oleh

Satpol PP Tangsel Sesalkan Adanya Petugas Membentak Pedagang Saat Bertugas

Kabar6-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyesalkan adanya petugas yang membentak-bentak kepada pedagang dalam bertugas menegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Penegakan Hukum Perundang-undangan (Gakumda) Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana kepada wartawan, Selasa 20 Juli 2021.

Menurutnya, kejadian itu sudah dilaporkan kepada pimpinan yang nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk mengevaluasi kinerja.

“Karena saya sendiri setiao memimpin apel selalu saya tekankan agar dalam penegakkan Perda terkait PPKM Darurat, selalu saya tekankan, tetap tegas, ramah, dan humanis,” ujarnya.

Menurutnya, ketegasan menjadi hal yang tak terpisahkan, karena pihaknya juga tak ingin memanjakan masyarakat, tetapi yang perlu diingat adalah berbicara apa yang terjadi saat ini, yang memang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Diluar kejenuhan, kesulitan ekonomi, dan juga berbagai faktor yang mengharuskan hal ini (penegakkan peraturan, red) kami lakukan. Bukan berarti kami harus membenarkan dengan cara kekerasan, membentak-bentak, apalagi bermain fisik,” paparnya.

Sapta menjelaskan, pihaknya terus teguh berjalan masyarakat menjadi yang utama, dalam hal ini pihaknya juga tak menjaga kelompok tertentu, tetapi demi keamanan, kenyamanan dan terjaganya masyarakat secara umum, secara luas agar Kota Tangsel meraih zona hijau.

“Sehingga roda ekonomi segera pulih kembali, kehidupan masyarakat kembali aman, nyaman, tidak merasa terbelenggu berada dirumah, aktifitas masyarakat berjalan, usaha berjalan, dan juga kegiatan pendidikan, dan jyga kegiatan lain dapat berjalan sebagaimana semestinya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Pedagang angkringan, Shofwan (23) menyesalkan sikap petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan yang dianggap tidak humanis dalam menegakan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Shofwan yang juga sebagai Mahasiswa di salah satu Universitas di Kota Tangsel menjelaskan, petugas Satpol PP memarahi dengan suara keras kepadanya dan rekan kerja wanita yang menjaga angkringan di wilayah Pamulang, Tangsel pada Minggu 18 Juli 2021. Sikap petugas itu terekam dalam video yang diterima wartawan.

**Baca juga: Tak Layani Dine-in, Pedagang Angkringan di Tangsel Dibentak-bentak Satpol PP

“Saya dari awal tidak menyediakan fasilitas lesehan atau apapun, tapi delivery atau takeaway. Semua tau aturannya. Memang, saya buka sampai jam 21.00 wib. Tapi, ini adalah satu-satunya mata pencaharian saya, untuk biaya kuliah,” ungkapnya dalam video, Selasa (20/7/2021).(eka)

Berita Terbaru