oleh

Sebuah Perusahaan Bir di AS Digugat Karena Ada 2 Bayi Tokek dalam Kaleng Minumannya

Kabar6-Seorang pria di Fountain Valley, California, Amerika Serikat, menggugat sebuah perusahaan bir terkenal, setelah menemukan dua bayi tokek pada kaleng bir yang dibelinya.

Pria bernama George Toubbeh ini, melansir Huffpost, menuntut ganti rugi melalui Pengadilan Tinggi Orange County, namun tak disebutkan jumlahnya. Berawal ketika ia membeli bir dari toko kelontong Ralph. Saat diminum, Toubbeh merasa bir tersebut memiliki rasa busuk sehingga dirinya mengalami sakit perut serta muntah parah.

Kemudian, anak perempuan Toubbeh memeriksa isi kaleng bir. Betapa terkejutnya sang anak ketika menemukan dua bangkai bayi tokek.

Diketahui, hewan itu adalah bayi tokek leopard, spesies yang jarang ditemukan di Amerika Serikat. Toubbeh mengatakan, dia pergi ke ruang gawat darurat klinik Urgent Care setelah sakitnya bertambah parah.

Beberapa hari kemudian, pria itu mengeluh sakit perut dan kram parah, kehilangan sensasi, gerakan usus yang hiperaktif, dan nyaris kehilangan nafsu makan total.

Toubbeh disebut telah mengalami kegelisahan yang luar biasa, serta gangguan stres pascatrauma sejak menemukan tokek mati dalam birnya. ** Baca juga: 5 Kasus Malapraktik Paling Mengerikan di Dunia Medis

Sementara itu, perusahaan bir yang dimaksud telah merilis sebuah pernyataan yang menyangkal tuduhan Toubbeh. Pihak perusahaan menegaskan bahwa perusahannya sangat teliti dalam hal keamanan produknya.

“Kami memegang keamanan dan integritas produk yang kami impor dengan standar tertinggi. Kami telah menyelidiki klaim ini, dan berdasarkan sejumlah faktor, kami yakin tidak perlu menanggapi klaim ini,” tegas juru bicara Tara Rush.

Pengacara Toubbeh, John Montevideo, mengatakan kepada Orange County Register bahwa kliennya membawa kaleng yang berisi tokek ke kantor hukum sesaat setelah kejadian tersebut.

“Kami benar-benar percaya bahwa dia kredibel dan kami telah melakukan penyelidikan independen untuk memverifikasi keadaan dan kondisinya. Kami merasa yakin bahwa ini adalah isu yang layak dan nyata,” jelas Montevideo.(ilj/bbs)

Berita Terbaru