oleh

Seleksi CPNS, Kabupaten Lebak Masih Minus Guru dan Tenaga Kesehatan

Kabar6- Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Lebak digelar di Hall Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro, Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Rangkasbitung, Senin (24/2/2020).

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, berpesan kepada ribuan peserta agar tidak percaya dengan orang yang mengiming-imingi bisa meloloskan menjadi abdi negara.

“Tadi saya sampaikan bukan hanya pintar tapi nasib juga ya,” kata Iti kepada wartawan.

Dibandingkan dengan kebutuhan Kabupaten Lebak, kuota CPNS masih sangat sedikit. Iti menyebut, pada tahun 2014 jumlah PNS 11 ribu sementara pada tahun 2019 jumlahnya 9 ribu.

“Kalu dilihat dari kebutuhan ya belum sebandinglah. Bisa saja mungkin kita paksakan, mengalihkan yang pensiun untuk PNS yang diterima baru, tapi kan kita harus menunggu regulasinya dulu dari pusat,” katanya.

Melihat kebutuhan Kabupaten Lebak, seluruh formasi dianggap prioritas. Namun lagi-lagi kata Iti, formasi menjadi kebijakan Pemerintah Pusat.

**Baca juga: Indeks SPBE Lebak Peringkat Pertama se-Banten.

“Guru dan tenaga kesehatan kita juga masih kurang. Kadang-kadang kan ada kebijakan, misalnya kita butuh ini ternyata formasinya tidak ada. Semua prioritas lah, bagian hukum aja kami cuma dua,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan dan Data Informasi BKPP Lebak Wiwin Budhyarti, mengatakan, peserta yang lolos seleksi dan mengikuti tes SKD sebanyak 8.900 orang. Setiap harinya dibagi menjadi 4 sesi dan setiap sesi diikuti oleh 500 peserta.

“Kami harap peserta sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan dapat berkonsentrasi dalam menjawab soal agar mendapat hasil yang diinginkan,” harapnya.(Nda)

Berita Terbaru