1

Rektorat dan Dosen UIN Teken Kesepakatan Cegah Demo

Kabar6-Penolakan atas pengangkatan dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, kiranya tak cuma dilakukan kalangan mahasiswa saja.

Sikap serupa juga ditunjukan oleh para civitas akademika perguruan tinggi yang terletak di Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Profesor Yusron Razak, menyatakan bahwa ini merupakan terakhir kalinya mereka menggelar aksi protes. Alasannya,  pihak rektorat bersama para dosen telah meneken surat kesepakatan untuk tetap masuk kuliah seperti biasa pada esok hari.

“Kesepakatan sudah ada dalam perjanjian, dengan dosen-dosen  sudah bertandatangan untuk tetap mengajar dan tidak lakukan mogok,” terangnya, Kamis (19/3/2015). **Baca juga: Pengangkatan Dekan FKIK Diprotes Ratusan Mahasiswa UIN.

Yusron mengaku percaya para civitas akademik kampus UIN dapat mentaati butir-butir kesepakatan. Berkaitan dengan aksi mogok yang telah dilancarkan para dosen tak akan dijatuhi hukuman atau sanksi. Kepastian itu dijanjikan atas sikap rektorat yang hanya memberikan pembinaan kepada para dosen.

Yusron tegaskan, pihak rektorat tentunya meminta agar para dosen memiliki tangung jawab untuk mengajar. Maka tidak ada diperkenankan melalaikan kewajian apapun alasannya. “Tidak ada sanksi dari kami, yang penting hati nurani. Kami tidak buatkan pada sistem agar ada sanki, tidak,” kata Razak.

Razak menegaskan, bahwa aksi daripada mahasiswa beberapa hari ini lebih pada kepentingan kedokteran. Namun cara pandang dan kebijakan yang diambil rektorat adalah secara utuh demi kelancaran fakultas kedokteran yang didalamnya ada beberapa program studi.

Oleh karena itu tidak ada hal lain kecuali menjalankan apa yang sudah menjadi putusan. “Tidak ada pergantian dekan atau istilahnya mencabut. Semua sudah sesuai prosedur jadi bila mencabut apa yang sudah ditetapkan akan bermasalah,” terang Yusron.(yud)




Buruh Blokir Pintu Tol Bitung, Jalan Raya Serang Macet

Kabar6-Ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi kembali memblokade Jalan Raya Serang, tepatnya di pintu masuk Tol Bitung dan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/12/14).

Hal tersebut mengakibatkan, kemacetan parah terjadi di sejumlah ruas jalan, baik di Jalan Raya Serang, maupun di tol Jakarta-Merak. **Baca juga: Pejabat Satker Kementrian PU Banten Diduga Pasok Material.

Koswara, salah satu koordinator aksi, mengatakan aksi Mogok Daerah (Modar) buruh Tangerang ini dilakukan, lantaran upah yang telah di tetapkan oleh Gubernur tidak sesuai dengan rekomendasi Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, Gubernur hanya menetapkan upah sebesar Rp. 2.710.000 untuk Kabupaten Tangerang, padahal Bupati merekomendasi sebesar Rp. 2.710.000.

Diketahui, aksi belasan ribu buruh tersebut melumpuhkan akses jalan tol dan jalan arteri di daerah itu. Massa yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua ini menutup seluruh badan jalan.(Shy)