1

TPST Penghasil Bahan Bakar di Lebak Direncanakan Beroperasi 2026

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak  berencana membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) berteknologi refuse derived fuel (RDF).

TPST tersebut direncanakan bakal berdiri di kawasan tempat pemprosesan sampah akhir (TPSA) Dengung, di Kecamatan Maja.

Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Lebak Widi Ferdian, menyebut, TPST Dengung akan mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara.

“Sepertinya akan mulai beroperasi pada tahun 2026, uji cobanya dilakukan di akhir 2025,” kata Widi kepada Kabar6.com, Rabu (17/4/2024).

**Baca Juga: Kerja Sama Tangsel Buang Sampah ke Serang Berakhir April 2024

Untuk merealisasikan TPST tersebut, saat ini Pemkab Lebak tengah melakukan proses persiapan lahan, bangunan dan mesin yang akan digunakan untuk mengolah sampah, baik organik maupun anorganik.

“Produksi sampah hasil olahan direncanakan sebanyak 60-90 ton per hari. Namun untuk jumlah mesin yang akan kita gunakan belum final, apakah satu atau dua,” ujar Widi.

Widi melanjutkan, bahan bakar pengganti batu bara hasil olahan sampah di TPST Dengung akan dibeli oleh produsen Semen Merah Putih yakni PT Cemindo Gemilang, di Kecamatan Bayah, Lebak.

“MoU-nya sudah dilakukan, Cemindo siap memakai produk kita. Jadi tindak lanjut nya menunggu PKS (perjanjian kerja sama) saja,” katanya.(Nda)




Mahasiswa Unpam Sulap Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar dengan Metode Ini

Kabar6.com

Kabar6-Mahasiswa Semester 6 Universitas Pamulang (Unpam) lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mensosialisasikan limbah plastik yang dapat disulap menjadi bahan bakar dengan metode pirolisis kepada warga di Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan itu diketuai oleh Januar Adam Anggito Abimanyu yang beranggotakan Supriyanto, Ario Tabah Panguji, Makdum Syarifuddin dan Andre dewantara.

“Kelompok kami menginformasikan ke masyarakat bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar dengan metode di mesin pirolisis yang di buat oleh mahasiswa,” ujar Ketua PKM Unpam, Januar Adam, Kamis (8/7/2021).

Adam menyampaikan, kegiatan ini adalah menyalurkan pengetahuan selama berkuliah di Unpam dan dalam bentuk kepedulian mahasiswa dalam menjalankan tri darma dan hal baik lain nya

Dirinya berharap kepada warga Pondok Benda Pamulang ilmu yang kelompoknya salurkan dapat bermanfaat dan dapat mengedukasi.

“Saya sebagai ketua PKM apabila ada kesalahan kata-kata atau kegiatan dalam melaksanakan Pengabdian kepada masyarakat mohon di maafkan karena mesin pirolisis ini masih dalam proses pengujian dan masih di kembangkan,” paparnya.

Sementara itu, Dosen pembimbing PKM Mahasiswa Unpam, Yohan menerangkan, mesin pirolisis ini dirancang berdasarkan hasil kreatifitas selama berkuliah di Unpam.

“Mesin pirolisis ini dirancang berdasarkan hasil kreatifitas selama berkuliah di universitas pamulang dan masih kami kembangkan lagi oleh generasi selanjutnya” ungkapnya.

Terpisah, Ketua RT Pondok Benda, Pamulang, Waryono sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa di wilayahnya.

**Baca juga: Spesial Juli, Hotel Santika Premiere Bintaro Sajikan Menu Khusus

“Terima kasih kepada mahasiswa Unpam yang sudah melakukan penyuluhan di wilayah Pondok Benda, saya sangat mengapresiasi, semoga warga disini bisa menjadikan ini sebagai bekal pengetahuan tentang pengelolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan metode pirolisis,” tutupnya.(eka)