Sidak, Bahan Pangan Berbahaya Ditemukan di Pasar Serpong

kabar6.com
Pedagang daging di Pasar Serpong.(yud)

Kabar6-Jelang bulan suci Ramadan mayoritas harga komiditi bahan pangan melonjak naik. Kondisi itu dibarengi dengan maraknya peredaran bahan makanan tak layak konsumsi lantaran mengandung zat berbahaya.

Ade, pedagang daging sapi di Pasar Ciputat mengakui rata-rata kenaikan harga mencapai Rp10 ribu. Daging sapi segar dibanderol senilai Rp120 ribu per dari sebelumnya Rp110 ribu per kilogram. Kemudian iga sapi dipatok Rp 75 ribu per dari harga sebelimnya hanya Rp65 ribu per kilogram.

“Naiknya enggak jauh. Enggak seperti tahun lalu,” katanya ditemui kabar6.com di kolong terowongan, Rabu (15/5/2018).

Terpisah, petugas gabungan menemukan bahan makanan tak laik konsumsi bebas beredar dipasaran sat menggelar sidak. Petugas memeriksa 20 sampel bahan pangan seperti kolang kaling, ikan tongkol, ayam, kerang, tahu dan lainnya.

“Dari 20 makanan yang kami periksa, ada empat makanan dari pedagang berbeda mengandung zat berbahaya. Tiga di antaranya mengandung formalin,” kata Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Pemdik Serlik) BPOM Banten, Faizal Musfofa.

Dia menambahkan sementara satu jenis makanan lain mengandung zat rhodamin. Zat tersebut merupakan zat kimia yang sering terkandung di dalam hasil barang industri tekstil.**Baca Juga: Ditangkap, Begini Keseharian Terduga Teroris di Kota Tangerang Versi Warga.

“Tiga makanan yang mengandung formalin tersebut adalah dua jenis cumi asin dari pedagang yang berbeda. Sementara satu lainnya adalah mie basah. Sementara yang megandung rhodamin adalah bahan makanan terasi,” ujarnya.(yud)