oleh

Sejarah Mencatat 3 Raja yang Terkenal Kejam

Kabar6-Ada banyak raja yang muncul dalam sejarah peradaban umat manusia, baik yang bijaksana maupun bertangan besi, selama memimpin dan membangun peradaban bangsanya.

Beberapa raja tercatat sangat lalim atau kejam, bahkan kepada rakyatnya sendiri. Melansir Viva, berikut tiga raja yang terkenal paling kejam:

1. Nero
Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus (15 Desember 37-9 Juni 68), lahir dengan nama Lucius Domitius Ahenobarbus, juga disebut Nero Claudius Caesar Germanicus. Merupakan kaisar Romawi kelima dan terakhir dari dinasti Julio-Claudian.

Nero diadopsi oleh pamannya, Claudius untuk menjadi penerus tahtanya. Ia naik tahta pada 13 Oktober 54 karena kematian Claudius. Nero berkuasa dari tahun 54 hingga 68, yang fokus lebih besar dengan diplomasi, perdagangan, dan meningkatkan budaya ibu kota kekaisaran.

Kekuasaan Nero sering berhubungan dengan tirani dan kekejaman. Ia telah melakukan beberapa eksekusi, termasuk pada ibunya dan saudara kandung adopsinya.

Akhir hidupnya cukup tragis. Nero telah berencana melarikan diri dari Roma. Tetapi, orang-orang Pretorian menolak membantunya dan para pelayannya berkhianat serta memilih hengkang.

Kekuasaan Nero berakhir setelah dia memerintah selama 13 tahun. Kekejaman yang dia lakukan telah menyebabkan pemberontakan yang memaksa sang kaisar untuk bunuh diri.

2. Hong Xiuquan
Salah satu kaisar paling kejam dari peradaban Lembah Sungai Kuning adalah Hong Xiuquan, seorang revolusioner Tiongkok yang berasal dari suku Hakka. Lahir pada 1 Januari 1814, di Huadu District, Guangzhou, dan meninggal dunia pada 1 Juni 1864 di Nanjing.

Hong Xiuquan yang mengaku sebagai adik lelaki Yesus dan mendirikan gerakan masyarakat penyembah Tuhan, memimpin pemberontak Taiping di China bagian selatan untuk mereformasi negara keakisaran Tiongkok.

Dia mendirikan kerajaan surgawi Taiping di wilayah yang dikuasainya, tapi kerajaan Taiping tidak bisa berlangsung lama dan runtuh setelah kematian Xiuquan di tahun 1864.

Dikisahkan, ia bertanggung jawab atas pemberontakan Taiping yang mengakibatkan kematian 20–30 juta rakyat Tiongkok. Beberapa sumber menyebutkan, Hong bunuh diri dengan racun pada 1 Juni 1864 setelah dia kehilangan harapan berdirinya kerajaan Taiping.

Sementara sumber lain menunjukkan, ia meninggal karena sakit. Pada 30 Juli 1864, Dinasti Qing menemukan jenazah Hong. Pemberontakan Taiping akhirnya dipadamkan oleh Qing pada akhir 1864.

3. Pachacuti
Pachacuti Inca Yupanqui atau biasa disebut Pachacuti, merupakan penguasa pertama dari kekaisaran Inca. Pachacuti adalah Sapa Inka kesembilan di desa Cusco .

Dia juga berhasil mengubah sebuah kerajaan kecil menjadi kekaisaran terbesar di Amerika Selatan. Hingga kini, peradaban Inca tercatat sebagai salah satu peradaban tua dan besar di dunia.

Masa kekuasaannya diperkirakan pada 1438-1471/1472. Nama yang disandang raja Inca tersebut Dalam bahasa Quechua, Pachakuti berarti ‘Ia yang mengguncang Bumi”. ** Baca juga: Gaokao Disebut Sebagai Ujian Standarisasi Tersulit di Dunia

Meskipun tidak sekejam kaisar Nero, bisa dibilang dia juga salah satu raja paling kejam yang tercatat dalam sejarah umat manusia. Kebiasaan minum dari tengkorak musuhnya, dan menjadikan lengan mereka sebagai seruling adalah salah satu kelakuan yang tidak diterima oleh akal sehat manusia.

Mengerikan!(ilj/bbs)

Berita Terbaru