oleh

Seorang Artis Irak Gugat Media Inggris Karena Gunakan Fotonya untuk Artikel Tentang Wanita Arab Gemuk

Kabar6-Seorang artis asal Irak bernama Enas Taleb (42) menggugat majalah mingguan Inggris, The Economist, karena tanpa izin telah menggunakan foto dirinya untuk artikel tentang wanita Arab gemuk.

Menurut keterangan Taleb, melansir Meaww, foto yang diambil oleh Anadolu di Babylon International Festival, Irak, pada 28 Oktober 2021 itu digunakan oleh The Economist tanpa persetujuannya dan di luar konteks, dan dengan demikian melanggar telah privasinya.

Taleb juga menuduh surat kabar itu menyunting gambar tersebut, dan mencatat bahwa dia telah meluncurkan tindakan hukum terhadapnya di Inggris atas artikel yang diterbitkan akhir bulan lalu dengan judul ‘Mengapa Wanita Lebih Gemuk Daripada Pria di Dunia Arab’.

Mencari penjelasan mengapa, rata-rata wanita Arab bertambah gemuk daripada pria Arab, surat kabar itu menunjuk pada kemiskinan, keterbatasan sosial, adat istiadat, dan tradisi yang membuat mereka lebih banyak di rumah daripada rekan-rekan pria mereka.

The Economist juga menegaskan, dunia Arab menganggap tubuh wanita dengan ‘lekuk tubuh’ lebih menarik ketimbang mereka yang tidak memilikinya. ** Baca juga: Wanita India Ditelanjangi Massa Setelah Tinggalkan Selingkuhannya untuk Kembali ke Pelukan Sang Suami

“Orang Irak sering menyebut Enas Taleb, seorang aktris dengan lekuk tubuh yang cukup (dalam foto), sebagai ideal kecantikan,” demikian tulis artikel itu.

Berbeda jauh dari apa yang ingin dicapai artikel majalah The Economist, Taleb mengatakan bahwa itu sama saja dengan penghinaan terhadap wanita Arab pada umumnya dan wanita Irak pada khususnya.

Taleb juga mempertanyakan ketertarikan The Economist pada wanita Arab ‘gemuk’ dibandingkan mereka yang berada di Amerika Serikat (AS) atau Eropa dengan tubuh serupa.

Berbicara kepada beberapa media dari berbagai negara, Taleb sering menggarisbawahi bahwa dia menerima banyak ‘komentar intimidasi’ di media sosial, sambil juga menekankan bahwa dia sehat dan bahagia dengan penampilannya. “Bagi saya, itu yang terpenting,” tegas Taleb.

Diketahui, Taleb adalah salah satu artis paling terkenal di Irak dan juga populer di media sosial, dengan sembilan juta pengikut di Instagram. Artikel The Economist sendiri juga menghadapi kritik online, dituduh ‘rasis’, ‘seksis’, dan ‘mempermalukan’ wanita Arab.(ilj/bbs)