oleh

Rumah Kumuh di Kresek Ambruk, Gebrak Pakumis Dipertanyakan

Kabar6-Sejumlah rumah kumuh yang ada di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, ambruk hingga rata dengan tanah. Hal ini, lantaran kondisi rumah di wilayah itu sangat memprihatinkan dan tak layak huni.

Basri (65), pemilik rumah kumuh warga Kampung Lembur Saung RT 11/4, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan rumah yang ditempatinya bersama tiga kepala keluarga yang tak lain adalah anak dan menantunya mengalami ambruk, karena ditimpa air hujan.

Peristiwa itu, terjadi sekitar Pukul 01.00 Wib, Rabu (19/12/2012), dini hari. Ambruknya rumah kumuh tersebut, akibat kondisinya rapuh dan sudah tidak layak huni. 

Saat itu, salah seorang penghuni bernama Sarmawi tengah pulas tidur. Tiba-tiba saja, bongkahan material atap rumah menimpanya dan kini dia menderita luka dibagian punggungnya.

“Semalam, memang lagi turun hujan. Karena kondisi rumah saya sudah reot dan tak layak huni, makanya langsung rubuh,” ungkap Basri, kepada Kabar6.com, Rabu, (19/12/2012).

Menurut Basri, hingga kini dirinya beserta keluarganya belum bisa memperbaiki rumahnya, karena kondisi ekonomi yang lemah. Basri, hanya mampu membangun tenda seadanya untuk bernaung bersama anggota keluarganya.

“Sekarang saya hanya bisa pasrah dan berharap belas kasih dari pemerintah. Saya dengar ada program Gebrak Pakumis. Tapi, sampai sekarang saya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sebulan lalu, peristiwa serupa juga menimpa dua rumah di Desa Koper RT08/03 Kecamatan Kresek. Kedua rumah tak layak huni milik Napsiah dan Supandi tersebut, ambruk karena ditimpa hujan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pasir Ampo, Suprianto menjelaskan, pihaknya membenarkan ambruknya rumah warga. Dia, mengaku tak mengetahui secara persis penyebab dari kejadian itu.

Namun, dirinya sudah turun ke lokasi dan melihat kondisi rumah korban. “Hari ini, kami akan melaporkan kepada Camat Kresek,” katanya.

Ketika ditanya kenapa Basri tidak mendapatkan bantuan Rehab rumah dari program Pakumis, Suprianto menjawab bahwa pihak desa pun sudah mendatanya. Tetapi, pendataan yang dilakukan UPK Kecamatan Kresek tidak memasukannya.

“Setahu saya, gebrak pakumis ini di kelola oleh salah satu ketua LSM di Kabupaten Tangerang,” tandasnya.(din)

Berita Terbaru