oleh

Sumur Keramat Syekh Mubarak Ramai Saat Malam Jumat

Kabar6-Sumur Syekh Mubarak yang berada di Kampung Kalapa Dua Rt 07/04, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dikenal warga sebagai sumur yang sakral atau keramat.

 

Sumur yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini, merupakan tempat ritual warga asli Banten. Biasanya, warga datang untuk menyucikan diri dan meminta berkah kepada para leluhur yang dimakamkan di area setempat. ** Baca juga: Santri Tewas di Sumur Keramat Tidak Izin Kuncen

 

Juru kunci (kuncen) sumur keramat Syekh Mubarak, Mbah Samsul (70), mengatakan tempat itu biasa ramai saat Kamis malam atau malam Jumat.

 

Para pengunjung yang datang, pastinya melakukan mandi suci, sembahyang, sebelum kemudian menutup ritual dengan berziarah ke makam Syekh Mubarak, yang juga berada di sekitar lokasi.

 

“Di sekitaran sumur ini ada makam leluhur alim ulama namanya Syekh Mubarak. Dulu, sumur ini dipakai para ulama untuk menyucikan diri,” jelasnya kepada kabar6.com, Senin (4/5/2015).

 

Tidak hanya warga asli Banten yang acap melakukan ritual di sumur tersebut. Tapi, warga dari luar Banten pun acap mengunjungi sumur keramat itu untuk melakukan ritual.

 

“Yang datang banyak, ada yang dari Jakarta, Depok dan banyak lagi. Mereka biasanya minta keberkahan dan kemudahan dalam mencapai suatu tujuan. Seperti kenaikan pangkat, rezeki dan lainnya,” ungkapnya.

 

Pantauan kabar6.com, walau air sumur itu tampak berwarna hijau dan berlumut, uniknya air itu tidak berbau sama sekali.

 

Bahkan, warga sekitar mengklaim, bila air di sumur keramat yang dikelilingi oleh pohon bambu itu, tidak pernah surut selama puluhan tahun.

 

Diketahui, di sumur berukuran 2 X 8 meter dengan kedalaman dua meter itu pulalah, dua dari lima santri asal serang tewas tenggelam saat melakukan ritual mandi suci, pada Senin pagi. ** Baca juga: Pemerintah Belum Tentukan 1 Syawal

 

Keduanya adalah Kiki (16) dan M. Hampani (19). Jenazah keduanya kini sudah dievakuasi ke rumah duka di Serang, Banten.(shy)

Berita Terbaru