oleh

Siswa SDN Poris Gaga 3 Belajar Bikin Kompos di TPA Rawa Kucing

Kabar6- Sama hal dengan sekolah lainnya, SDN Poris Gaga 3, Kota Tangerang, sedianya juga sudah menerapkan metode pembelajaran diluar sekolah.

Ya, beberapa waktu lalu, siswa dan siswi dari SDN Poris Gaga 3 ini, mengunjungi TPA Rawa Kucing yang berlokasi di Jalan Muda, RT 02 / RW 02, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Kunjungan ini pun sebagai edukasi tentang pengolahan sampah yang baik dan benar menurut proses di TPA Rawa Kucing tersebut.

Romdoni, salah seorang Guru SDN Poris Gaga 3 yang menjadi pendamping di kegiatan kala itu mengatakan, bila disana pihaknya diterima oleh para petugas TPA Rawa Kucing dengan sangat baik.

Seperti biasa, petugas pun memberikan pemahaman kepada murid-muridnya mengenai pengolahan sampah mulai dari awal hingga proses akhir. Khususnya, dalam hal pembuatan pupuk kompos dari sampah.

Ada 3 jenis sampah, kata dia, yang harus diketahui oleh siswa. Yaitu, sampah organik, non organik dan sampah B3 (Bahan Bakar Beracun).

Sedangkan, yang bisa dijadikan atau diubah menjadi pupuk kompos itu sendiri ialah sampah organik yang terdiri dari sampah kertas bekas, tisu bekas, dedaunan atau rumput, potongan kayu dan kotoran hewan peliharaan yang telah dikeringkan.

“Proses pembuatan komposnya hanyalah tinggal dikeringkan di trik matahari dan setelah itu dicampur menjadi satu,” ungkap Romdoni, dalam cerita tertulisnya.

Selain memanfaatkan sampah menjadi pupuk kompos, lanjut dia, mereka juga dijelaskan tentang manfaat dan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.

Salah satunya adalah untuk mengurangi volume sampah di TPA Rawa Kucing yang saat ini, disetiap bulannya terus meningkat.

Oleh karenanya, mereka hingga kini masih konsisten menggalakan sosialisasi guna membangun kesadaran masyarakat yang dirasa masih minim.

**Baca juga: Enam Guru SDN Larangan 5 Terima Penghargaan Bimtek Guru Belajar Seri AKM

Kemudian, tambah dia, dari hasil edukasi yang didapat dari kunjungannya ke TPA Rawa Kucing ini, siswa SD Negeri Porisgaga 3 pun terus mencoba membuat pupuk kompos dari sampah organik.

“Tujuannya, untuk membantu mengurangi tingkat volume yang sangat meningkat dan juga memberi kesadaran kepada siswa SD Negeri Porisgaga 3 agar lebih bisa memanfaatkan sampah di rumah masing-masing, supaya tingkat volume sampah di TPA Rawa Kucing sedikit demi sedikit mengurang.” pungkasnya.(*/gus)

Berita Terbaru