oleh

Siswi SD Pinang Diduga Dicabuli Ayah Tiri

Kabar6-Sejumlah warga menggeruduk kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kota Tangerang, Kamis (9/10/2014).

Kehadiran sejumlah warga Gang Ambon RT 02/06, Kelurahan Nerotog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, itu untuk mengadukan dugaan pencabulan yang dialami seorang bocah perempuan warga setempat, SF (9), yang dilakukan oleh ayah tirinya, AW.

Ya, dugaan pencabulan yang dialami bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) ini, menguat setelah seorang warga yang kini mengasuh korban, mendengar keluhan SF yang kerap merasakan sakit pada bagian kemaluannya.

Kepada sang pengasuh yang enggan disebutkan identitasnya itu, SF menceritakan bila tindakan bejat itu sudah dialaminya berkali-kali sejak satu tahun lalu. Itu semua terjadi ketika EN, ibu kandung korban, tengah  tidak berada di rumah.

Mendengar cerita SF, sang pengasuhpun terkejut, sebelum akhirnya melaporkan hal itu kepada ketua RT setempat dan warga sekitar.

Sejumlah warga akhirnya berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang.

Sayangnya, meski petugas PPA sempat memintai keterangan dari korban, namun laporan tersebut kiranya belum dapat diterima. Itu karena warga harus mendapat kuasa dari Ibu korban.

Namun demikian, warga tidak kehilangan akal. Wargapun kemudian warga beralih ke P2TP2A, yang tergabung dalam Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Tangerang, guna mengkonsultasikan kasus itu.

Setelah mendengarkan penjelasan dari para warga, petugas/pegawai instansi tersebut akhirnya langsung membawa SF ke puskesmas untuk divisum.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Tangerang, Eni Nuraeni mengatakan, pihaknya telah menerima keluhan warga terkait kasus dugaan pencabulan yang dialami SF.**Baca juga: BNN Sita 6 KG Sabu Dari Rumah Kontrakan Pasutri di Neglasari?

“Kita bawa dulu korban ke Puskesmas untuk divisum. Kita tunggu dulu hasilnya, kalau belum keluar kita belum bisa lakukan tindakan,” pungkasnya.(ges)

Berita Terbaru