oleh

Senjata Busur dan Panah Tertua Berumur 48 Ribu Tahun Ada di Gua Sri Lanka

Kabar6-Senjata busur dan panah tertua yang pernah ada dan diklaim berasal dari 48 ribu yang lalu, ditemukan dalam Gua Fa-Hien Lena di Sri Langka.

Proyektil tulang ini merupakan senjata tertua dari jenisnya yang ditemukan di luar Afrika, dan disertai penemuan alat-alat lain yang mungkin digunakan untuk membuat pakaian.

Gua Fa-Hien Lena sendiri merupakan semacam harta karun antropologis. Setelah menganalisis beberapa peninggalan yang ditemukan di sini, melansir metro.co.uk, tim ilmuwan telah menentukan bahwa penghuni purba ini mungkin berburu permainan menggunakan busur dan anak panah, dengan panah yang sebagian besar terbuat dari tulang monyet.

Sebanyak 130 proyektil memiliki tampilan yang penyok, goresan, dan tanda dampak lainnya akibat kerusakan selama perburuan. Semakin panjang panah, hal itu menunjukkan bahwa anak panah digunakan untuk berburu binatang yang lebih besar, seperti babi dan rusa.

Sebelum penemuan ini, bukti paling awal untuk senjata proyektil berkecepatan tinggi di Asia Selatan berasal dari Sarawak, tempat panah yang diperkirakan berumur sekira 32 ribu tahun telah ditemukan.

Para penulis penelitian baru ini menjelaskan, proyektil yang ditemukan di Fa-Hien Lena sangat mirip dengan artefak muda ini, dengan perbedaan utama terletak pada penggunaan tulang, di mana anak panah di Sarawak terbuat dari tulang mamalia yang lebih besar. Digambarkan pula penemuan berbagai alat yang pernah digunakan untuk membuat kulit binatang dan serat tumbuhan sebagai bahan pakaian.

Mengingat suhu hangat di hutan tropis, tidak mungkin manusia purba yang tinggal di daerah itu perlu memakai pakaian dari kulit agar tetap hangat, sehingga ilmuwan berhipotesis bahwa mereka mungkin menutupi diri dengan kulit sebagai bentuk perlindungan terhadap serangga pembawa penyakit.

Barang-barang lain yang ditemukan di Fa-Hien Lena antara lain mencakup manik-manik dekoratif dan kerang laut, yang kemungkinan telah diperdagangkan sebagai bentuk mata uang. Penemuan artefak laut sangat menarik karena menunjukkan jaringan perdagangan yang mapan, menghubungkan penghuni hutan daratan dengan populasi pesisir. ** Baca juga: Fosil Burung Tertua Ungkap Hewan Modern Itu Muncul Jelang Akhir Zaman Dinosaurus

Berbagai peninggalan yang ditemukan di Fa-Hien Lena melukiskan gambaran terperinci tentang kecanggihan teknologi dan sosial manusia purba paling awal untuk mendiami hutan-hutan Asia Selatan, dan mengungkapkan cara mereka dapat bertahan hidup serta berkembang dalam lingkungan alam.(ilj/bbs)

Berita Terbaru