oleh

Selain Amerika, Ini 5 Negara yang Disebut Rawan Sentimen Anti-Asia

Kabar6-Menurut Stop AAPI Hate, organisasi yang melacak insiden kebencian dan diskriminasi terhadap orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik, setidaknya tercatat ada 500 insiden diskriminasi dalam dua bulan pertama pada 2021 ini.

Apabila dilihat setahun terakhir, dari Maret 2020 hingga Februari 2021, angkanya mencapai 3.795 laporan. Mayoritas laporan mencatat 68 persen merupakan pelecehan verbal. Sementara 11 persen melibatkan serangan fisik.

Ya, pandemi virus Corona ditengarai jadi penyebab utama terjadinya sentimen anti-Asia. Virus mematikan itu dianggap dilahirkan dan disebarkan oleh komunitas orang Asia. Hal ini karena virus Corona pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok.

Nah, selain Amerika, negara mana saja sih yang disebut rawan sentimen anti-Asia? Melansir DetikTravel, ini lima negara yang dimaksud:

1. Prancis
Dilaporkan beberapa kasus diskriminasi terhadap komunitas asia, berupa peningkatan signifikan dalam pelecehan dan serangan kekerasan terhadap orang-orang yang berasal dari wilayah tertentu di Asia.

Beberapa anak keturunan Asia seperti Tiongkok, Vietnam, Korea, dan Jepang dikabarkan telah dikucilkan dan diejek oleh teman-temannya di sekolah menegah Paris. Ini karena asal-usul etnis mereka. Restoran Tiongkok, Thailand, Kamboja, dan Jepang telah melaporkan penurunan pelanggan. Skala penurunan berkisar antara 30-50 persen.

2. Jerman
Berbagai insiden rasial dan diskriminasi terhadap orang-orang keturunan Asia di Jerman telah diberitakan oleh media di sana. Majalah mingguan Der Spiegel pernah menerbitkan sampul kontroversial yang dianggap beberapa orang menyalahkan Tiongkok atas wabah tersebut.

Sampul itu dianggap memicu kebencian anti-Asia atau xenofobia. Kedutaan Besar Tiongkok di Berlin pun mengakui adanya peningkatan kasus permusuhan terhadap warganya sejak wabah pandemi Corona terjadi.

Pada 1 Februari 2020, seorang warga negara Tiongkok berusia 23 tahun di Berlin dilaporkan menerima penghinaan rasis dan kemudian dipukuli oleh dua penyerang tak dikenal dalam sebuah insiden yang diklasifikasikan oleh polisi sebagai ‘Xenofobia’.

3. Belanda
Belanda juga mencatatkan beberapa kasus anti-Asia. Kasus paling banyak ditemukan dalam beberapa kolom komentar dalam postingan mengenai virus Corona.

Pada 8 Februari 2020, sekelompok mahasiswa Tiongkok yang tinggal di asrama mahasiswa Universitas Wageningen menemukan bahwa lantai mereka telah dirusak. Pada 10 Februari 2020, seorang pria Belanda berusia 65 tahun keturunan Tiongkok ditendang dari sepedanya di Amsterdam oleh dua pemuda. Salah satu pelaku merekam insiden itu dan mengunggahnya ke cerita Snapchat-nya.

4. Australia
Ada makin banyak laporan dimana anggota komunitas Tiongkok-Australia dan Asia-Australia menjadi sasaran hinaan verbal dan rasis di negeri Kanguru.

Pada 20 Maret 2020, seorang siswa yang mengenakan masker di Hobart, Tasmania diberi cap, ‘Anda terkena virus’ dan ‘kembali ke negara Anda’ sebelum ditinju sehingga menyebabkan matanya memar dan kacamata pecah.

Menurut jajak pendapat Ipsos MORI online, 23 persen responden Australia akan mempertimbangkan di masa depan untuk menghindari orang asal Tiongkok, demi melindungi diri dari virus Corona.

Selain itu sebuah survei yang dibuat Australian National University menunjukkan, 84,5 persen orang Asia-Australia mengalami setidaknya satu contoh diskriminasi antara Januari dan Oktober 2020.

5. India
Tak hanya di dunia Barat, di India sentimen anti-Asia dan anti-Oriental juga berhembus kencang. Sebuah survei yang dilaksanakan The Takshashila Institution menemukan, 52,8 persen responden India merasa istilah seperti ‘Tiongkok’ dan ‘Pandemi Made in Tiongkok’ tidak bersifat rasis.

Tak hanya itu, Presiden unit Negara Bagian dari partai berkuasa Bharatiya Janata atau BJP di West Bengal Dilip Ghosh pernah menyatakan bahwa Tiongkok telah ‘menghancurkan alam’ dan ‘itulah mengapa Tuhan membalas dendam terhadap mereka’.

Pernyataan tersebut kemudian dikecam oleh konsulat Tiongkok di Kolkata, menyebut mereka salah. ** Baca juga: Buket Bunga Persembahan Dewa Berusia 1.800 Tahun Berada di Bawah Terowongan Piramida di Meksiko

Bagaimana menurut Anda.(ilj/bbs)

Berita Terbaru