GT Cilegon Timur melalui Pelabuhan Pelindo Ciwandan yang dimulai dari H-7. Sedangkan kendaraan penumpang keluar di GT Merak untuk selanjutnya menyeberang melalui Pelabuan Merak,” ucap Kepala Divisi Teknik dan Operasional, Samsul Chair. (Dhi)




Arus Mudik Lebaran 2023 Pelabuhan Merak Diprediksi Lancar

Pelabuhan Merak

Kabar6-Arus mudik Hari Raya Iul Fitri  2023 di Pelabuhan Merak diprediksi berjalan lancar.  Sebab kini sudah tersedia penambahan kapasitas parkir kendaraan yang akan naik ke kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Hal ini disampaikan  pihak PT ASDP Indonesia Ferry Persero, Kamis (30/03/2023), melalui General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Suharto di Merak, Kota Cilegon, Banten.

“Sekarang,  telah tersedia penambahan daya tampung parkir kendaraan sebanyak 1.000 unit kendaraan, sehingga bisa menjadi 5.000 unit kendaraan dari kapasitas lapangan parkir pelabuhan sebelumnya 4.000 unit kendaraan,” kata Suharto.

Lanjut Suharto, penambahan lahan parkir kendaraan tersebut dapat memudahkan kelancaran pemudik lebaran yang melintasi penyeberangan Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya.

“Jumlah pemudik Lebaran 2023 diperkirakan mengalami kenaikan dari 85 juta menjadi 123 juta berdasarkan laporan yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan pemantauan di Pelabuhan Merak,” jelasnya.

Terkait hal ini, operator Pelabuhan Merak menyiapkan untuk kelancaran arus lalu lintas di antaranya dengan penambahan daya tampung parkir kendaraan.

“Seperti diketahui, sebelumnya,  lapangan parkir kendaraan pelabuhan yang menampung 4.000 unit kendaraan, namun, tahun ini ditambah kapasitas daya tampung sebanyak 1.000 unit kendaraan, sehingga bisa menjadi 5.000 unit kendaraan,” ungkap Suharto.

Pihak ASDP optimistis dengan penambahan daya tampung parkir kendaraan arus mudik lebaran berjalan lancar.

Operator Pelabuhan Merak kini mengebut pembangunan penambahan lahan parkir kendaraan tersebut.

Pembangunan tambahan lahan parkir kendaraan itu dilakukan di beberapa titik di Pelabuhan Merak di antaranya depan terminal eksekutif dan bekas Kantor ASDP setempat.

“Kami menargetkan penambahan daya tampung lahan parkir kendaraan secepatnya dan bisa dioperasikan arus mudik lebaran tahun ini,” katanya.

Ia mengatakan, pihak Pelabuhan Merak kini mengoptimalkan perbaikan sarana dan fasilitas yang ada, seperti penambahan lahan parkir juga arus lalu lintas yang masuk menuju pelabuhan.

Selain itu perbaikan jalan di pelabuhan yang mengalami kerusakan.

Baca juga: Disnaker Lebak Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR H-7 Lebaran, Begini Ketentuannya

Perbaikan fasilitas dan sarana pelabuhan melibatkan otoritas Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD), termasuk pengamanan ‘ramp chek” di pelabuhan maupun di atas kapal.

Namun demikian, pihaknya juga mengimbau para pemudik Lebaran untuk mendukung kelancaran agar membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya keberangkatan.

Suharto berpesan agar para pemudik menyeberang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang dipesan dalam tiket secara ‘online’ itu.  (Red)




Rilis Terbaru, Situs Web DeathList Prediksi Ratu Elizabeth II dari Inggris Wafat Tahun Ini

Kabar6-Situs web bernama DeathList mencoba memprediksi sosok atau tokoh ternama yang akan meninggal dunia tahun ini. Salah satunya adalah Ratu Elizabeth II dari kerajaan Inggris.

Sebelumnya, DeathList juga memprediksi Pangeran Philip, Ratu Elizabeth II, meninggal dunia. Pangeran Philip yang bergelar Duke of Edinburgh ini diketahui wafat pada 9 April 2021 lalu.

Selain Ratu Elizabeth II, melansir Dailystar, sosok yang diperkirakan bakal meninggal dunia adalah aktor Dick van Dyke (97) dan diplomat Henry Kissinger, keduanya menduduki daftar teratas. Tahun lalu, DeathList berhasil memilih 12 dari 50 kematian dengan benar, termasuk mendiang Pangeran Philip. Setelah kematian Duke of Edinburgh dan masalah kesehatan Ratu, situs web ini mencatat posisi Ratu Elizabeth II naik 25 tempat ke posisi 12 saat membuat penampilan keempatnya dalam daftar.

Sementara presenter dan pembuat dokumenter, Sir David Attenborough, musisi Shane MacGowan, aktris Angela Lansbury dan mantan pembawa acara Price is Right AS, Bob Barker, semuanya tetap masuk dalam daftar dari tahun lalu. Salah satu orang terbaru dalam daftar adalah komentator rugby, Nigel Starmer-Smith (78), yang membuat penampilan pertamanya langsung di nomor enam.

Wajah-wajah baru terkenal lainnya di DeathList adalah presenter TV Bill Turnbull, politisi Italia Silvio Berlusconi, pesepakbola Pele, Sir Bobby Charlton dan Dennis Law, aktor Michael Gambon dan Bill Treacher, yang memerankan Eastender Arthur Fowler. The DeathList memilih 50 orang terkenal yang mereka yakini akan meninggal dunia sepanjang tahun.

“Kandidat harus cukup terkenal sehingga kematian mereka diharapkan dilaporkan oleh media Inggris dengan percaya diri, kandidat tidak dapat terkenal hanya karena fakta bahwa mereka kemungkinan besar akan segera mati dan hanya 25 kandidat yang dapat muncul kembali dari daftar tahun sebelumnya,” demikian tulis situs DeathList.

Pada 2021, DeathList berhasil memprediksi 12 orang akan meninggal dunia. Saat itu, Pangeran Philip menempati urutan pertama dalam daftar. Almarhum Duke of Edinburgh telah berada di Daftar Kematian total sembilan kali sebelum kematiannya.

Setelah Pangeran Philip, Betty ‘Golden Girl’ White dan aktor Dick van Dyke berada di tempat kedua dan ketiga dalam daftar. White diketahui meninggal dunia saat melewati Malam Tahun Baru. ** Baca juga: Wanita di Mesir Bunuh Diri Setelah Foto Miliknya yang Direkayasa Bugil Beredar di Medsos

Kematian lain dalam daftar pada 2021 termasuk politisi AS Bob Dole dan George P. Shultz, legenda F1 Sir Frank Williams dan Sir Murray Walker dan legenda sepak bola Jimmy Greaves.

Pahlawan COVID-19 Sir Tom Moore juga ada dalam daftar di 50 dan meninggal dunia tahun lalu. DeathList memiliki prediksi paling sukses pada 2020 dengan 20 orang yang meninggal dunia dari 50 daftar yang mereka tulis.

Apakah ini artinya prediksi mereka memang benar adanya, atau hanya sebuah kebetulan?(ilj/bbs)