oleh

Seputar Manfaat Mengurangi Soft Drink

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Minuman yang satu ini sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di masyarakat perkotaan. Saat hang out bersama teman atau sekadar kongkow di kafe, soft drink menjadi salah satu minuman pilihan.

Bagaimana seharusnya mengonsumsi soft drink? Menurut penelitian, dikutip dari info-kesehatan.net, sebenarnya minuman soft drink tidak banyak manfaatnya untuk kesehatan.

Karenanya para ahli menyarankan untuk mengurangi minum soft drink karena beberapa alasan. Berikut uraiannya:

1. Tubuh kita memerlukan sejumlah besar air untuk memproses kadar gula tinggi yang terkandung dalam soft drink. Artinya, Anda harus mengonsumsi sekitar 8-12 gelas air, untuk setiap gelas soft drink yang diminum. Soft drink tidak memberikan air untuk tubuh kita, sebaliknya malah menghabiskannya, persis seperti diuretik.

2. Minum soft drink tidak akan menghilangkan rasa haus, sebab bukanlah jenis air yang diperlukan tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh secara terus menerus akan menyebabkan dehidrasi. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

3. Soft drink mengandung fosfat tingkat tinggi yang dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan banyak mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) dan lain-lain. Selain itu sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

4. Soft drink mampu membersihkan karat pada bumper kendaraan atau benda logam lain. Nah, bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Kadar gula yang tinggi dalam soft drink menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar. Kelebihan gula dan insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidak seimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.

6. Minum softdrink sangat berpengaruh pada proses pencernaan. Kafein dan kadar gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Itu berarti tubuh tidak menyerap gizi sama sekali dari makanan yang baru dimakan, bahkan yang sudah dimakan beberapa jam sebelumnya.

7. Soft drinks diet mengandung aspartame, yang dihubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. FDA telah menerima lebih dari 10.000 keluhan konsumen terhadap aspartame, 80 persen di antaranya mengeluhkan zat aditif pada makanan.

8. Jangan pernah berpikir untuk meneguk soft drink ketika Anda demam, flu atau lainnya. Soft drink akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.

9. Soft drink bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng aluminium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.

10. Masih berkaitan dengan sifat softdrinks yang sangat asam. Penyakit juga berkembang dalam lingkungan asam. Soft drink dan makanan asam lainnya mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan disekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau radang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang semakin rendah pH tubuhnya. ** Baca juga: Kenali Apa Itu Lethologica

Bijaksana mengonsumsi soft drink akan membuat kesehatan tubuh terjaga.(ilj/bbs)

Berita Terbaru