oleh

Sehat Alami dengan Terapi Oksigen Hiperbaric di Bethsaida Hospital

Kabar6-Bethsaida Hospital kiranya tak main-main dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau kepada warga di Banten, khususnya Tangerang dan sekitarnya.

Keseriusan itu setidaknya bisa dilihat dari ragam fasilitas di rumah sakit yang berdiri di District Tivolli No.1, Jalan Boulevard, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang tersebut.

Direktur Bethsaida Hospital, dr Bina Ratna Kusuma Fitri, MM mengatakan, Bethsaida Hospital memiliki banyak layanan unggulan. Seperti Laser & Aesthetic Center, Orthopedic Center, Digestive Center, Dental Center, Hyperbaric Center, Cardiac Center, Neuroradiology Center hingga Diabetes Center.

Dan, salah satu fasilitas unggulan di Bethsaida Hospital yang paling diburu masyarakat saat ini adalah, Hyperbaric Center. Ya, ini merupakan terapi medis yang memiliki dasar ilmu kedokteran dan terbukti secara klinis (FDA approved).

Prinsip kerjanya, kata dr Bina, sesuai prinsip dasar fisika. Bahwa jika tubuh menghirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan tinggi, akan dapat meningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma dan jaringan tubuh. Sehingga merangsang pembentukan sel-sel baru dengan lebih cepat.

Adapun indikasi dan kegunaan dari terapi ini diantaranya, untuk penyembuhan luka bermasalah (luka diabetes, gangrene, luka bakar), mempercepat penyembuhan luka, membunuh bakteri, mengaktifkan fungsi darah putih, terbukti efektif secara klinis (FDA approved).

Juga, membantu penyembuhan patah tulang, memperbaiki sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan luka, memicu pembentukan tulang baru, mempercepat penyembuhan luka patah tulang, mengurangi oedema/pembengkakan.

Bahkan, terapi oksigen hiperbarik bisa membantu penyembuhan masalah gangguan pendengaran (sudden deafness, tinnitus & migraine), mengatasi keadaan hipoksia (rendah oksigen) yang terjadi didalam saraf pendengaran yang terbukti efektif secara klinis (FDA approved).

“Permasalahan gangguan syaraf dan stroke. Fungsi terapi untuk meningkatkan hantaran oksigen ke jaringan syaraf yang iskemik (kurang oksigen). Untuk mempercepat penyembuhan jaringan syaraf yang terluka, akan mendapatkan hasil yang maksimal bila digabungkan dengan rehabilitasi medis,” jelas wanita berkerudung ini.

Bagi penderita Autism dan Cerebral Palsy, terapi itu berfungsi untuk memperbaiki kondisi otak yang rendah akan oksigen dan tingginya faktor inflamasi. Ini sudah banyak dilakukan di mancanegara dan terbukti efektif.

“Terapi oksigen ini juga sangat bermanfaat untuk kebugaran dan kecantikan. Semakin bertambah usia tubuh, semakin kekurangan oksigen. Terapi ini berfungsi untuk memperbaiki kekurangan tersebut, sehingga organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi maksimal dan tetap terjaga. Dan, hal ini terbukti secara klinis meningkatkan jumlah stem cell,” tambahnya.

Kontraindikasi terapi oksigen hiperbarik dapat terjadi bila terjadi kondisi medis tertentu. Kelainan paru tertentu, infeksi saluran nafas atas dan beberapa kondisi medis tertentu akan menyebabkan pasien kesulitan menyesuaikan diri dalam ruangan hiperbarik.

“Sebelum melakukan terapi sebaiknya melakukan konsultasi dahulu dengan dokter hiperbarik,” tegasnya. **Baca juga: Waspada Penyakit Hati Kronis.

Untuk efek samping, yang biasa terjadi adalah Baro Trauma (sakit pada telinga) yang diakibatkan ketidakmampuan pasien menyesuaikan tekanan dalam ruang hiperbarik dan intoksikasi oksigen yang disebabkan bernafas yang tidak semestinya dalam ruang hiperbarik. **Baca juga: Terapi Batu Saluran Kemih.

“Untuk mengatasi hal itu, pasien akan selalu didampingi perawat yang akan mengajarkan cara menyesuaikan terhadap tekanan dan metode bernafas yang benar dalam ruang hiperbarik,” tutupnya.(Fitrah)

Berita Terbaru