1

Peringati Hari Kartini, Pemkot Tangerang Hadirkan Pelayanan KB Serentak

Kabar6.com

Kabar6-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru saja meluncurkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara serentak. Pelayanan tersebut diluncurkan secara khusus dalam rangka memperingati Hari Kartini 2024 di Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Jatmiko menuturkan, pelayanan tersebut dilakukan untuk meningkatkan optimalisasi partisipasi KB di Kota Tangerang.

Pelayanan tersebut akan dilakukan secara serentak di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tangerang, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, serta praktik bidan mandiri mulai 18-26 April 2024.

“Tidak hanya mengampanyekan program KB di tengah masyarakat, kami juga memanfaatkan pelayanan serentak ini agar dapat memberikan dampak signifikan untuk mencegah risiko stunting di Kota Tangerang berjalan maksimal,” kata Jatmiko, Minggu (21/4/2024).

**Baca Juga: Perumda Pasar NKR Buka Registrasi Pedagang Pasar Kutabumi yang Ingin Pindah ke TPPS

Ia mengatakan pelayanan KB secara serentak tersebut akan direalisasikan dalam berbagai bentuk pelayanan, mulai dari pemasangan spiral (IUD), implan, pil KB, suntik KB, sampai penyediaan alat kontrasepsi (kondom).

“Pelayanan KB secara serentak ini juga mengakomodasi arahan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Banten dengan menyediakan pelayanan secara luas, baik untuk pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) maupun non MKJP,” katanya.

Saat ini, pelayanan KB secara serentak mulai dilaksanakan di Puskesmas Cipondoh, Petir, Cibodas, serta akan disusul di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tangerang secara periodik dalam beberapa hari mendatang.

“Kami berharap pelayanan KB serentak ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di Kota Tangerang secara maksimal,” tandasnya. (Oke)




Berbicara Soal TPPO, DP3AP2KB Tangsel Akui Ada 2 Faktor Penyebab

Kabar6-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berbicara soal adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari DP3AP2KB Kota Tangsel, Irma Syafitri mengatakan, ada dua penyebab utama adanya TPPO di wilayahnya.

“Pertama, utamanya adalah pendidikan. Karena pendidikan yang rendah sehingga sulit mencari kerja, dan pada akhirnya mencari jalan pintas,” ujarnya kepada wartawan di Kantor DP3AP2KB Kota Tangsel, Ciputat, Senin (10/1/2023).

**Baca Juga: 2 Napi Rutan Kelas IIA Serang Kabur Pakai Tangga Bambu

Maka dari itu, pihaknya menyarankan agar tidak adanya masyarakat yang putus sekolah, dan harus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sendiri.

“(Meningkatkan SDM, red) kan ada sekolah paket, apalagi di Tangsel ada sekolah paket gratis. Nah itu harusnya masyarakat sendiri dan juga pemerintah jangan sampai ada yang putus sekolah,” jelasnya.

Selanjutnya, Irma menerangkan, faktor kedua adalah segi ekonomi. Menurutnya, selagi pemerintah belum mampu memberikan lowongan pekerjaan kepada masyarakat, akhirnya masyarakat mencari pekerjaan itu kemana-mana.

“Jadi (Pemerintah, red) harus mampu memberikan kerja yang layak dengan gaji yang layak pula. Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi negara kita,” terangnya.

Menurut Irma, jika Pemerintah sudah mampu mencarikan pekerjaan para korban TPPO, maka para korban tidak akan kerja diluar lowongan tersebut, terlebih apabila gajinya layak.

“Tapi sekarang kerja sudah capek dan gaji nya berapa. Akhirnya diiming-imingi akhirnya dia ikut ke luar negeri, atau dibohongi,” paparnya.

“Kemudian kalau ekonomi artinya kemiskinan, penyebab TPPO kan karena miskin artinya dijebak atau dililit hutang. Dari kejadian itu dia bilang yaudah gausah bayar, tapi anaknya ikut saya,” tutupnya.(eka)

 




Tercatat 190 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel: Jangan Malu Melapor

Kabar6.com

Kabar6-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 190 kasus laporan ibu dan anak alami kekerasan selama 2022.

Kepala DP3AP2KB Tangsel, Khairati meminta kepada para ibu dan anak yang mengalami kekerasan untuk segera melaporkan kepada DP3AP2KB atau melalui P2TP2A Kota Tangsel.

“Jangan malu untuk melapor, kemudian kita ikutin pendampingan psikologis dan kesehatan diikutin, supaya tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan dan tidak berdampak ke keluarganya terutama untuk anak-anaknya,” ujarnya kepada wartawan, ditulis (22/12/2022).

Menurut Khairati, dari total 190 kasus yang dilaporkan, pihaknya berhasil menangani 100 persen alias semua tertangani dengan baik oleh DP3AP2KB Kota Tangsel.

Menurut Khairati, isu kekerasan perempuan dan anak sudah menjadi isu nasional, tidak hanya isu di Tangsel.

Khairati menjelaskan, pihaknya sudah membuat program untuk mencegah terjadinya hal tersebut, mulai dari edukasi di sekolah hingga ke masyarakat.

“Kita sudah membuat berbagai macam program, yang sifatnya mencegah kekerasan terhadap kekerasan perempuan dan anak, melalui edukasi dari tingkat sekolah dan masyarakat,” jelasnya.

Senada, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie yang menegaskan apabila ibu dan anak mengalami kekerasan untuk segera dilaporkan.

**Baca juga: Peringati Hari Ibu ke-94, Kepala DP3AP2KB Tangsel: Bentuk Para Calon Pemimpin

“Kalau ada kekerasan melaporkan aja deh, kalau ada kekerasan segera laporin,” tegasnya.

Benyamin menerangkan, Pemerintah Kota Tangsel telah berkoordinasi dan menginstruksikan kepada camat, dan Koramil untuk segera ambil tindakan, apabila terdapat kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Tangsel.

“Kalau ada kekerasan perempuan langsung ambil tindakan tidak bisa dibiarkan,” tutupnya.(eka)




Peringati Hari Ibu ke-94, Kepala DP3AP2KB Tangsel: Bentuk Para Calon Pemimpin

Kabar6.com

Kabar6-Memperingati hari ibu ke-94, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Khairati memberikan pesan khusus bagi para ibu.

Khairati mengatakan, pada peringatan kali ini temanya adalah perempuan berdaya dan Indonesia maju

“Diharapkan di Kota Tangsel ini semua para perempuan ini tetap berdaya, dengan berbagai kegiatan,” ujarnya kepada Kabar6.com, ditulis Kamis (22/12/2022).

Dalam pesannya, Khairati menyampaikan bahwa perempuan di Kota Tangsel agar mampu membentuk para calon pemimpin masa depan.

Menurutnya, pihaknya juga telah memberikan program untuk memperkuat para ibu seperti pelatihan parenting, pola asuh, dan sebagainya.

“Kita bisa nilai dari misalnya untuk membentuk para calon pemimpin ke depan seperti ibu-ibu bisa kita perkuat mereka bagaimana cara menjadi ibu parenting nya, pola asuhnya, kemampuan dia membentuk keluarga yang terencana dengan baik,” ungkapnya.

Selain mencetak pemimpin masa depan, Khairati menjelaskan, para ibu juga diberikan pelatihan-pelatihan dari segi ekonomi yang bersifat meningkatkan kemampuan para ibu untuk bisa menjadi enterpreneur.

“Untuk bisa meningkatkan ekonomi di keluarga dan lingkungan, sehingga perempuan-perempuan di Tangsel dengan kondisi kemarin bisa bangkit lagi, jadi macam-macam pelatihan yang kita berikan,” terangnya.

Khairati menjelaskan, pada perayaan kali ini dimulai dengan kegiatan kolaborasi dari masing-masing kecamatan, serta ada penyampaian kreasi para ibu.

**Baca juga: Dilaporkan REPDEM ke DKPP RI, Ini Tanggapan Ketua KPU Kota Tangsel

Kemudian, Khairati menerangkan, ada juga penyampaian yang bersifat edukasi, bersifat kesenian, budaya, serta politik.

“Kita berharap ke depan para ibu di Kota Tangsel betul-betul bisa menjadi sesuai dengan arahan pak Wali kota menjadi penguat keluarga, dan menjadi tempat belajar para anak-anaknya di rumah,” tutupnya.(eka)




DP3AP2KB Tangsel Catat Hingga Oktober 2022 Ada 116 Laporan Kasus Khusus Anak

Kabar6.com

Kabar6-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 116 laporan kasus khusus anak sepanjang 2022.

Kepala DP3AP2KB, Khairati memaparkan, dari 116 kasus itu, terdapat 52 laporan kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak.

“Kalau kita bandingkan dari tahun sebelumnya ada peningkatan. Kemarin 171 dari Januari-Desember 2021. Tahun ini belum selesai kan. Jadi cukup meningkat,” ujarnya di Serpong, ditulis Jumat (21/10/2022).

Menurut Khairati, ada dua kemungkinan meningkatnya laporan kasus ini, pertama adalah karena memang DP3AP2KB membuka akses pengaduan itu sangat luas, jadi para orang tua sangat mudah untuk mengadu, berbeda dengan terdahulu.

“Sekarang orang tinggal telpon, WA, kita datangin. Mereka bisa chat dengan nomor hotline. Dijamin rahasianya sehingga orang jadi berani mengadu,” paparnya.

Karena menurutnya, sosialisasi yang dilakukan juga cukup masif, yaitu ke sekolah, ke tempat umum, hingga disampaikan dalam arisan, pengajian, dan pertemuan-pertemuan orang tua.

“Bahwa jika ada kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan silakan mengadu,” ungkapnya.

“Jadi dengan meningkatnya kasus itu ada 2, bisa jadi memang kasus banyak tapi tidak teradukan pada tahun lalu, tapi sekarang pengaduannya banyak artinya lebih banyak kasus yang kita tangani,” tambahnya.

**Baca juga: Kecamatan Setu dan Ciputat Jadi Wilayah Tertinggi Peredaran Narkoba di Tangsel

Menurutnya, tahap-tahap awal pengaduan masih tinggi karena pihaknya masif sosialisasi dan terjamin tidak ada pungutan biaya. Serta didampingi jika korban anak membutuhkan psikolog secara gratis.

“Jadi kasus-kasus yang ada di Tangsel dengan meningkatnya itu artinya jadi lebih banyak menanganinya. Sehingga tidak ada kasus-kasus terabaikan karena kasus kekerasan kadang orang-orang takut melaporkan, biasanya karena aib sehingga dengan berikan privasi mengadu gampang kita ke lokasi ini akan menjadi orang berani,” tutupnya.(eka)




Peringatan HAN 2022, Kepala DP3AP2KB Tangsel: Pentingnya Memberikan Perhatian ke Anak

Kabar6.com

Kabar6-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Khairati menerangkan, peringatan HAN setiap tahun adalah momen untuk mengingatkan kembali kepada semua tentang pentingnya memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak anak.

“Dan perlindungan kepada anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, karena anak adalah penerus masa depan keluarga dan negara. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan dari tingkat kualitas anak yg ada saat ini,” ujarnya kepada Kabar6.com, Sabtu (23/7/2022).

Lanjut Khairati, anak-anak Kota Tangsel sebagian besar adalah anak-anak hebat yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Menurutnya, mereka juga lebih sejahtera dibandingkan anak-anak dahulu.

Namun, menurutnya, anak-anak saat ini memiliki tantangan kehidupan yang cukup berat, karena perkembangan teknologi yang cenderung di salah gunakan untuk hal-hal keburukan.

“Sehingga anak-anak lebih mudah untuk mengakses pornografi, berita-berita hoax, gaya hidup bebas, narkoba, LGBT dan rentan menjadi korban kekerasan online,” terangnya.

Maka dari itu, Khairati menjelaskan, untuk melindungi anak-anak dari hal-hal buruk tersebut peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam memberikan kasih sayang, perlindungan dan edukasi tentang penggunaan ponsel pintar atau smartphone kepada anak.

“Pendidikan dan penerapan nilai-nilai agama juga sangat penting bagi anak dan keluarga saat ini agar mencegah dan terhindar dari segala pengaruh negatif tersebut,” ungkapnya.

Khairati menjelaskan, anak-anak perlu untuk mengikuti berbagai kegiatan positif untuk mengisi waktu luang mereka seperti organisasi, kesenian olahraga, keagamaan, dan sebagainya.

“Hal itu untuk membuka wawasan dan membentuk karakter yang mandiri, tangguh dan mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk,” kata Khairati.

**Baca juga: Dihadiri Ratusan Anak, DP3AP2KB Tangsel Gelar Acara Peringatan HAN 2022

Oleh karena itu, dijelaskannya, semua pihak diminta untuk ikut serta peduli menjaga dan melindungi mereka dari segala pengaruh negatif dan dari segala bentuk kekerasan.

“Jadilah anak yg taat beribadah kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, peduli kepada sesama, mandiri, sehat, tangguh dan berani untuk menolak ajakan yang tidak baik,” tutupnya.(eka)




Dihadiri Ratusan Anak, DP3AP2KB Tangsel Gelar Acara Peringatan HAN 2022

Kabar6.com

Kabar6-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) gelar acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022.

Dalam acara yang diselenggarakan di Taman Kota 1, Serpong tersebut, terlihat ratusan anak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan pada kegiatan tersebut.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangsel, Khairati mengatakan, peringatan HAN tahun ini dilaksanakan secara out door dengan melibatkan perangkat daerah terkait.

“Acara HAN 2022 alhamdulillah berjalan sukses dan lancar dihadiri sekitar 500 anak dan orang tua. Mereka semua terlihat ceria dan gembira,” ujarnya kepada Kabar6.com, Sabtu (23/6/2022).

**Baca juga: Target Uji KIR 2021 di Tangsel Kurang Rp 131 Juta Lebih

Khairati menerangkan, ada berbagai perlombaan dan kegiatan yang bisa diikuti oleh anak-anak, yaitu pawai sepeda hias, mendongeng sains bersama Kak Ana, marching band cilik.

“Bernyanyi, mewarnai, puisi, drama, fashion show anak berkebaya, Polisi cilik Bhayangkara, menari, dan bermain tradisional, serta pameran produk anak disabilitas dan UMKM Tangsel,” tutupnya.(eka)




Datangi Situ 7 Muara, DP3AP2KB Lakukan Sosialisasi Kepada Anak Sekolah

Kabar6.com

Kabar6-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lakukan sosialisasi pengawasan guna mencegah terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

Sosialisasi itu diberikan kepada anak-anak sekolah, saat pihaknya bersama Satpol PP Kota Tangsel mendatangi warung pinggir danau, Situ 7 Muara, Pondok Benda, Pamulang, guna menindak lanjuti adanya laporan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Tim Satgas TPPO DP3AP2KB Kota Tangsel, Hartinah Hajar menjelaskan, kegiatan kali ini memang hanya bersifat pengawasan.

“Jadi sifatnya ini untuk melakukan pencegahan. Ini sosialisasi pengawasan langsung ke lapangan. Jadi tidak semerta-merta kita melakukan yang namanya sosialisasi hanya di gedung-gedung,” ujarnya kepada Kabar6.com di lokasi, Selasa (31/5/2022).

Kegiatan sosialisasi pengawasan langsung ini, lanjutnya, bertujuan mencegah terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak, yang disampaikan kepada anak-anak sekolah yang sedang nongkrong di warung pinggir danau ini.

**Baca juga:Ada Laporan TPPO, Satpol PP dan DP3AP2KB Tangsel Datangi Situ 7 Muara

“Kita mencakup untuk mencegah kekerasan. Kekerasan itu sendiri ada empat, fisik, psikis, seksual, dan penelantaran. Kenapa kita lakukan siang hari? Karena kita bidik seperti tadi. Anak sekolah yang tidak mengikuti peraturan. Yang harusnya mereka sudah pulang ke rumah. Tapi mereka masih nongkrong,” terangnya.

“Jangan sampai justru mereka malah menjadi korban kekerasan di jalan raya, fasilitas umum, dan lainnya,” tutupnya.(eka)




KPAI Minta DP3AP2KB Kota Tangerang Evaluasi Program

Kabar6.com

Kabar6-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mengevaluasi program-program yang dimiliki. Sehingga dapat terlihat efektif atau tidaknya program tersebut.

“Mungkin program yang dipunyai tidak tepat sasaran atau adaptasi terhadap situasi kebaruan ini yang delay. Sehingga dianggapnya edukasi ini mengumpulkan orang gak mungkin, sehingga tidak terselenggara,” ujar Ai kepada wartawan, Minggu (21/3/2021).

Ai menyatakan, kasus yang melibatkan sekitar 15 anak di bawah umur tersebut harus dibongkar hingga mendalam. Kendati demikian, kasus itu bukan sekedar individu membeli sex tapi telah melibatkan penyedia hotel.

“Pasti pola-polanya sudah kok yang dicari anak di bawah umur, pasti ada supply and demand, ada juga kelompok yang memang sengaja mencari, mengumpulkan (PSK dibawah umur),” katanya.

Selain melakukan pendampingan kepada para korban, KPAI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat terkait maraknya hotel dengan layanan berbasis aplikasi sebagai lokasi prostitusi. Sebab, layanan hotel online itu seringkali dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi anak-anak.

“Ini tantangan kita, kita akan segera koordinasi karena memang ada indikasi penyediannya di hotel itu,” terangnya.

Sebanyak 15 PSK yang terdiri dari usia 14, 15 dan 16 tahun tersebut telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2A) dan Penitipan Handayani. Dengan begitu para korban mendapatkan bantuan secara psikologi dan pemulihan trauma (trauma healing).

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Irna Rudiana menyatakan, pihaknya hanya melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berasal dari Kota Tangerang. Sebanyak, empat PSK dibawah umur diketahui menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Kami memang hanya mendampingi korban yang berasal dari kota Tangerang empat anak. Saat ini di Handayani,” kata Irna kepada wartawan.

Irna menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban. Selain tu, orang tua korban juga akan di edukasi agar anak-anak mereka tidak kembali terjerumus prostitusi.

“Agenda berikutnya konseling dengan psikolog kami. Dan kami mengedukasi orang tuanya juga,” katanya.

**Baca juga: BPD HIPMI Banten Siap Gelar Musda

Selain itu, pihaknya telah rutin melakukan parenting atau edukasi serta pembinaan kepada orang tua. Namun, selama pandemi covid-19, kegiatan itu hanya dapat dilakukan secara daring.

“Sebetulnya kita kan saat ini kondisinya di kita sedang nggak normal yah. Jadi sebetulnya kita selalu mengupayakan parenting sering kita lakukan, cuma kita hanya bisa sebatas online selama ini,” tandasnya.(Oke)




DP3AP2KB Kota Tangerang Buka Layanan Konseling Online

Kabar6.com

Kabar6-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) membuka layanan konseling online tanpa biaya, kepada warga yang mengalami gangguan secara psikologis.

Bahkan virus corona ini dapat berakibat pada gangguan psikologis masyarakat.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang, Irna Rudiana mengatakan, program layanan tersebut dikerjakan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Konseling online akan dilayani oleh psikolog handal melalui tiga nomer yang tersedia.

“Layanan konseling online gratis ini untuk membantu masyarakat terdampak secara psikologis seperti kecemasan, kebingungan berlebih, atau situasi kondisi rumah yang berubah,” kata Irna kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

**Baca juga: BLT Diserahkan Pada Warga Terdampak Covid-19 di Kota Tangerang.

Kendati pelaksanaannya, kata dia, masyarakat dapat memilih jam konsultasi sesuai jadwal masing-masing. Selain itu, masyarakat cukup mengirim biodata diri seperti nama, jenis kelamin, umur, pekerjaan, dan alamat secara online. Baru kemudian menyertakan keluhan dan atau permasalahan yang dialami.

“Reminder dari Puspaga satu hari sebelum pelaksanaan. Nanti pasien dan psikolog akan melakukan video call dalam proses konseling online tersebut,” jelas Irna.

Bagi masyarakat yang hendak mengikuti layanan tersebut, Irna menyarankan untuk dapat mengirim formulir konseling online terlebih dahulu ke kontak whatsapp 081284867106 atau 081311582278 dan 083876576158.(Oke)