oleh

Sebuah SD di Inggris Tetapkan Denda Rp18 Ribu Bagi Orangtua yang Telat Jemput Anaknya

Kabar6-Sebuah sekolah dasar di Kent, Inggris, mendenda orangtua murid sekira Rp18 ribu setiap lima menit jika telat menjemput anak mereka. Hal ini dilakukan untuk lebih memperketat aturan disiplin dan anggaran lembur staf.

Bahkan, melansir thesun, para guru di SD Primary CofE Holy Trinity, Gravesend, dapat menelepon layanan sosial jika anak-anak masih menunggu dijemput pada pukul 16.00 waktu setempat. Dan apabila orangtua tidak dapat dihubungi, anak-anak akan dimasukkan ke perawatan otoritas setempat.

Kebijakan baru ini tentu saja membuat para orangtua marah dan menyebutnya memalukan. “Sebagai orangtua di sekolah kami terkejut menerima pemberitahuan ini dari sekolah. Gravesend adalah daerah yang kekurangan dan banyak orangtua berjuang untuk bekerja karena biaya pengasuhan anak,” kata salah seorang orangtua murid yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkan, “Banyak sekolah selesai sekitar waktu yang sama (dengan waktu pulang orangtua) dan ini berarti bahwa itu adalah perjuangan untuk menjemput anak tepat waktu.”

Sebelumnya, sekolah membiarkan anak-anak menunggu di perpustakaan, lalu mereka diberitahu bahwa perpustakaan ditutup untuk perbaikan.

“Sekolah memang menawarkan klub setelah sekolah beberapa tahun yang lalu tetapi ini ditutup oleh kepala sekolah dengan sedikit pemberitahuan karena tidak menghasilkan cukup uang,” lanjutnya.

Sementara itu pihak sekolah mengatakan, biayanya adalah untuk menutupi guru yang terlambat mengawasi anak-anak.

Kepala sekolah, Denise Gibbs-Naguar, menjelaskan kebijakan ini diperkenalkan dalam upaya untuk memastikan semua murid dijemput dari sekolah tepat waktu, dan mengklaim ini untuk keuntungan setiap anak dan juga untuk seluruh sekolah.

“Sekolah selesai pada pukul 15.30, tetapi lama-lama menjadi kebiasaan sejumlah besar anak-anak yang tidak dijemput masih berada di sekolah pada pukul 16.00,” katanya.

Menurut kepala sekolah, para staf harus dibayar lembur untuk mengawasi anak-anak yang telat dijemput orangtua, dan ini berdampak pada pengalihan anggaran sekolah.

Dijelaskan pihak sekolah, sebuah surat akan dikirimkan kepada orangtua yang meminta jumlah yang jatuh tempo, yang akan ditindaklanjuti dengan panggilan telepon. ** Baca juga: Pelihara Beruang Madu, Penyanyi Asal Malaysia Didenda Rp91 Juta

Tidak jelas tindakan apa yang akan diambil sekolah dasar jika orangtua murid menolak untuk membayar denda.(ilj/bbs)

Berita Terbaru