oleh

Street Race BSD City, Pebalap Difabel: Ini Kado Manis di Hari Ulang Tahun

Kabar6-Pangestu Budiman, salah seorang pebalap difabel di Street Race BSD City mengaku mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa.

Pasalnya, tepat pada hari ini Sabtu 23 April 2022, dirinya genap menginjak usia 30 tahun. Pada artinya, balapan hari ini adalah hadiah yang berharga dalam hidupnya.

Pria yang akrab disapa Estu ini mengaku, saat turun memakai motor roda 3 Suzuki GSX 150 CC motor Sporty Serie sempat merasakan deg-degan yang parah.

“Ulang tahun ke-30 ini, kadonya main di Street Race, rasanya karena baru tadi pas mau launch deg-degan parah, deg-degan senang, ngeri, tapi happy,” ujarnya kepada wartawan di Jalan GIPTI BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Dijelaskan lebih lanjut, dirinya pun baru pertama kali ini turun ke jalanan untuk melakukan balapan. Dirinya menerangkan, sebelum ini dirinya hanya biasa mengikuti Sunday Morning Ride (Sunmori) saja bersama teman-temannya.

“Latihan khusus enggak sih, istilahnya mah untuk keseharian aja, paling liat YouTube untuk start race untuk ngegasnya,” terangnya.

Ditegaskannya, jikalau ada event Street Race kedepan, dirinya akan mencoba kembali untuk memeriahkan.

“Nanti kedepannya mau nyoba lagi tergantung eventnya dimana, mungkin di Bekasi, mungkin kalau ada waktu bisa memeriahkan lagi,” jelasnya.

Dirinya bersama Bengkel 45 Garage yang berasal dari Proklamasi Jakarta Pusat mendatangi area Street Race BSD City dari jam 11 siang.

Estu mengaku, pengalaman balapan ini naru pertama kalinya, karena dirinya tidak pernah mengikuti sekalipun balapan liar dijalanan dengan alasan takut membahayakan dirinya.

“Kalau kebut-kebutan dijalan enggak sih, kadang kejar-kejaran waktu aja, pengen sih balap liar cuma kita ngeri, alhamdulilah sih gak pernah ikut, nonton juga enggak pernah,” jelasnya.

Sebagai penyandang difabel, dirinya meminta kepada pihak penyelenggara Street Race untuk menambahkan toilet umum yang ramah untuk difabel.

**Baca juga: Street Race BSD City, Kapolda: Ini Jawaban Para Pecinta Balap Jalanan

“Sebagai penyandang disabilitas fasumnya bisa ditambahin untuk toilet umum yang ramah disabilitas.

Trek lintasan kalau menurut pribadi sudah oke, jalannya enggak jelek, aspalnya bagus, lintasannya juga enak, untuk lintasan enggak ada masalah, hanya sarana prasarana nya saja,” tutupnya.(eka)