oleh

Seorang Pria Rantai Dirinya Agar Sebuah Restoran Cepat Saji di Rusia Tetap Buka

Kabar6-Ada saja aksi konyol yang dilakukan seseorang untuk mengekspresikan rasa kesalnya. Hal serupa juga dilakukan seorang pria di Rusia bernama Luka Safronov.

Berawal dari invasi Rusia terhadap Ukraina yang menyebabkan sebuah gerai makanan siap saji, McD, yang akan menutup restoran mereka di negara tersebut. Lantaran tidak mau gerai siap saji itu tutup, melansir Nypost, Safronov pun nekat merantai dirinya ke salah satu restoran tadi di Moskwa sebagai upaya terakhir untuk tetap membukanya. Safronov melakukan aksi protes beberapa jam sebelum McDakan menutup sementara sebanyak 850 restorannya di Rusia.

“Penutupan adalah tindakan permusuhan terhadapku dan sesama wargaku!” teriak Safronov. ** Baca juga: Wanita di Irlandia Harus Operasi Usus Buntu Karena Selalu Tahan Kentut di Depan Sang Kekasih Selama Dua Tahun

Dia berteriak ketika para pelanggan berbondong-bondong masuk untuk mengambil Big Mac terakhir mereka dan menu lainnya sebelum McD menutup restoran siap saji mereka. Tak lama, polisi menyeret Safronov menjauh dari tempat kejadian.

Aksi Safronov terjadi setelah CEO McD Corporation, Chris Kempckinski, menjelaskan kepada karyawan bahwa menutup gerai adalah hal yang benar untuk dilakukan. “Saat kami bergerak maju, McD akan terus menilai situasi dan menentukan apakah ada tindakan tambahan yang diperlukan,” demikian tulis Kempckinski dalam surat kepada para pekerja.

Ditambahkan, “Pada saat ini, tidak mungkin untuk memprediksi kapan kami dapat membuka kembali restoran kami di Rusia. Kami mengalami gangguan pada rantai pasokan kami bersama dengan dampak operasional lainnya. Kami juga akan memantau dengan cermat situasi kemanusiaan.

Perusahaan AS lainnya, termasuk Coca-Cola dan Starbucks, juga telah mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan bisnis dan menurunkan hubungan mereka di Rusia karena invasi Rusia ke Ukraina.(ilj/bbs)