oleh

Survei IPRC: 56,7 Persen Responden Dinasti Politik di Banten Harus Dihilangkan

image_pdfimage_print

Kabar6-Sebanyak 56,7 persen responden sangat setuju dinasti politik harus dihilangkan di Provinsi Banten. Sedangkan hanya 7,9 persen responden menyatakan tidak setuju.

Hal itu diungkapkan Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) Laboratorium CEDD Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) saat menyampaikan temuan hasil survei pada 3 hingga 10 Oktober 2023 tentang persepsi warga Banten terhadap kinerja pemerintahan dan dinasti politik.

Dalam survei itu, IPRC menyampaikan pertanyaan secara umum seperti apakah dinasti politik di Provinsi Banten harus dihilangkan?

“Lagi-lagi sebagai masyarakat setuju dinasti politik di hilangkan di provinsi Banten data temuan kami sebanyak 56,7 persen,” kata Direktur Operasional dan Data IPRC Tedy Nurjaman di salah satu cafe di Cipocok, Kota Serang, Rabu (15/11/2023).

Hal itu lantaran masyarakat di Provinsi Banten sudah sangat jenuh dengan dinasti politik. Salah satu indikatornya setelah ditanyakan, apakah politik dinasti di Banten ini berdampak buruk terhadap sistem demokrasi di Provinsi Banten?

“Sebagian masyarakat menjawab ia, bahwa politik dinasti itu berdampak buruk terhadap sistem demokrasi di Provinsi Banten, angkanya sekitar 52 sampai 55 persen,” ungkapnya.

Namun sebanyak 56,9 persen responden menyatakan bahwa praktek politik uang dianggap hal wajar. Hal itu kata Tedy terjadi kontradiktif, dimana masyarakat setuju jika dinasti politik harus dihilangkan di Banten.

Mewajarkan praktik politik uang lanjut Tedy, bisa memberikan ruang kepada aktor-aktor dinasti politik. Karena aktor dinasti politik di Banten memiliki modal kapital yang sangat kuat untuk mempengaruhi pemilih.

**Baca Juga: Hanya Ikut-ikutan, 107 Simpatisan JI dan JAD di Banten Ucap Ikrar Setia NKRI

“Inilah yang kemudian menurut kami ada semacam kontradiksi yang terjadi, disatu sisi masyarakat ingin menghilangkan dinasti politik tapi satu sisi lain dengan masyarakat mewajarkan praktik politik uang,” ungkapnya.

Lalu sebanyak 52 persen responden menyatakan, mengetahui tentang dinasti politik di Banten. Sebagian besar responden 44,1 persen mempersepsikan Keluarga Atut Choisiyah menjadi bentuk politik kekeluargaan yang paling kuat di Banten saat ini.

Disusul Keluarga Jayabaya sebanyak 12,7 persen, keluarga Dimyati Natakusuma sebanyak 4,1 persen, keluarga Aat Safaat sebanyak 2,4 persen dan sebanyak 36,7 persen menjawab tidak tahu/tidak menjawab.

Adapun metode survei dilakukan dengan tatap muka sebanyak 1.220 responden di delapan kabupaten/kota di Banten yang sudah memiliki hak pilih/menikah. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling, margin of error ± 2,87% pada tingkat kepercayaan 95%.(Aep)

Print Friendly, PDF & Email