oleh

Sampai Kapan Sebaiknya Telur Aman untuk Dikonsumsi?

Kabar6-Telur menjadi makanan favorit hampir semua orang. Selain lezat dan mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh, telur juga mudah diolah sehingga sering menjadi menu sarapan.

Karena itulah, tidak jarang kita membeli telur dalam jumlah banyak sebagai ersediaan. Telur memang bisa bertahan lama jika disimpan dengan cara yang tepat.

Namun seperti bahan makanan mentah lainnya, telur juga bisa berubah busuk saat disimpan terlalu lama, sekalipun dalam suhu yang dingin.

Lantas, sampai kapan sebaiknya telur aman untuk dikonsumsi? Telur, melansir Hellosehat, sebenarnya dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama apabila disimpan dengan baik dalam kulkas. Semakin dingin suhunya, maka semakin lama daya tahannya. The Food and Drug Administration (FDA), menyarankan sebaiknya menyimpan telur dalam suhu yang pas. Suhu yang tepat yaitu di bawah tujuh derajat Celcius.

Hal yang harus diingat, beda tempat penyimpanannya, beda juga masa kedaluwarsanya. Menurut United States Department of Agriculture, saat masih terlindungi cangkangnya, telur dapat bertahan hingga 4-5 minggu jika disimpan dalam kulkas. Sebaliknya, saat disimpan dalam suhu ruangan, telur jadi lebih cepat busuk dan hanya bisa bertahan sampai tiga minggu.

Sementara, telur yang telah direbus juga lebih cepat busuk ketika disimpan dalam suhu ruangan. Hal ini karena suhu ruangan yang cenderung panas dapat menghancurkan lapisan yang melindungi pori-pori telur. Akhirnya, bakteri pun mudah masuk sehingga telur menjadi busuk.

Namun, telur juga bisa bertahan tanpa cangkang asalkan disimpan dalam freezer. Dalam kondisi tersebut, dapat bertahan hingga satu tahun.

Sebenarnya tidak masalah apabila Anda mau menyimpan telur pada suhu ruangan atau dalam kulkas. Asalkan, Anda tahu betul kapan telur tersebut sudah tidak layak dimakan atau kedaluwarsa.

Prinsipnya, telur akan lebih tahan lama jika disimpan dalam kulkas. Anda juga harus perhatikan posisi penyimpanan telur dalam kulkas. Sebaiknya simpan telur pada bagian dalam kulkas, bukan pada pintu kulkas, agar suhu di sekitar telur selalu stabil dan tak terpengaruh jika Anda buka tutup kulkas.

Tak hanya itu, usahakan untuk menyimpan telur terpisah dengan makanan lainnya. Hal ini karena dapat menimbulkan risiko kontaminasi.

Supaya lebih tahan lama, Anda juga bisa menyimpan telur dengan tempat karton yang umumnya terdapat pada kemasan telur, untuk mencegah kontaminasi dari perkembangan bakteri Salmonella yang terkandung dalam telur.

Nah, telur bisa busuk biasanya terjadi akibat banyaknya jumlah bakteri Salmonella di dalamnya. Jika tidak memperhatikan masa kadaluwarsa telur, Anda bisa saja tak sengaja memasak telur yang sudah basi lalu kemudian dihidangkan sebagai makanan.

Akibatnya, Anda bisa mengalami keracunan makanan yang ditandai dengan keluhan mual, muntah, diare, demam, nyeri perut, sakit kepala, sakit badan. ** Baca juga: Tidak Hanya Sebagai Sumber Energi, Ketahui Manfaat Lain Karbohidrat

Keluhan dapat muncul 1-3 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri. Namun dapat juga muncul 20 menit hingga enam minggu kemudian. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda dan dapat menimbulkan komplikasi.

Menyimpan telur dengan cara yang benar menghindari Anda dari keracunan makanan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru