1

Relawan Andar 27 Bangun Komunikasi Politik dengan DPC Gerindra Kabupaten Tangerang

 

Kabar6-Relawan Andar 27 membangun komunikasi politik dengan DPC Gerindra Kabupaten Tangerang untuk kemenangan Andra Soni menjadi Gubernur Banten pada Pilkada 2024 menyita perhatian publik.

Adanya dinamika dinamika yang terjadi di setiap wilayahnya membuat Pilkada Serentak ini cukup menarik, selain jarak waktunya yang berdekatan dengan kontestasi Pilpres dan Pileg, Pilkada serentak ini juga akan menunggu waktu 5 tahun lagi untuk digelar, sehingga membuat Partai dan tokoh tokoh yg bertanding tidak boleh salah salah langkah dalam mengambil keputusan, terkhususnya di wilayah Provinsi Banten.

Pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah menjadi sorotan publik saat proses pengusungan yang dilakukan oleh Partai Gerindra pada tanggal 30 Juni 2024, Andra Soni yang merupakan Ketua DPRD Provinsi dan juga Ketua DPD Gerindra Provinsi Banten diusung berpasangan dengan Dimyati Natakusumah yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera.

**Baca Juga: “Dianggap Kejahatan Serius, Ketum Granat Minta Semua Pihak Turun Tangan Berantas Narkotika”

Pengusungan Andra-Dimyati melebur keberlanjutan nya turunan Koalisi Indonesia Maju sebagai Presiden dan wakil presiden terpilihnya Prabowo – Gibran, sekaligus membuat semakin panasnya kontestasi pilkada serentak di Provinsi Banten.

Dukungan terus mengalir dan relawan yang berkomitmen memberikan dedikasi pemenangan Andra Soni – Dimyati Natakusumah terus mengalir, Andar 27 salah satunya, relawan yang berisikan anak muda generasi z yang berkomitmen siap memenangkan dan merebut kemenangan untuk Andra – Dimyati di Pilkada 2024 ini.

“Alhamdulilah hari ini kami dapat hadir dan diterima dengan pintu terbuka oleh DPC Gerindra Kabupaten Tangerang untuk berdiskusi dan menyatakan sikap siap memenangkan Bang Andra dan Mister Dim,” ujar Ketua Andar 27 Kabupaten Tangerang, Fahmi, Senin (8/7/2024).

“Kami di tim Andar 27 sudah siap untuk menangkan bang Andra menjadi Gubernur Banten 2024-2029, kita mulai dari Kabupaten Tangerang lalu, Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan nantinya akan menyeluruh di kabupaten Kota yang ada di wilayah Provinsi Banten,” sambungnya.

DPC Gerindra Kabupaten Tangerang menyambut baik dan senang dengan kehadiran Andar 27 yang isinya generasi milenial dan generasi z yang siap memenangkan Andra – Dimyati dan memang sesuai dengan karakter Andra – Dimyati yang nantinya akan menyasar kaum milenial dan generasi z di Provinsi Banten.

“Kami senang dan terbuka dengan kehadiran anak-anak muda yang peduli terhadap wilayah dalam hal ini Provinsi Banten, kami siap berkolaborasi untuk merebut kemenangan Andra – Dimyati,” kata H. Izul Muluk Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Tangerang. (Oke)




Partai Gelora Tolak Usulan Politik Uang Dilegalkan dalam Pemilu

Kabar6-Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menilai usulan agar politik uang (money politic) dilegalkan dalam pemilihan umum (Pemilu), sebagai tanda bahwa partai politik telah kehilangan akal untuk mengatasi kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pemilu.

“Pengakuan partai terbesar dari Komisi II DPR RI bahwa money politic telah menjadi budaya dalam pemilu kita, artinya partai politik telah kehilangan akal dalam mengatasi kecurangan,” sebut Fahri dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/5/2024) merespon usulan seorang politisi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi II DPR RI.

Menurut Fahri, dengan adanya usulan dan pengakuan mengenai politik uang tersebut, maka semakin jelas bahwa selama ini, ada pihak yang teriak-teriak curang padahal dirinya sebagai pelaku kecurangan. **Baca Juga: Dukung Suksesnya Pilkada, Pemkot Tangerang Teken NPHD

“Sekarang kita mengerti tentang maling teriak maling. Seolah pilpres yang curang padahal pileg-lah yang curang,” ujar Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 tersebut.

Diingatkan Fahri, partai politik semestinya menjadi think tank atau lembaga pemikir dan intelektual yang berkontribusi pada bangsa, bukan mesin kekuasaan maupun lembaga bisnis.

Sebab menurut dia, kerusakan sebuah negara demokrasi, bisa dilihat setidaknya dari tingkah laku parpolnya, apalagi yang masuk dalam lingkaran kekuasaan.

“Untuk itu, mendesak segera dilakukan pembenahan agar parpol dan sistem demokrasinya sehat,” kata politisi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut seraya berharap parpol dapat berbenah, mengingat mereka adalah tulang punggung demokrasi.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugua meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk melegalkan politik uang dalam kontestasi pemilu.

Dia menilai, politik uang adalah satu aktivitas yang sulit dihilangkan.

Menurut Hugua, para caleg juga sulit terpilih jika tanpa melakukan politik uang. Sehingga, dia menilai politik uang lebih baik dilegalkan dan dimasukkan dalam Peraturan KPU (PKPU) dengan batasan-batasan tertentu, sehingga bisa membuat aktivitas politik uang bisa lebih dikontrol.

“Tidakkah kita pikir money politics dilegalkan saja di PKPU dengan batasan tertentu?. Karena money politic ini keniscayaan, kita juga tidak money politic tidak ada yang memilih, tidak ada pilih di masyarakat karena atmosfernya beda,” kata Hugua saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR bersama KPU, Bawaslu, DKPP, dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2024) lalu.(red)




Dimyati Arief Bisa Duet di Pilgub Banten? Pengamat Bilang Paket Komplit

Kabar6- Beredarnya foto Ahmad Dimyati Natakusumah dan Arief R Wismansyah di Rakornas PAN memunculkan berbagai spekulasi dari berbagai kalangan jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024.

Belum diketahui apakah Dimyati yang merupakan kader PKS dan Arief kader partai Demokrat bakal berkoalisi di Pilgub Banten.

Pasalnya menurut pengamat politik, situasi politik di Pilgub Banten masih cair, bisa saja keduanya duet bareng lantaran memiliki elektoral masing-masing. **Baca Juga: Viral Video Santri Asal Banten Naik Sepeda ke Mekkah Selama Delapan Bulan

“Pasti ada kemungkinan kemungkinannya besar juga apalagi irisannya Arief mewakili Tangerang Raya, Dimyati mewakili Serang Raya, Pandeglang sana, saya kira ini menjadi duet yang bagus, karena irisan elektoralnya sudah mewakili,” ujar Adib.

Adib menilai, Dimyati dan Arief merupakan pasangan yang pas untuk bisa dimajukan di Pilgub Banten. Terlebih keduanya merupakan kader dari partai besar dan mempunyai jumlah kursi yang banyak.

“Intinya figur dua ini juga kan potensial, Arief pengalaman menjadi Walikota dua periode, menjadi Wakil (Walikota Tangerang satu periode) Dimyati juga (pernah) menjadi Bupati (Pandeglang) pernah menjadi DPR RI,”imbuhnya.

“Saya kira ini paket komplit juga kalau ditanya logistik kuat juga, ditanya besik kompetensi track record saya kira juga baik, berpeluang besar juga untuk duet kalau ditanya Arief dan Dimyati,” tambahnya.

Kendati demikian, saat ini situasi politik masih terbilang prematur. Sebab dinamikanya akan terus berlanjut hingga awal Agustus 2024.

“Contoh seperti Airin yang punya rekom Golkar dia datang ke semua partai, sampe partai terkecil, Arief juga sama ketika deklarasi dia ke mana-mana, ini tandanya apa, semua formula-formula politik itu berusaha dirangkai menjadi satu kesatuan, ujungnya nanti yaitu mereka harus berduet dengan siapa, koalisi dengan siapa, dengan begitu ketika sudah fix (pasti) mereka akan daftar di KPU,”tandasnya.




Maju di Pilgub Banten, Arief Wismansyah Ikut Penjaringan ke Partai Politik

Kabar6-Usai menyatakan siap maju di Pemilihan Gubernur Banten, Mantan Wali Kota Tangerang periode 2013-2023 Arief R Wismansyah langsung bergerak cepat ke partai politik guna mengikuti proses penjaringan.

Arief mengatakan komunikasi politik perlu dilakukan dalam mengikuti kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten kedepan sebagai syarat yang ditetapkan.

“Kami akan datang ke PAN, Nasdem, PKS, PSI, PDI-Perjuangan dan partai lainnya yang telah membuka penjaringan,” ujar Arief dalam keterangan pers di Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (7/5/2024).

“Siang ini kita akan datang silaturahmi ke partai politik di Serang yang membuka pendaftaran untuk ikut dalam proses penjaringan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024,” sambungnya.

** Baca Juga: Enam Tersangka Narkoba Dibebaskan Jaksa Lewat RJ

Selain berkunjung ke markas partai politik, Arief mengatakan akan bersilaturahmi dengan pengurus Partai Demokrat Banten. Sebagai informasi, Arief merupakan kader partai berlambang mercy yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPC Demokrat Kota Tangerang.

“Insya Allah akan bertemu dengan bu Iti juga (ketua DPD Demokrat Banten) sekaligus silaturahmi dengan pengurus lainnya,” katanya.

Meski demikian, Selain ke partai politik lawatan akan dilakukan ke para tokoh ulama di Banten pada hari ini untuk memastikan niat maju dalam kontestasi Pilkada Banten 2024 dapat berjalan lancar.

“Perlu juga meminta restu dan nasehat dari alim ulama. Maka itu kita akan datang ke sejumlah tokoh,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim pemengan Arief R Wismansyah Asep Ferry Bastian menambahkan peluang Arief maju dalam kontestasi ini telah memiliki rekam jejak yang bagus. Apalagi, banyak harapan yang disampaikan masyarakat kepada Arief sebelum resmi maju dalam Pilkada Banten.

“Banyak masyarakat yang mendukung dengan secara mandiri memasang foto dan baliho. Artinya harapan masyarakat begitu besar dan memiliki rekam jejak yang bagus selama memimpin Kota Tangerang,” katanya.(Oke)




Ciptakan Pemilu Damai, Fahri Hamzah: Berperang dalam Politik Harus Dilakukan dengan Cara Beradab

Kabar6-Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menekankan kepada semua pihak agar memahami pentingnya berperang dengan etika dan integritas dalam berpolitik, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, baik pemilihan presiden (Pilpres) maupun pemilihan legislatif (Pileg)

Menurut Fahri Hamzah, peperangan politik harus dilakukan degan cara yang beradab untuk menghindari berita hoax, fitnah dan taktik politik yang tidak fair.

“Integritas dalam berpolitik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai dan kadernya. Dengan menghadapi peperangan politik di abad modern ini, juga berarti selalu siap untuk beradaptasi dan belajar,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah dalam acara ‘Ngopi Bareng’ Waketum Partai Gelora dengan ratusan kader Partai Gelora se-Jawa Timur di Warung Bu Kadir, Bondowoso pada Sabtu (7/10/2023) malam.

Dalam acara ‘Ngopi Bareng’ ini dihadiri Ketua dan Sekretaris DPW Partai Gelora Jatim, Muhammad Sirot (Gus Sirot) dan Misbakhul Munir (Gus Misbach).

Lalu, pengurus DPD, calon anggota legislatif (caleg) dan kader Partai Gelora, serta tokoh masyarakat di Tapal Kuda dan sekitarnya.

Fahri mengatakan, perubahan cepat dalam teknologi dan dinamika politik saat ini, mengharuskan kader Partai Gelora terus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya dalam berkomunikasi serta berorganisasi.

“Dengan memahami esensi peperangan politik di abad modern ini, diharapkan semua kader Partai Gelora akan lebih siap dan mampu berperan aktif dalam memajukan partai dengan cara yang efektif dengan tidak meninggalkan tata krama politik serta menggunakan ilmu yang beradab,” katanya.

Karena itu, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini, yakin Partai Gelora akan lolos ke Senayan dan memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary treshold) 4 persen.

**Baca Juga: Berdayakan Mahasiswa Disabilitas, Caleg Gelora Latih Wirausaha Digital 

“Ya, yang pasti kita sangat yakin bahwa partai Gelora inshaALLAH akan lolos threshold dan kita ada perwakilan di senayan nantinya. Untuk itu kami meminta kekompakan para kader untuk merapatkan barisan memenangkan Partai Gelora,” seru Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah juga menyinggung perihal calon presiden (capres yang diusung Partai Gelora, yakni Prabawo Subianto. Dimana semua kader partai harus mendukung penuh, satu garis komando untuk memilih Menteri Pertahanan (Menhan) RI tersebut, pada Pilpres yang digelar tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

“Selain juga fokus kepada Pileg 2024, disisi lain mari kita sosialisasikan kepada masyarakat agar Pilpres bisa memilih pemimpin yang bijak yang amanah serta berpihak kepada rakyat,” demikian Caleg Partai Gelora untuk daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat I tersebut.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Jatim Muhammad Sirot mengungkapkan, kehadiran Partai Gelora di Tapal Kuda dan Madura mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat di wilayah tersebut.

Sebab, pada awalnya untuk membentuk kepengerusan di daerah ini sebagai partai baru, tentu memiliki tantangan sendiri. Tetapi, di luar dugaan, pembentukan kepengurusan justru mudah, karena adanya sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Betapa luar biasanya Partai Gelora di sambut hangat masyarakat di Tapal Kuda dan Madura. Sehingga ketakutan ini, menjadi sirna karena Partai Gelora menunjukan kepeduliannya terhadap rakyat dengan menciptakan kenyamanan dan keadilan sosial sesuai sila kelima Pancasila kita,” kata Gus Sirot.(Tim K6)




Pertemuan Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Strategi Dinamika Politik Pilpres

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta dan CEO Narasi Institute

Kabar6-Pertemuan antara Anies Baswedan, Mantan Menteri Pendidikan dan juga Mantan Gubernur DKI Jakarta, dan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, di Pangandaran telah mencuri perhatian kelompok pengamat politik sebagai momen krusial dalam dinamika politik Indonesia.

Kedua tokoh yang pernah sama – sama menjadi menteri di bawah kepemimpinan jokowi keduanya bertemu untuk membahas isu-isu penting, mungkin terkait kebijakan publik, isu lingkungan, atau bahkan kerja sama politik di tingkat nasional.

Pertemuan mereka menimbulkan spekulasi dan perbincangan luas di kalangan para analis politik mengenai mungkin adanya koalisi atau kolaborasi politik di masa depan.

Selain itu, sebagai dua figur yang memiliki basis penggemar dan pendukung yang kuat, pertemuan ini juga memicu wacana mengenai potensi pengaruh dan dukungan dari masing-masing basis massa dalam dinamika politik nasional.

Hal ini menandai betapa pentingnya peran tokoh-tokoh politik terkemuka dalam membentuk arah politik negara dan mempengaruhi opini publik.

Meskipun belum ada informasi resmi mengenai hasil pertemuan tersebut, namun antusiasme dan spekulasi dari kalangan pengamat politik menunjukkan bahwa peristiwa ini memiliki dampak yang signifikan dalam perjalanan politik Indonesia ke depan.

Pertemuan ini menandakan upaya keduanya untuk membangun hubungan politik yang lebih kuat dan mencari dukungan dari berbagai lini politik dalam rangka menghadapi ajang pemilihan presiden yang akan datang.

Anies Baswedan, sebagai bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, menyempatkan untuk menyapa warga di kab.pangandaran di kediaman Susi pujiastuti

Sementara itu, Susi Pudjiastuti, sebagai figur politik yang memiliki popularitas tinggi, kemungkinan dihadapkan pada pertimbangan politik untuk mendukung atau memberikan dukungan terhadap seorang calon presiden.
Pertemuan ini juga dapat diartikan sebagai langkah strategis dalam meraih potensi koalisi politik yang lebih luas dan memperkuat peluang sukses dalam bursa pemilihan presiden.

Di sisi lain, reaksi dan tanggapan dari berbagai pihak, mencerminkan bahwa pertemuan ini menciptakan dinamika politik yang menarik perhatian.

**Baca Juga: Pedagang Pasar Kutabumi Tolak Revitalisasi Ancam Demo ke Istana Negara

Banyak pihak yang berkomentar positif mengenai silaturahmi antartokoh ini menunjukkan bahwa kebijakan politik partainya mungkin mempertimbangkan potensi kerjasama atau kesepahaman dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan dalam perjalanan politiknya.

Semakin dekatnya ajang pemilihan presiden, pertemuan antara tokoh-tokoh politik terkemuka menjadi sorotan karena dapat memberikan petunjuk mengenai aliansi politik yang akan terbentuk dan mempengaruhi arah politik negara ke depan

Dalam menghadapi pemilihan presiden yang akan datang, penting bagi kandidat-kandidat untuk lebih menyuarakan keterbukaan dan inklusivitas dalam menyambut dukungan dan kolaborasi dari berbagai lini politik. agar calon pemimpin menekankan pentingnya membangun hubungan yang positif dengan berbagai pihak dan memperkuat ikatan persatuan untuk kebaikan bersama.

Dalam menyikapi pertemuan antara Anies Baswedan dan Susi Pudjiastuti,Dengan kerjasama dan kolaborasi yang kuat, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan dinamika politik di Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan bangsa.

Namun, dalam konteks dinamika politik, tidak dapat dihindari adanya persaingan dan penilaian dari lawan politik. Lawan politik tentu akan mencari sosok yang mampu menjadi penyeimbang yang menawarkan nilai tambah dan potensi lebih besar bagi perwujudan visi dan misi politik mereka

Intensitas pertemuan anies Baswedan dengan para tokoh politik memperlihatkan bahwa dinamika politik menjelang pilpres gerakannya semakin cepat. diharapkan dinamika politik di Indonesia dapat berkontribusi secara positif pada pembangunan dan kemajuan bangsa ke depan.(*/Red)




Jelang Tahun Politik, Intelijen Bentuk Posko Pemilu

Kabar6-Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Dr. Amir Yanto melakukan diskusi ringan dengan Tim Media Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Jumat (28/4/2023).

Diskusi diawali dengan topik mengenai mudik Lebaran. Pada kesempatan itu, JAM-Intelijen menyampaikan bahwa dirinya merupakan salah satu bagian pemudik untuk bisa berkumpul dengan keluarga di Boyolali.

“Mudik singkat hanya empat hari saja dan langsung kembali ke Jakarta untuk menghindari arus balik,” kata JAM-Intelijen.

Selanjutnya terkait dengan tugas dan fungsi, JAM-Intelijen membahas mengenai penegakan hukum di seluruh Indonesia. Menurutnya, upaya deteksi dini (early warning) harus terus ditingkatkan, khususnya terhadap hal-hal yang dapat menurunkan citra Kejaksaan seperti tindakan indispliner dan tercela.

JAM-Intelijen menuturkan Kejaksaan memiliki Satgas 53 yang bertugas untuk menertibkan dan memastikan tidak ada tindakan tercela yang dilakukan oleh pegawai Kejaksaan di tengah masyarakat. Hal yang paling penting adalah memberikan pengamanan dan penggalangan (PAMGAL) terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas Kejaksaaan seperti penyidikan tindak pidana korupsi, penanganan perkara yang menarik perhatian publik, termasuk juga kegiatan di bidang perdata dan tata usaha negara.

Selain itu, jajaran Intelijen juga harus memberikan masukan terkait AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan) yang mungkin akan dialami dalam proses tersebut termasuk dampak hukum.

Terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu), hal yang paling penting dan menjadi perhatian adalah menjaga netralitas jajaran Kejaksaan apalagi sebagai Aparat Penegak Hukum dan tergabung dalam Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu Tindak Pidana Pemilu).

**Baca Juga: Pejabat Ini Tilep Rp7 Miliar Hasil Penetapan Harga Pasir

“Jajaran Intelijen sudah membentuk posko-posko Pemilu baik di Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri sampai Cabang Kejaksaan Negeri, dengan maksud sebagai tempat sosialisasi proses pentahapan Pemilu, menerima informasi, pengaduan, dan pelaporan tentang adanya peristiwa yang mengarah ke tindak pidana yang dapat mengganggu proses pentahapan Pemilu sehingga pimpinan dapat mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat,” ujar JAM-Intelijen.

JAM-Intelijen juga menyampaikan Kejaksaan adalah supporting bagi bidang lain dalam hal pemberian informasi yang sudah ditelaah dan analisa secara intelijen yustisial, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, bukan hanya aspek hukumnya saja.

Diskusi ringan ditutup dengan imbauan agar jajaran Kejaksaan baik di pusat maupun daerah untuk lebih hati-hati dalam media sosial khususnya terkait dengan Pemilu. Jangan sampai ada hal yang menjadikan kita sebagai Aparat Penegak Hukum menjadi tidak netral.

“Kalau hal itu terjadi, saya pastikan akan ada sanksi yang tegas dari pimpinan,” ujar JAM-Intelijen. (Red)




Tutup Pendaftaran PPK, KPU RI Catat Ada 304.602 Pelamar

Kabar6.com

Kabar6-Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah menutup pendaftaran badan adhoc di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.

Kepala Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan dan Penelitian dan Pengembangan, Parsadaan Harahap mengatakan, pendaftaran PPK ditutup pukul 16.00 WIB, pada hari ini Selasa 29 November 2022.

Harahap menerangkan, KPU RI mencatat terdapat 304.602 pelamar, dimana 196.642 pendaftar laki-laki, dan 107.885 pendaftar perempuan.

“Artinya ini satu hal yang sudah apresiasi dan mengucapkan terimakasih dan juga termasuk teman-teman kita KPU baik provinsi maupun KPU Kabupaten Kota seluruh Indonesia dengan rincian laki-laki 196.642 kemudian perempuan 107.885,” ujarnya di Gedung KPU Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dijelaskan Harahap, bagi para pendaftar yang telah masuk sebelum penutupan, yang masih melengkapi syarat-syarat akan ditunggu hingga pukul 23.59 WIB.

**Baca juga:Jelang Pemilu 2024, Ini Informasi Lowongan PPK di Tangsel

“Selanjutnya kita akan masuk proses yaitu proses tahapan administrasi yang dilakukan oleh teman-teman kabupaten kota untuk rapat pleno untuk tanggal 1 dan 2 nanti selanjutnya akan dilakukan ujian tertulis berbasis komputer pada tanggal 6 Desember yang akan datang,” tutupnya.(eka)




Rayakan HUT ke-3 Partai Gelora, Anis Matta : Verpol Jadi Ajang Verifikasi Tekad Menuju Indonesia 5 Besar Dunia

Kabar6.com

Kabar6- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar perayaan HUT ke-3 secara sederhana, yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gelora Media Centre, Jakarta pada Jumat (28/10/2022) malam. Perayaan HUT ke-3 digelar secara hybrid, yakni secara daring dan luring

Sebab, Partai Gelora saat ini masih fokus pada penyelesaian verifikasi partai politik (verpol) calon peserta Pemilu 2024. Selain itu, juga sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang akhir-akhir banyak ditimpa musibah.

Tidak ada pidato politik yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam perayaan HUT ke-3 ini. Perayaan diisi dengan dialog santai yang dipandu Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Ratih Sanggarwati.

Dalam dialog itu, Ratih mengulik mengenai proses pendirian Partai Gelora dari Ketua Umum Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, yang diawali dari sebuah Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), kemudian menjadi partai yang diberi nama Partai Gelora Indonesia, yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2019 lalu.

Sementara Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi dan para ketua bidang terlihat lesehan sambil mendengar dialog tersebut. Sedangkan para ketua DPW dan DPD mengikutinya melalui apikasi Zoom Meeting.

“Pertama-pertama saya mau ucapkan selamat HUT buat kita semua. Untuk semua pimpinan, kader dan simpatisan Partai Gelora di seluruh Indonesia, dan khususnya yang hadir di zoom. Hampir semua pimpinan DPW dan DPD bergabung dan membuat acara sendiri-sendiri di wilayah mereka” kata Anis Matta.

Anis Matta mengatakan, perayaan HUT ke-3 di tengah proses verfak ini menjadi momentum untuk membuktikan tekad Partai Gelora yang ingin menjadikan Indonesia sebagai kekuatan 5 besar dunia.

“Yang terjadi sekarang ini, sebenarnya bukan verifikasi partai politik, tapi verifikasi tekad kita. Yang di test itu tekad kita, supaya di dalam arah baru itu, Indonesia punya peta jalan yang jelas untuk menjadi kekuatan kelima dunia,” katanya.

Anis Matta menegaskan, Partai Gelora sengaja didirikan agar menjadi instrumen politik yang masif untuk mengubah pikiran masyarakat maupun elit terhadap krisis global saat ini, yang terjadi di luar prediksi kita semua.

“Partai politik itu, instrumen perubahan yang paling masif. Jadi saya konsisten dengan cita-cita itu, meskipun dengan berbagai keterbatasan dan kompleksitasnya masalah saat ini,” katanya.

Menurut Anis Matta, kompleksitas krisis berlarut saat ini, membuat semua orang bingung, bahkan sekelas pemimpin Inggris sekalipun, juga tidak mampu mengatasi krisis, hingga berkali-kali harus ganti perdana menteri.

“Krisis sekarang ini baru permulaan, tetapi kita sudah melihat berbagai kekacauan yang terjadi. Lalu, bagaimana dengan kehidupan kita nanti, disinilah perlunya peta jalan atau arah baru, karena kita mengetahui kompleksitasnya krisis saat ini,” katanya.

Karena itu, Partai Gelora akan berjuang untuk mengubah pikiran publik dan mengganti elit-elit sekarang apabila ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024 pada 14 Desember 2022 mendatang.

“Persoalan masyarakat sekarang seperti tsunami yang mau datang, sementara kita masih asyik pacaran di pinggir pantai, di luar sana sudah mau perang nuklir, kita di sini tenang-tenang saja. Terlalu banyak ruang kosong di benak kita, dan tugas kita mengubah pikiran itu,” tegasnya.

Kabar6.com
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta bersama Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah.(Tim K6)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengingatkan, parpol yang telah diberikan mandat pada pemilu sebelumnya, tidak akan diberikan mandat lagi oleh rakyat pada Pemilu 2024 mendatang.

Fahri meminta parpol lama yang telah diberikan mandat rakyat agar bersiap-siap kehilangan kekuasaannya, karena rakyat sudah malas dan capek dengan mereka. Sehingga kekuasaan yang telah diberikan akan dirampas kembali oleh rakyat, yang telah memberikan mandat kepada mereka.

“Jadi tanggal 14 Desember nanti, semua dari nol, tidak ada yang 10 persen. Karena itu, jika pada hari itu, rakyat mengatakan saya akan pilih Partai Gelora karena ingin mengubah nasib bangsa ini, maka Partai Gelora akan berkuasa,” kata Fahri.

Partai Gelora, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini, harus memenangi Pemilu 2024 dan merebut hati rakyat agar ide-ide dan gagasan menjadikan Indonesia 5 besar dunia bisa terwujud.

“Alhamduillah kita sudah membuktikan. Sudah jalan tiga tahun dan kelihatan hasilnya, termasuk dalam verifikasi saat ini. Mudah-mudahan mandat baru nanti, akan diberikan kepada Partai Gelora, sehingga akan memimpin negara ini,” tegasnya.

Di dalam perayaan HUT ke-3 ini, diputarkan sebuah video inspirasi perjuangan verpol dari tanah Papua yang dilakukan oleh Yamander, pengurus DPW Partai Gelora Papua.

**Baca juga:Hasil Verfak Partai Gelora Memenuhi Syarat, KPU Segera Gelar Rapat Pleno Pengambilan Keputusan

Yamander menghubungi satu persatu warga Papua yang menjadi kader Partai Gelora melalui video call, untuk menginformasikan rencana kedatangan Anggota KPUD yang akan melakukan verifikasi agar menujukkan KTP dan KTA-nya.

Perayaan HUT ke-3 Partai Gelora ini ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng biru secara serentak, usai Ketua Umum Partai Gelora menyapa dan berdialog secara langsung dengan pimpinan DPW dan DPD se-Indonesia.(Tim K6)




Anis Matta : Daya Tahan dan Kesabaran Jadi Modal Partai Gelora untuk Lolos Verfak

Kabar6.com

Kabar6- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk menyukseskan pelaksanaan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Rakornas antara DPN, DPW dan DPD tersebut, digelar secara daring pada Jumat (30/9/2022) malam.

Rakor ini selain dihadiri Ketua Umum Anis Matta, juga dihadiri Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Ahmad Rilyadi, para Ketua Bangter, LO (liaison officer/penghubung), Ketua Pokja Verpol DPN, para Ketua dan Sekretaris DPW/DPD, serta bakal calon anggota legislatif Partai Gelora.

Dalam Rakor ini, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menyampaikan dua catatan penting untuk menghadapi tahapan selanjutnya, yakni verifikasi faktual yang akan dimulai setelah ada pengumuman hasil verifikasi administrasi pada 14 Okober 2022 mendatang.

“Saya menyampaikan apresiasi sedalam-sedalamnya kepada seluruh pimpinan dan kader Partai Gelora, khususnya yang ada di pelosok-pelosok daerah atas kerja kerasnya hingga sukses menyelesaikan satu tahapan pemenangan, yaitu verifikasi adminitrasi. Kita bersiap menghadapi tantangan selanjutnya, verifikasi faktual,” kata Anis Matta.

Menurut Anis Matta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan bahwa Partai Gelora masuk ke dalam daftar 13 partai politik (parpol) yang penyerahan berkas dan dokumen perbaikan administrasi verifikasinya, diterima dan dinyatakan lengkap.

“Ini membanggakan sekali, bagi kita semua. Mudah-mudahan, Insya Allah tanggal 14 Oktober yang akan datang, kita ditetapkan sebagai salah satu partai yang lolos verifikasi administrasi,” ujar Anis Matta sambil berseloroh sampai mengaku tidak tidur selama 30 jam saat mengawal perbaikan verifikasi administrasi ini.

Adapun catatan yang perlu disampaikan untuk mendukung suksesnya verikasi faktual ini, kata Anis Matta, adalah pertama berhubungan dengan sisi kepemimpinan. Dimana seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan baik dan bertanggunggjawab.

“Jadi yang membedakan pemimpin dengan yang bukan pemimpin itu, adalah semangat pertanggungjawabannya. Seorang pemimpin harus berani mengambil tanggungjawab secara penuh, bukan sebaliknya, kabur dan meninggalkan pekerjaanya,” tegas Anis Matta

“Masing-masing orang punya persoalan sendiri, stress, lelah dan berada dalam tekanan luar biasa, tetapi kalau saya mengeluh, bagaimana yang dibawah. Jadi pemimpin itu, yang harus bertanggung jawab untuk mengatasi kesulitan itu,” imbuhnya.

Catatan kedua adalah terkait operasional, menyangkut soal sistematika kerja agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan teknis operasional, serta masalah komunikasi antar internal tim maupun komunikasi secara struktural.

“Sistematika ini, perlu saya sampaikan karena pekerjaan kita melibatkan banyak pihak, dan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan teknis operasional, kita perlu komunikasi dengan KPU dengan baik. Semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara komunikasi, dan akhirnya ada solusinya,” papar Anis Matta.

Anis Matta berharap agar seluruh kader Partai Gelora meningkatkan ketakwaan dan pengorbanan menjelang verifikasi faktual yang akan dimulai pada 15 Oktober 2022.

“Yang bisa berkorban dengan tenaga dengan tenaga, yang dengan pikirannya dengan pikiran atau semua yang mungkin dipakai untuk berkorban, kita korbankan demi suksesnya pekerjaan ini, sehingga bisa mencapai target yang telah kita tetapkan,” pungkas Anis Matta.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menambahkan, bahwa saat ini diperlukan adanya dimensi spiritual, dimensi jiwa, dimensi psikologi hingga dimensi manajerial menjelang verifikasi faktual mendatang.

“Jadi ketua umum menekankan, bahwa betapa pentingnya suasana jiwa yang baik, karena akan menyebabkan komunikasi kita menjadi baik juga,” kata Fahri Hamzah.

**Baca juga:Optimis Lolos Vermin, Gelora Siap Ikuti Verfak Calon Peserta Pemilu 2024

Partai Gelora, kata Fahri Hamzah, adalah partai yang dinantikan semua pihak, tidak hanya oleh masyarakat pemilih, tapi juga oleh penyelenggara Pemilu. Mereka semua menantikan kiprah Partai Gelora yang inginkan menjadi kekuatan baru di republik ini.

“Tapi yang perlu ditekankan sekarang adalah kesabaran dan daya tahan. Kita akan semakin lama semakin nampak kuat. Mereka semua ingin sekali ada kekuatan baru yang lahir di republik ini, dan kekuatan baru itu adalah Partai Gelombang Rakyat Indonesia,” tegas Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.(Tim K6)