1

Bocah di Pagedangan Tangerang Kompak Soraki Dua Kurir Sabu 20 Kilogram

Kabar6-Puluhan anak-anak di Kampung Cicayur RT 01 RW 02, Pagedangan, Kabupaten Tangerang berkerumun di depan rumah kontrakan. Rumah deretan pertama itu digerebek polisi lantaran jadi lokasi ‘tempel’ transaksi narkoba jenis sabu.

Polisi yang meringkus dua orang tersangka sebagai kurir sabu tangannya dipiting. Anak-anak yang melihat langsung kompak terteriak menyoraki kedua kurir.

“Huuuuuuu racun,” teriak anak-anak di lokasi perkara, Kamis (12/8/2024) malam. Kedua kurir digelandang masuk ke mobil operasional Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

**Baca Juga: Modus ‘Tempel’ 20 Kilogram Sabu Dalam Rumah Kontrakan di Pagedangan Tangerang

“Tapi yang barusan dateng beda,” ungkap Fitri Wulan Sari, pemilik rumah kontrakan kepada kabar6.com.

Ia ceritakan, sekitar pukul 14.00 WIB datang dua orang tampil menutupi wajahnya pakai masker. Kedua pria itu mengaku ingin mengontrak rumah dan langsung membayar tunai uang sewa Rp 625 ribu.

“Tapi saya ga engeh, dia pakai masker tidak terlalu gede tinggi. Saya tanya kenapa pakai masker, dia bilang lagi sakit,” ujarnya.

Fitri pastikan kedua pria yang siang tadi datang dengan dua orang kurir sabu berbeda. Tersangka kurir berinisial H, 45 tahun; dan AS, 77 tahun. Kedua pria yang datang siang tadi berusia masih muda.

Polisi mendobrak rumah kontrakan di dalamnya ada H dan AS. Penggerebekan terjadi usai Magrib. “langsung bengong aja liatin bingung sama mas Alwi, saya langsung di suruh masuk sama polisi,” ucapnya.

Fitri bilang, tak berselang lama polisi ada yang mengetuk pintu rumahnya. Polisi minta ditunjukan kediaman ketua RT dan RW setempat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak menyatakan, dari barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 20 bungkus kemasan plastik Teh Cina. Total sabu yang hendak diantarkan ke pemesan setara kisaran 20 kilogram.

“Dimana sebelumnya kita mendapat informasi dari masyarakat sehingga selama lebih kurang satu minggu informasi yang kita dapat kita dalami dan tindaklanjuti,” jelasnya.(yud)




Kurir Jasa Ekspedisi Nyambi Jual Narkoba di Serang

Kabar6-Kurir jasa ekspedisi ditangkap Polres Serang, karena Nyambi mengedarkan narkoba. AR (28), warga Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, ditangkap Polres Serang pada 09 Mei 2024, di rumahnya.

“Barang bukti yang diamankan berupa 1 paket tembakau sintetis seberat 3,68 gram yang ditemukan dalam tas selempang yang biasa dibawa tersangka serta handphone,” ungkap Kapolres Serang, AKBP Candra Sasongko, ditulis Rabu, (15/05/2024).

Kapolres Serang menjelaskan, penangkapan pengedar narkoba yang juga berprofesi berstatus karyawan ini merupakan tindak lanjut lanjut dari informasi masyarakat.

Dari informasi tersebut, tim Satresnarkoba bergerak melakukan pendalaman informasi. Hingga akhirnya bisa ditangkap Polres Serang.

**Baca Juga:Polres Serang Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Lokasi Berbeda

“Bersama barang buktinya, tersangka AR dibawa ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Kasat Resnarkoba Polres Serang AKP M. Ikhsan Rangga menjelaskan dari hasil pemeriksaan, tersangka AR awalnya hanya sebatas pengguna sekitar dua tahuh.

Ingin mendapatkan keuntungan serta dapat menggunakan tembakau gorila secara gratis, tersangka AR memutuskan untuk menjual.

AKP M. Ikhsan menjelaskan tersangka AR membeli tembakau sintetis melalui akun Instagram dan pengambilan barang pesanan ditentukan oleh penjual. Oleh karenanya, tersangka AR tidak mengetahui lokasi tempat tinggal penjualnya.

“Jadi motifnya hanya ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Dan bisnis haram itu sudah dilakukan sekitar 3 bulan,” jelasnya.(dhi)




Sebanyak 42 Driver Datang Bersamaan Antar Makanan ke Satu Rumah di Filipina Gara-gara Koneksi Internet Lambat

Kabar6-Kisah kocak sekaligus mengejutkan dialami oleh seorang gadis cilik berusia tujuh tahun di Kota Cebu, Filipina. Bagaimana tidak, ada total 42 kurir pesan antar makanan dari FoodPanda mengirim orderan fillet ayam yang sama persis ke rumahnya, padahal dia hanya pesan satu.

Rupanya, aplikasi pesan makanan yang digunakan error karena koneksi internet lambat. Melansir Asiaone, bocah yang tak disebutkan namanya itu sedang di rumah bersama neneknya, ketika puluhan drivers datang sekira pukul 11.00 waktu setempat, gang sempit Barangay Mabolo penuh dengan driver FoodPanda. Diketahui, kedua orangtua si bocah sedang bekerja dan mereka meninggalkan gawai agar sang anak bisa memesan makanan secara online untuk dirinya dan si nenek.

Dann Kayne Suarez, tetangga bocah itu mengatakan, karena koneksi internet yang lambat saat proses pemesanan, bocah tadi menekan menu pesanan berulang kali dan membuat aplikasi error lalu mengirim 42 pesanan, bukannya satu.

Saat 42 drivers datang barengan para tetangga langsung terkejut, karena mereka tiba dalam waktu yang bersamaan di gang sempit. Suarez lalu memotret kejadian itu dan mengunggahnya di Facebook.

Satu kotak berisi fillet ayam dengan nasi dan kentang goreng harganya sekira Rp55.000, tapi karena yang datang 42 porsi maka total harganya membengkak jadi sekira Rp2,3 juta.

Gadis itu dilaporkan ketakutan dan langsung menangis, saat tahu sangat banyak kurir yang mengantar makanan ke rumahnya. Sebab, orangtuanya hanya memberinya cukup uang untuk membeli sekotak fillet ayam.

Beruntung bagi si gadis cilik, para tetangganya baik hati dan mau membeli paket fillet ayam itu sendiri-sendiri, termasuk Suarez yang mengunggah foto makanan yang dibelinya. Namun tidak semua fillet ayam dibeli, dan beberapa drivers FoodPanda membawa kembali pesanan itu ke restoran.(ilj/bbs)




Kurir di Hangzhou Lompat dari Jembatan Setinggi 12 Meter Demi Selamatkan Wanita yang Hendak Bunuh Diri

Kabar6-Seorang kurir pengiriman paket bernama Peng Qinglin (31) berhasil menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri dengan terjun ke sungai, dari atas jembatan Xixing, Kota Hangzhou, Tiongkok.

Dalam sebuah video viral yang diunggah ke media sosial, melansir straitstimes, tampak Qinglin yang mengenakan kaus dan celana hitam, memegang pinggiran jembatan setinggi 12 meter, kemudian menceburkan diri ke sungai. Qinglin berenang ke arah wanita yang sedang terapung itu, memegangnya dan membawa ke dermaga terdekat.

Beberapa saat kemudian, sebuah sekoci darurat yang dipanggil warga melaju kencang ke arah keduanya dan mengangkat mereka. Dijelaskan Qinglin, dirinya sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan mengendarai e-bike melintasi jembatan.

Saat sedang dalam perjalanan menyelesaikan pesanan pertamanya hari itu, tiba-tiba Qinglin mendengar teriakan minta bantuan. “Tentu saja saya agak takut, karena jembatannya tampak sangat tinggi. Tapi dia (wanita) bisa tenggelam,” ujar Qinglin.

Usai menyelamatkan wanita tadi, Qinglin kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditemukan mengalami cedera tulang belakang. Meskipun tidak memerlukan operasi, Qinglin harus dirawat di rumah sakit selama tujuh hingga 10 hari.

“Ketinggian dan caranya melompat ke sungai berarti dia menahan dampak besar dari air,” jelas Zhang Wei, presiden Rumah Sakit Zhejiang Xinhua, tempat Qinglin dirawat. ** Baca juga: Perusahaan di California Daur Ulang Air Limbah Bangunan Perumahan Jadi Bir

Atas keberanian, otoritas kepolisian Hangzhou menganugerahi Qinglin gelar ‘Orang Baik’ dan hadiah uang tunai sekira Rp62,92 juta. Sementara perusahaan tempat Qinglin bekerja juga memberinya hadiah uang tunai senilai Rp104,87 juta serta kesempatan belajar di perguruan tinggi secara gratis.

“Saya hanya kurir pengantar barang seperti banyak orang lainnya. Kalau saya bertemu seseorang dalam bahaya, saya pasti akan mengulurkan tangan membantu,” kata Qinglin.

Sementara itu, wanita yang diselamatkan Qinglin mengaku ingin bunuh diri karena tak kuat menahan tekanan hidup. Dia juga menangis, mengaku tidak pernah mengira ada orang datang menyelamatkannya, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Qinglin.

Menurut wanita yang tak disebutkan namanya itu, Qinglin telah memberi kesempatan baru untuk hidup.(ilj/bbs)




Kurir Tempel Sabu Ditangkap Polresta Serkot

Kabar6-Kurir sekaligus pengedar narkoba jenis sabu berinisial AHT ditangkap di rumahnya pada Sabtu, 13 Mei 2023, sekitar pukul 21.15 wib, oleh Satresnarkoba Polresta Serkot.

Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), ditemukan 36 bungkus kecil sabu siap jual.

“Ditemukan di dalam tas warna biru di dalam dapur rumah pelaku  setelah dilakukan interogasi. Menurut keterangan pelaku bahwa benar barang bukti berupa 36 bungkus plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu,” ujar Kompol Hengki Kurniawan, Kasatresnarkoba Polresta Serkot, Rabu (17/05/2023).

Kepada penyidik, AHT bercerita mendapatkan sabu yang awalnya seberat 100gr itu dari seorang bernama BY, warga Maja Kopo, Kabupaten Serang, Banten.

AHT mengambil narkoba dari buronan itu pada Senin, 08 Mei 2023, sekitar pukul 02.00 wib. Dirinya sudah sekitar satu bulan terakhir menjajakan sabu dengan cara di tempel ke lokasi yang sudah disepakati oleh konsumennya.

Polisi pun menelusurinya dan mendapatkan lima bungkus narkoba di sekitar Terminal Cipocok, Kota Serang, Banten.

**Baca Juga: Lima Rumah Dekat Situs Kesultanan Banten Hangus Terbakar 

“Menurut pelaku, ada beberapa bungkus narkotika jenis shabu yang sudah dibuat menjadi paketan yang sudah ditebar,” terangnya.

AAT mendapatkan upah Rp 100 ribu dari setiap 1 gram sabu yang dijualnya. Kini, pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke Mapolresta Serkot, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari penangkapan pelaku dan penelusuran lainnya, Satresnarkoba Polresta Serkot mendapatkan barang bukti tiga bungkus klip besar sabu seberat 35,3 gram, serta 36 bungkus kecil seberat 19,7 gram.

“Pelaku di kenakan  Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika,” jelasnya.(Dhi)




Oknum Sipir Rutan Jambe Jadi Kurir Ganja Dipecat

Kabar6-Seorang sipir Rutan Kelas I Tangerang berinisial IC, 25 tahun, ditangkap polisi akibat terlibat transaksi narkoba jenis ganja. Kini status kepegawaian yang bersangkutan di ujung tanduk.

“Kita berikan sangsi tegas dikeluarkan Kanwil Kemenkumham Banten status kepegawaian pemberhentian sementara,” tegas Masjuno, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Banten, Masjunio Senin (27/3/2023).

Masjuno mengungkapkan, Kanwil Kemenkumham Banten menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten. Institusinya tidak mentolerir dalam setiap kasus penyalahgunaan narkoba.

“Proses hukum kita serahkan ke aparat penegak hukum. Tidak ada mentolerir penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Sebelumnya di beritakan, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang, Akhmad Zaenal Fikri mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi kepada seluruh jajarannya, pasca salah satu oknum petugas diduga terlibat kasus narkoba akan dipecat secara tidak terhormat atau sanksi administratif.

**Baca Juga: 5 Tempat Hiburan di Kabupaten Tangerang Langgar Aturan Ramadan

Adapun terkait masalah hukum yang menjerat anggotanya, Fikri menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Fikri mengingatkan kepada seluruh jajaran Rutan Kelas 1 Tangerang untuk komitmen menghindari dan memberantas peredaran narkoba baik di lingkungan rutan maupun kehidupan pribadi. Terkait adanya salah satu anggota yang diduga terlibat narkoba, ia menyampaikan siap bekerjasama dengan kepolisian untuk mengungkap dan mendukung kasus ini.(Rez)




Sipir Rutan Kelas I Tangerang Jadi Kurir Ganja untuk Tahanan

Kabar6-Oknum penjaga rutan atau sipir, menjadi kurir narkoba jenis ganja untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

IC, sipir Rutan Klas I Tangerang membeli ganja seberat 49,93 gram seharga Rp 1,2 juta, usai diberi uang Rp 3 juta oleh WBP ditempatnya bekerja, berinisial BI.

“Paket ganja tersebut pesanan, BI warga binaan di Rutan Kelas I Tangerang. Kemudian terduga IC dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Banten guna dilakukan proses lanjut,” ucap Dirresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Suhermanto, Jumat (24/03/2023).

Pengungkapan berawal saat Ditresnarkoba Polda Banten mendapat informasi adanya pemesanan ganja secara online yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Ganja itu dikirim ke rumah IC yang berada di Kota Serang, Banten. Kemudian polisi anti narkoba itu mendatangi rumah sipir dan hanya ditemui istrinya, HN.

Saat penggeledahan, polisi menemukan paket ganja yang belum dibuka. Sedangkan IC sedang bekerja di Rutan Kelas I Tangerang.

**Baca Juga: Sempat Kabur, Mobil JNT Penabrak Warga di Neglasari Diamankan Polisi

“Tim bersama HN menuju Rutan Kelas I Tangerang dan tim opsnal berhasil mengamankan IC yang pada saat itu sedang melaksanakan tugas jaga di rutan,” tuturnya.

Pelaku kini sudah berada di penjara Mapolda Banten untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diancam dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1.

“Dengan ancaman hukuman Pidana penjara paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati,” jelasnya.




Gagalkan Penyelundupan Sabu 3 Kg, GRANAT Apresiasi Bea Cukai Soetta

Kabar6-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) diundang secara resmi oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten bersama Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri yang telah mengungkap kasus tindak pidana penyelundupan narkotika senilai Rp13,704 miliar dengan barang bukti seberat 3.072 gram sabu-sabu dari jaringan internasional.

Atas pengungkapan tersebut, DPP GRANAT mengapresiasi kinerja dan kerjasama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta bersama Dittipid Narkoba Bareskrim Polri. Di sisi lain, DPP GRANAT terus mendukung seluruh pintu masuk dan keluar Narkoba seperti bandara dan pelabuhan, baik pelabuhan besar atau resmi maupun pelabuhan tikus yang kerap menjadi tempat penyelundupan Narkoba untuk diawasi lebih ketat lagi.

Ketum DPP GRANAT H. KRH. Henry Yosodiningrat menugaskan kepada Prof. Agus Soerono selaku Ketua Departemen Pengkajian Hukum dan Monitoring Penegakan Hukum DPP GRANAT untuk menghadiri Surat Undangan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang.

Turut mendampingi Prof. Agus Soerono: Wasekjen Nita Ashar Hartawan, Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga Zulasman Abubakar, Kabid Kerjasama Antar Lembaga Ophan Lamara, Kabid Pendidikan Dr. Gatut Hendro Tri Widodo, Anggota Departemen Humas, Publikasi dan Dokumentasi Rossy B. Rusminto, Ketua DPD GRANAT Banten Ir. Budi Tjoanda, Sekretaris DPD GRANAT Banten Bambang Permadi dan Wakil Ketua DPD GRANAT Banten Irawan Aquaranto.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo saat jumpa pers di Tangerang, Kamis (23/2/2023) mengatakan bahwa dari barang bukti itu merupakan hasil pengungkapan kasus pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023.

“Jadi, dari penindakan ini berhasil mengamankan tujuh orang yang terdiri atas dua WNA asal India dan lima WNI dengan total barang bukti sebanyak 3.072 gram narkotika dengan nilai Rp13.704.960.000,00,” katanya.

Gatot mengatakan bahwa pengungkapan kasus pertama pada hari Selasa (20/12/2022) atas dua penumpang WNA pria asal India berinisial TS (30) dan GS (28) yang kedapatan membawa barang bawaannya saat tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan rute penerbangan Thai Airways (TG-433) dari Bangkok tujuan Jakarta.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang milik dua WNA pria asal India, TS dan GS. Saat diperiksa, TS dan GS awalnya kooperatif, kemudian petugas tidak menemukan pelanggaran pada barang bawaannya.

“Namun, ketika petugas melanjutkan pemeriksaan urine, didapati TS positif methamphetamine dan amphetamine,” ujarnya.

Pada saat pemeriksaan oleh petugas, yang bersangkutan sempat menolak. Namun, tidak lama pihaknya berhasil memeriksanya dan menemukan bungkusan berisi serbuk kristal seberat 1.034 gram pada turban TS dan 1.036 gram pada turban GS.

**Baca Juga: GRANAT Hadiri Pengungkapan Penyelundupan Sabu 3 Kg Senilai Rp13 Miliar

“Saat itu kami kesulitan memeriksa pakaian dan penutup kepala berupa turban yang dikenakan oleh keduanya hingga terjadi perdebatan karena TS dan GS enggan melepas dan menunjukkannya kepada petugas. Akan tetapi, kami berhasil memeriksanya,” kata Gatot.

Menurut dia, dari pengakuan TS dan GS, mereka diminta bawa bungkusan tersebut dari Thailand menuju Indonesia oleh pengendali yang berada di India. Bungkusan berisi serbuk kristal tersebut rencananya akan diserahkan kepada seseorang di sebuah hotel, daerah Pasar Baru.

“Hasil temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan joint operation oleh Tim Gabungan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC, dan Subdit 1 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” jelasnya.

Selain menangkap dua WNA itu, pihaknya juga mengamankan empat orang lainnya dengan inisial HW (37 tahun) WNI asal Deli Serdang yang berperan sebagai penerima barang pertama, MW (24 tahun) WNI asal Riau berperan sebagai penerima barang kedua, DK (43 tahun) dan DI (33 tahun).

“Ada WNI pasangan suami istri asal Riau yang berperan sebagai pengendali yang semuanya diamankan di tempat terpisah,” tuturnya.(Red)




GRANAT Hadiri Pengungkapan Penyelundupan Sabu 3 Kg Senilai Rp13 Miliar

Kabar6-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) diundang secara resmi oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten bersama Dittipid Narkoba Bareskrim Polri yang telah mengungkap kasus tindak pidana penyelundupan narkotika senilai Rp13,704 miliar dengan barang bukti seberat 3.072 gram sabu-sabu dari jaringan internasional.

Ketum DPP GRANAT H. KRH. Henry Yosodiningrat menugaskan kepada Prof. Agus Soerono selaku Ketua Departemen Pengkajian Hukum dan Monitoring Penegakan Hukum DPP GRANAT untuk menghadiri Surat Undangan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang.

Turut mendampingi Prof. Agus Soerono: Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga Zulasman Abubakar, Kabid Kerjasama Antar Lembaga Ophan Lamara, Kabid Pendidikan Dr. Gatut Hendro Tri Widodo, Wasekjen Nita Ashar Hartawan, Ketua DPD GRANAT Banten Ir. Budi Tjoanda, Sekretaris DPD GRANAT Banten Bambang Permadi, Wakil Ketua DPD GRANAT Banten Irawan Aquaranto dan Anggota Departemen Humas, Publikasi dan Dokumentasi Rossy B. Rusminto.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo saat jumpa pers di Tangerang, Kamis (23/2/2023) mengatakan bahwa dari barang bukti itu merupakan hasil pengungkapan kasus pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023.

“Jadi, dari penindakan ini berhasil mengamankan tujuh orang yang terdiri atas dua WNA asal India dan lima WNI dengan total barang bukti sebanyak 3.072 gram narkotika dengan nilai Rp13.704.960.000,00,” katanya.

Gatot mengatakan bahwa pengungkapan kasus pertama pada hari Selasa (20/12/2022) atas dua penumpang WNA pria asal India berinisial TS (30) dan GS (28) yang kedapatan membawa barang bawaannya saat tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan rute penerbangan Thai Airways (TG-433) dari Bangkok tujuan Jakarta.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang milik dua WNA pria asal India, TS dan GS. Saat diperiksa, TS dan GS awalnya kooperatif, kemudian petugas tidak menemukan pelanggaran pada barang bawaannya.

“Namun, ketika petugas melanjutkan pemeriksaan urine, didapati TS positif methamphetamine dan amphetamine,” ujarnya.

Pada saat pemeriksaan oleh petugas, yang bersangkutan sempat menolak. Namun, tidak lama pihaknya berhasil memeriksanya dan menemukan bungkusan berisi serbuk kristal seberat 1.034 gram pada turban TS dan 1.036 gram pada turban GS.

“Saat itu kami kesulitan memeriksa pakaian dan penutup kepala berupa turban yang dikenakan oleh keduanya hingga terjadi perdebatan karena TS dan GS enggan melepas dan menunjukkannya kepada petugas. Akan tetapi, kami berhasil memeriksanya,” kata Gatot.

Menurut dia, dari pengakuan TS dan GS, mereka diminta bawa bungkusan tersebut dari Thailand menuju Indonesia oleh pengendali yang berada di India. Bungkusan berisi serbuk kristal tersebut rencananya akan diserahkan kepada seseorang di sebuah hotel, daerah Pasar Baru.

“Hasil temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan joint operation oleh Tim Gabungan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC, dan Subdit 1 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” jelasnya.

Selain menangkap dua WNA itu, pihaknya juga mengamankan empat orang lainnya dengan inisial HW (37 tahun) WNI asal Deli Serdang yang berperan sebagai penerima barang pertama, MW (24 tahun) WNI asal Riau berperan sebagai penerima barang kedua, DK (43 tahun) dan DI (33 tahun).

**Baca Juga: Petugas Bandara Soetta Pergoki Pria India Simpan 2,7 Kilo Sabu di Sini

“Ada WNI pasangan suami istri asal Riau yang berperan sebagai pengendali yang semuanya diamankan di tempat terpisah,” tuturnya.

Dikatakan pula bahwa pengungkapan kasus kedua pada tanggal 4 Februari 2023. Dalam hal ini, pihaknya mengamankan seorang penumpang WNI pria berinisial FR (24) asal Aceh yang tiba dengan penerbangan Citilink Indonesia (QG-0503) dengan perkiraan tiba pukul 22.15 WIB rute Kuala Lumpur tujuan Jakarta.

Upaya penyelundupan oleh FR menggunakan juga modus false concealment yang disembunyikan pada barang bawaannya berupa tas punggung.

“Saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas punggung penumpang, petugas mendapati adanya 2 buah kemasan plastik berisi serbuk kristal putih yang disembunyikan dalam lipatan pakaian dengan berat total 1.002 gram,” paparnya.

Dari hasil temuan tersebut, lanjut dia, kemudian diserahterimakan kepada Subdit 3 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Red)




Petugas Bandara Soetta Pergoki Pria India Simpan 2,7 Kilo Sabu di Sini

Kabar6-Upaya penyeludupan sabu seberat 3,072 kilogram lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, digagalkan. Aparat mengamankan dua warga negara India berinisial TS, 30 tahun dan GS, 28 tahun yang diduga sebagai kurir.

Keduanya penumpang maskapai Thai Airways (TG-433) dengan waktu ketibaan pukul 12.00 WIB asal Bangkok tujuan Jakarta. TS dan GS saat tiba membawa tas punggung dan tidak ada barang mencurigakan.

“Pas dites urine keduanya positif,” ungkap Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Kamis (23/2/2023).

Petugas otoritas bandara kemudian memeriksa pakaian yang dikenakan tersangka. Pada bagian penutup kepala ternyata ada sabu.

“Menurut pengakuan TS dan GS, mereka diminta untuk membawa bungkusan tersebut dari Thailand menuju Indonesia oleh pengendali yang berada di India,” terang Gatot.

**Baca Juga: Terdampak Gempa Turki, 114 WNI Gembira Tiba di Bandara Soetta

Setelah dilakukan pengembangan, berhasil mengamankan 4 orang tersangka lainnya dengan inisial HW (37) asal Deli Serdang, MW (24) WNI asal Riau, DK (43) dan DI (33) selaku pasangan suami istri asal Riau.

Masih menurut Gatot, penindakan kedua yakni, seorang pria berinisial FR (24) asal Aceh yang tiba dengan penerbangan Citilink Indonesia (QG-0503) rute Kuala Lumpur tujuan Jakarta.

“Saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas punggung penumpang, petugas mendapati adanya dua buah kemasan plastik narkoba dalam lipatan pakaian seberat 1.002 gram,” tuturnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.(yud)