oleh

Sudah Buka 16 Kantor di Tangsel, BSI Fokuskan 3 Target di 2021

Kabar6-Bank Syariah Indonesia (BSI) hingga saat ini telah memiliki 16 kantor cabang di Kota Tangerang Selatan.

Brench Manager Kantor Cabang (KC) BSI Cabang Tangsel, Dudi Saleh menerangkan, 16 Kantor BSI di Tangsel itu merupakan bekas kantor dari 3 Bank, yaitu BNI Syariah, BRI Syariah dan Mandiri Syariah.

“Kurang lebih 16 sama yang di Ciputat. Alhamdulillah (hingga saat ini, red) gak ada pengurangan (pegawai, red),” ujarnya kepada Kabar6.com, Kantor BSI Cabang Tangsel, Serpong, Rabu (7/4/2021).

Dudi menjelaskan, pihaknya tidak hafal berapa ratus nasabah yang sudah bermigrasi dari bank sebelumnya. “Totally (keseluruhan, red) saya gak hafal, jadi jumlahnya saya gak hafal secara spesifik, karena tiga bank tuh, jadi harusnya tanya ke pusat,” ungkapnya.

Dudi menerangkan, pihaknya ditahun 2021 akan fokus kepada 3 target, yaitu fokus terhadap pemberdayaan UMKM, lalu kepada Konsumer BSI, dan gadai kepada para nasabah.

“Kalau untuk komersil kita tidak terlalu besar, itu di kantor pusat. Kalau untuk cabang itu fokus ke UMKM, konsumer dan gadai,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia (KC BSI) Tangerang Selatan kini sedang fokus memigrasi kurang lebih 1200 data nasabah.

Hal itu dikatakan oleh Brench Manager KC BSI Kota Tangsel, Dudi Saleh kepada Kabar6.com, Selasa (9/2/2021).

“Semua pelayanan perbankan tetap berjalan sebagai mana mestinya dan saat ini pihaknya sedang memfokuskan kepada migrasi kurang lebih 1200 data nasabah,” ujarnya.

Dudi mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang migrasi sistem serta pengintegrasian produk perbankan. Dudi menyebutkan, migrasi rekening nasabah harus mementingkan prinsip kehati-hatian dan keamanan demi terjaganya dana dan data nasabah.

**Baca juga: Waspada, Pasar Takjil Ramadan Rawan Penularan Virus Corona

Dudi memaparkan, pihaknya juga berkomitmen membantu nasabah di semua segmen pada proses ini yang hingga saat ini masih terus aktif melakukan sosialisasi di semua media dan kanal komunikasi.

“Pada prinsipnya kita melakukan klarifikasi rekening nasabah untuk dapat dilakukan migrasi,yang kita lakukan ialah meminta izin agar akunnya bisa kita migrasikan tapi secara system juga sudah kita proteksi,” terangnya.(eka)

Berita Terbaru